
๐M.B.B๐
"Vino." Panggil Cahya pada orang dibelakangnya itu. Tapi bukannya menjawab sosok tadi malah semakin mempererat pelukannya.
Bukan itu saja dia juga semakin membenamkan wajahnya di ceruk leher Cahya membuat Cahya bergidik geli.
"Hei, kau kenapa?" Cahya kembali bersuara.
Namun tidak ada respon membuat Cahya perlahan membalikkan tubuhnya kearah Vino.
Kini Cahya ada di hadapan Vino. Sejenak Cahya menelisik wajah Vino yang kini sedikit berbeda daripada terakhir kali ia berhadapan dengan sosok tersebut.
Sosok didepannya memang sama dengan sosok tadi mengambil First Kissnya, tapi entah kenapa aura mereka sangat terasa berbeda.
Sosok yang beberapa puluh menit pergi itu entah kenapa terasa sangat dingin dan tak berperasaan sedangkan sosok depannya ini memiliki aura ceria dan hangat.
Karena Cahya tahu dia adalah Vino bukan Bryan, Cahya berusaha untuk mengendalikan emosinya. Andai saja sosok di hadapannya itu bukan Vino tapi Bryan, mungkin ia sudah memukulnya sedari tadi. Mengingat betapa dekatnya jarak antara keduanya.
"Vino kenapa?" Bukannya menjawab Vino malah menggelengkan kepalanya kemudian tak lama terdengar isakkan pelan dari celah bibir miliknya itu. Cahya menatap bingung kearah Vino.
"Kenapa dia malah yang nangis?" Batin Cahya.
"Hei, jangan menangis. Vino tidak sakitkan?" Cahya mulai memegang dahi Vino untuk mengecek apakah panas atau tidak. Tapi suhu badannya normal, lantas kenapa dia menangis.
Vino tak menjawab malah langsung memeluk Cahya yang seketika membeku akibat ulahnya.
"Hiks hiks hiks" Awalnya Cahya ingin agak menjauhkan jarak keduanya, tapi begitu mendengar sesenggukan dari Vino membuatnya mengurungkan niatnya.
__ADS_1
Sejenak ia membiarkan posisi mereka tetap begitu. Mungkin sekitar 10 menit setelah tak lagi mendengar isakkan dari mulut Vino, Cahyapun mulai mengurai jarak diantar mereka.
"Vino kenapa?" Pertanyaan kelima yang Cahya tanyakan pada sosok di hadapannya itu.
"Vino tidak tahu." Akhirnya jawaban itu keluar dari mulut Vino. Tapi hal itu malah membuat Vino bingung.
"Kenapa tidak tahu?"
"Tiba-tiba Vino ada di dapur padahal kan tadi Vino bersama Cahya. Terus Vino kira Cahya meninggalkan Vino sendirian. Vino sudah mencari Cahya kemana mana, tapi tidak ketemu. Dan Vino melihat Cahya ada disini, makanya Vino langsung kesini. Jangan tinggalkan Vino lagi, ya." Kata Vino diakhiri dengan muka memelas membuat Cahya tidak tega.
"Sejak tadi Cahya ada disini. Sudah Vino jangan menangis lagi, ya. Nanti Vino tidak tampan lagi." Hibur Cahya yang sepertinya berhasil membuat Vino menghentikan isakkannya.
"Vino masih tampan kan?" Tanyanya polos membuat Cahya tertawa mendengarnya.
Vino memiringkan kepalanya begitu menatap Cahya yang tengah tertawa itu.
Sejenak Cahya menghentikan tawanya begitu menyadari tatapan intens dari Vino kepadanya.
"Cahya Cantik, Vino suka lihat Cahya tertawa." Ujarnya sambil tersenyum manis.
Jantung Cahya berdetak sangat kencang begitu mendengar perkataan polos dari seorang Bryan Giovino Wirautama itu.
Jangan bilang Cahya tersipu hanya karena perkataan Vino barusan.
Selama beberapa detik keduanya larut akan suasana yang telah mereka ciptakan sendiri.
Canggung itulah yang dirasakan oleh Cahya. Namun berbeda dengan Vino yang terlihat biasa saja.
__ADS_1
Ingat Vino hanya perwujudan sosok anak kecil yang ceria dan manis. Bukan Bryan yang mana merupakan perwujudan sosok sesuai pada umurnya. Sosok dewasa, dingin dan sudah mengerti apa itu jatuh cinta.
Chup
Tapi apa yang dilakukan Vino barusan membuat Cahya berfikir kalau Vino mulai genit padanya.
Pipi kanan Cahya sedikit basah akibat ciuman tiba tiba yang di layangkan Vino pada Cahya. Yang tentu saja membuat Cahya terkejut dibuatnya.
Di rabanya pipi kanannya yang membuat warna kedua pipinya bertambah merah.
"Vino!"
Mendengar hal itu membuat Vino segera melarikan diri kemudian tertawa pelan. Sepertinya ia senang sekali mengerjai Cahya. Buktinya ia sekarang sudah tertawa puas sambil duduk di sofa tak jauh dari kamar yang ditempati mereka tadi.
...Perhatian...
Tuh kan, nggak si Bryan nggak si Vino sukanya cium cium anak orang aja๐. Kalau naper gimana, mau tanggungjawab?๐.
Aduh duh๐.
Hallo Yaโ
Masih setia baca M.B.B kan?
Kalau masih, tunggu kelanjutannya di part selanjutnya.
Nantikan kehadiran part selanjutnya lagi ya guys๐.
__ADS_1
๐Terimakasih๐
๐๐๐