My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
29. Si Adam dan Rima


__ADS_3

🍂🍀🍂🍀🍂


Keduanya sedang makan, tapi kedatangan seseorang tiba tiba membuat suasana agak berbeda apalagi untuk si Rima.


"Hai." Sapanya pada Cahya dan Rima.


"Ooh hai juga." Balas Cahya begitu tau siapa yang menyapa mereka. Tapi berbeda dengan Cahya yang memberi respon positif, si Rima malah membuang mukanya begitu tau siapa yang menyapanya itu.


"Boleh gabung?" Seseorang itu meminta izin untuk duduk dengan mereka berdua.


Cahya yang ingin mengiyakan terhenti begitu Rima menjawab terlebih dahulu.


"Kau bisa cari tempat duduk yang lain kan. Kau tidak lihat kalau kami sedang makan." Perkataan yang terkesan kejam itu mengalun indah dari bibir Rima yang tentu saja membuat seseorang itu menundukkan kepalanya.


Orang itu yang tadi membawa nampan langsung menunduk begitu ucapan itu terdengar oleh telinganya.


"Maaf, kalau begitu aku pergi dulu." Belum sempat orang tadi pergi, Cahya menahan tangan orang itu.


"Sudah gabung dengan kami saja, jangan dengarkan perkataan Rima tadi."


Rima menatap sang sahabat dengan raut kesal, tapi diabaikan begitu saja oleh Cahya.


"Duduk disitu." Tunjuk Cahya pada bangku didepan Rima, membuat Rima memelototkan matanya tanda tak terima. Orang tadi duduk dihadapan Rima membuat Rima mendengus kesal.

__ADS_1


Mengerti bahwa sang sahabat mungkin kesal karena ia menyuruh orang tadi gabung bersama mereka, membuat Cahya angkat bicara.


"Mungkin setelah ini aku akan jarang melihat tingkah kalian. Jadi untuk kali ini saja, Rim. Duduk dan makan dengan tenang. Dan untuk kamu Adam jangan masukkan ke hati ucapan Rima tadi. Dia tidak bermaksud begitu padamu." Perkataan itu membuat kedua orang yang disebut namanya hanya menganggukkan kepalanya.


Melihat respon serupa yang diberikannya oleh dua orang itu membuat Cahya tersenyum manis.


"Lanjutkan makanmu Rim dan silahkan makan, dam."


Keadaan hening hanya ada mereka yang kini memakan makanan mereka. Menyadari kalau Adam dan Rima hanya diam membuat Cahya menghentikan suapannya.


"Kenapa kalian diam diaman begitu sih? Sepi nih gak ada obrolan sama sekali." pancing Cahya agar keduanya saling bicara.


"Kau mau aku bicara apa?" Rima menatap kearah Cahya.


Cahya masih berusaha mencairkan suasana antara dua orang yang berbeda gender itu.


"Kalau bukan karena besok kau pindah, aku bakalan marah banget kali ini ke kamu, Hya." Perkataan Rima membuat Adam menatap terkejut kearah Cahya.


"Kamu mau pindah?" Rima yang mendengarnya menatap kesal kearah Adam.


"Tidak usah ikut campur. Sudah baik diizinin duduk disini, Jangan kepo-an jadi cowok." Lontaran kata kata menyakitkan itu kembali terdengar membuat Adam segera meminta maaf, sedangkan Cahya menggelengkan kepalanya pasrah.


"Rima, jangan begitu." Tegur Cahya yang kembali membuat Rima menatap kesal kearah Cahya.

__ADS_1


Hanya saja Rima tidak bisa pergi, apalagi mulai besok ia harus mulai membiasakan diri tanpa kehadiran Cahya.


Dihembuskannya nafas pasrah sebelum menatap kearah adam yang kini menunduk.


"Maafkan perkataan ku tadi."


Adam maupun Cahya menatap kearah Rima dengan berbeda pandangan. Untuk Adam mungkin terkejut begitu mendengar, berbeda dengan Cahya yang malah tersenyum bahagia.


"Nah gitu kan adem liatnya." Sahut Cahya sambil tertawa pelan.


"Untuk pertanyaanmu tadi, iya aku akan pindah mulai besok. Jadi untuk itu aku mau titip sahabat cerewet ku ini padamu ya, Dam." Seketika saja Rima menoleh kearah Cahya tak terima.


"Apa apaan kata katamu tadi, Hya." dengus Rima kesal.


"Pokoknya ini kali terakhir aku melihat mu dan Adam bersikap begitu, ya." Cahya mulai menasehati sahabatnya itu.


"Terserah." Balas Rima sambil kembali memakan makanannya mengacuhkan Cahya dan Adam.


💛💙💜💙💛


Hallo Ya


Masih setia baca M.B.B kan?

__ADS_1


__ADS_2