
๐M.B.B๐
Entah sudah berapa lama Cahya menangis di dalam kamar, hingga ia menghentikan suara tangisnya.
Ia menghela nafas panjang kemudian membuangnya secara perlahan, walaupun masih merasa agak sesak tapi ia merasa lebih baik daripada yang tadi.ย ย ย ย
Ia mulai menghapus jejak air matanya yang menganak di pipinya. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah.
Cahya bisa melihat ada dua pintu di kamar ini yang diyakininya salah satunya adalah kamar mandi.
Ia melangkah ke depan sebuah pintu yang diyakini itu kamar mandi dan ternyata memang benar itu pintu kamar mandi.
Cahya melangkah ke dalam dan mulai membasuh wajahnya menghilangkan jejak air mata yang sejak tadi mengalir deras di pipinya.
Sejenak ia menatap pantulan dirinya di kaca. Bisa ia lihat betapa kacaunya penampilannya saat ini. Tak ingin memikirkan hal itu, Cahya kembali meneruskan kegiatannya tadi.
Setelah urusannya selesai ia keluar dan mulai melangkah ke pintu utama dan berusaha untuk membuka pintu. Namun Cahya gagal membuka pintu tersebut karena memang pintu itu terkunci dari luar.
Sambil menghela nafas, Cahya mengetuk pintu agar ada seseorang yang mendengarnya dan mau membukakan pintunya. Tapi sudah lewat dari 5 menit ia mencoba, tak direspon apa-apa yang didapatkannya membuatnya menyerah dan kembali keranjang.
Jangan tanyakan ponselnya ada dimana, ia sendiripun masih bingung kemana perginya bajunya yang kemarin dipakai olehnya.
Cahya masih mencoba berpositif thinking kalau ada yang mengganti bajunya dengan apa yang dikenakannya saat ini. Dan ia berharap orang itu bukan Bryan.
Tapi kenapa ia sekarang merasa pesimis kalau yang menggantikan pakaiannya memang Bryan. Buktinya tidak ada seorang pun yang menjawab panggilannya saat ia mengetuk pintu itu berulang kali.
__ADS_1
Harusnya kalau memang ada orang lain selain dia, pasti ia akan merespon panggilan Cahya.
Menyudahi pemikiran yang membuatnya pusing itu, Kini Cahya mulai memikirkan cara untuk bisa keluar dari kamar ini.
Ia penasaran akan satu pintu yang tak jauh dari pintu kamar mandi. Sangat aneh kalau ada pintu lain yang bukan termasuk pintu utama ataupun pintu kamar mandi.
Kalian nebaknya itu pintu wardrobe atau lemari pakaian?.
Itu tidak mungkin, karena tadi saat dikamar mandi Cahya melihat ada 1 pintu penghubung yang ada didalam kamar mandi. Awalnya Cahya kira itu pintu penghubung kekamar. Ternyata itu ruangan wardrobe.
Jadi yang ada didepan Cahya sekarang ini pintu apa dong?.
Karena penasaran, Cahya mencoba membukanya dan ternyata pintu itu tidak dikunci. Ia mencoba mendorongnya sedikit lebih lebar agar ia bisa masuk dan apa yang dilihatnya saat ini membuatnya melongo.
"In..Indahnya," gumam Cahya dengan wajah berbinar.
Bagaiman tidak, Cahya terkagum kagum dengan pemandangan yang ada di depannya. Ia mendekat kearah balkon.
Yap ternyata dibalik pintu berwarna hitam itu tersimpan pemandangan yang sangat menakjubkan. Dan ternyata itu adalah pintu balkon. Dimana identiknya pintu balkon itu menggunakan kaca tembus pandang.
Hal itulah yang membuat Cahya sangat terpana dan tidak menyangka kalau ini adalah pintu balkon.
Ia bisa merasakan semilir angin menerpa wajahnya. Mencoba meresapi hangatnya sinar matahari pagi dengan memejamkan mata.
Ia mencoba merentangkan kedua tangannya sembari tetap memejamkan mata. Sangking asyiknya ia tak menyadari ada sosok lain dibelakangnya yang kini perlahan mendekatinya.
__ADS_1
Cahya terkesiap begitu merasakan tangan asing memeluk pinggangnya erat seolah tak ingin melepaskannya.
Sosok tadi bisa merasakan bagaimana tubuh Cahya menegang akibat pelukkannya. Bukannya melepaskan ia malah semakin mengeratkan pelukkannya dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Cahya, yang tentu saja membuka Cahya membeku merasakan nafas orang lain di lehernya.
Bagaimana tidak tegang, kalau ia sendiripun sangat jarang dan hampir tidak pernah ada dalam posisi seperti sekarang ini. Kalaupun pernah itu pun dengan satu orang yang berhasil mengambil First Kissnya itu.
Karena tak merasa ada penolakan, sosok tadi membuka suaranya membuat Cahya kembali membulatkan matanya.
"Jangan pergi, jangan tinggalkan Vino lagi."
Satu kalimat itu membuat Cahya bisa menebak dengan mudah siapa yang kini memeluknya itu.
...Perhatian...
Hallo Yaโ
Masih setia baca M.B.B kan?
Kalau masih, tunggu kelanjutannya di part selanjutnya.
Nantikan kehadiran part selanjutnya lagi ya guys๐.
๐Terimakasih๐
๐๐๐
__ADS_1