
Sesampainya di rumah sakit, mama Rena dan papa Angga langsung menuju ruangan tempat anaknya dirawat.
Dengan tergopoh gopoh dan penuh khawatir, mereka juga harus siap menerima kemungkinan yang terjadi. Setelah menunggu beberapa saat mereka teralihkan dengan sebuah suara.
CEKLEK!
Pintu ruangan terbuka, menampilkan dokter dan beberapa suster yang baru saja menangani anaknya tersebut keluar.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya tuan Angga mengawali pembicaraan.
"Kita bicarakan diruangan saya, mari" ajak sang dokter.
Mereka mengangguk dan berharap tidak ada yang serius dengan keadaan anak mereka.
"Silahkan duduk tuan, nyonya" ucap sang dokter.
"Saya sebenarnya bingung ingin menjelaskan dari mana, tetapi jujur saja kondisi anak anda dalam keadaan mengkhawatirkan. Ia mengalami banyak pendarahan di bagian kepala sehingga kami harus mencari darah yang cocok untuk anak anda. Juga ada yang ingin saya tanyakan kepada kalian, apakah saudara Levin pernah mengalami trauma?? Atau sekarang dalam keadaan stress berat?? Karena dari yang saya dapatkan, saudara Levin dalam keadaan mabuk parah, dan di usianya yang masih terbilang cukup muda, itu sudah sangat memengaruhi perkembangan pola pikir dan kesehatannya" jelas sang dokter.
__ADS_1
"Maaf dok, saya kurang tau tentang minuman keras yang dikonsumsi nya. Tapi sebelum sebelumnya, ia tidak pernah trauma apa apa, apalagi stress. kami selalu mengimbangi pola pikir anak kami dok, lalu sekarang bagaimana keadaannya?? Apa ada yang serius dok??" Tanya tuan Angga, sedangkan nyonya Rena, jangan tanya bagaimana reaksinya! Ia terkejut dan tidak percaya dengan penjelasan sang dokter tersebut.
Anaknya dalam keadaan stress, mengonsumsi alkohol?? Ya Allah rasanya nyonya Rena ingin pingsan mendengar semua penjelasan sang dokter.
Sungguh, dalam benaknya anaknya selama ini baik baik saja, dan tidak akan pernah menyentuh apalagi meminum minuman haram tersebut.
ya Allah, kuatkan hati hamba, batin nyonya Rena menahan tangis.
"Anak anda, terkena gangguan penyakit Bipolar" ucap sang dokter.
Melihat orang didepannya bingung, sang dokter pun lalu menjelaskan.
"Bipolar merupakan gangguan kepribadian, pengidap kondisi ini akan mengalami perubahan suasana hati yang sangat ekstrim. Pengidap bipolar bisa merasakan sedih hingga depresi, bahkan kebahagiaan yang ekstrim.
Beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan bipolar adalah mengalami stres tingkat tinggi, pengalaman traumatik, kecanduan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang, dan memiliki riwayat keluarga dekat (saudara kandung atau orangtua) yang mengidap gangguan bipolar" jelas sang dokter.
"Apa seperti depresi dok?" Tanya mama Rena.
__ADS_1
"Beda nyonya, Depresi dan gangguan bipolar adalah dua gangguan kesehatan mental yang berbeda. Jika dilihat dari gejalanya, seseorang yang mengalami depresi mengalami kesedihan terus-menerus tanpa sebab yang pasti. Sedangkan pengidap bipolar mengalami kesedihan dan kesenangan bergantian" jawab sang dokter.
"Kalau begitu, apa semacam DID atau kepribadian ganda?" Kali ini papa Angga yang bertanya.
"Juga berbeda tuan, jika kepribadian ganda adalah penyakit kejiwaan. Penyakit ini memiliki dua atau lebih kepribadian dalam satu tubuh, di mana kepribadian tersebut saling mendominasi satu dengan yang lain. Tidak hanya itu, penyakit ini bahkan tanpa disadari dapat mengambil alih pikiran seseorang" terang sang dokter.
"Lalu apakah ada cara yang bisa menyembuhkan penyakit anak saya dokter??" Tanya papa Angga
🌻🌻🌻
*mama Rena : nama mama Levin
*papa Angga : papa levin
jujur saja, saya tidak mengetahui secara pasti dan rinci tentang penyakit di atas, karena saya bukan dokter.
jadi mohon maaf untuk informasi mengenai penyakit di atas, jangan terlalu di anggap serius karena itu hanya sebuah karangan.
__ADS_1