My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
31. Pembicaraan


__ADS_3

💞🍀M.B.B💞🍀


Waktu istirahat telah berakhir, baik Cahya, Rima ataupun Adam sudah kembali ke kelas mereka masing masing. Dan saat ini di kelas XII Ipa 2 Cahya dan Rima tengah fokus mendengarkan materi yang diajarkan oleh gurunya.


Sesekali Rima menoleh kearah Cahya entah dengan alasan apa, yang pasti hanya Rima dan tuhan yang tau.


Menyadari kalau Rima menatap ke arahnya membuat Cahya balik memandang.


"Kau kenapa?" Tanyanya begitu melihat Rima menatapnya.


"Aku masih tidak percaya kalau besok kau sudah tidak sekolah disini," ujar Cahya pelan takut terdengar gurunya.


"Kau ini, aku tadi kan sudah bilang padamu. Makanya aku menitipkanmu pada Adam." Perkataan Cahya yang membawa bawa nama Adam seketika membuat mood Rima turun.


"Kenapa kau menitipkan aku padanya, memangnya tidak ada orang lain yang bisa kau mintai tolong?"


"Entahlah, aku hanya merasa kau akan aman dengannya. Dan ku mohon kau jangan bersikap terlalu ketus padanya. Takutnya dia nanti sakit hati pada perkataanmu itu." Cahya masih mencoba menasehati sahabatnya dalam berucap pada Adam.


"Sebenarnya aku tidak membencinya, hanya saja aku kesal saja dengan tingkahnya yang selalu ada dimanapun aku berada."


"Dia begitu mungkin karena dia menyukaimu." perkataan itu malah membuat Rima membuang nafasnya panjang.

__ADS_1


"Entahlah, tapi kalau memang suka nggak perlu segitunya juga kan bisa."


Cahya menghela nafas, "Mungkin itu tanda dia bener bener suka padamu, makanya ia bertingkah begitu. Setahu ku dia begitu hanya padamu, kan? Tidak pada gadis yang lain."


Ucapan itu malah membuat Rima makin bingung. "Sudahlah ngapain bahas dia." Rima kembali menghadap kearah depan dimana ada gurunya yang sedang memberi materi pembelajaran.


Melihat respon Rima yang seperti itu malah membuat Cahya tersenyum cerah.


"Kau ini." gumam Cahya yang sayangnya tidak didengar oleh Rima.


Selesai pelajaran, akhirnya para siswa bisa pulang ke rumahnya masing masing. Sebelum semua murid di kelas XII Ipa 2 terlebih dulu Cahya menghentikan langkahnya mereka.


"Tunggu sebentar teman teman." seru Cahya begitu melihat teman temannya berniat pulang.


"Ada apa?" Tanya salah satu siswa yang merasa bingung karena tindakan penghentian yang dilakukan oleh Cahya itu.


"Aku ingin bilang sesuatu pada kalian semua. Tolong kalian duduk dulu di tempat kalian masing masing."


Walaupun mereka bingung, tapi tetap saja mereka kembali ketempat duduknya masing masing. Cahya yang melihatnya segera memasang senyum manis.


Segera saja Cahya maju kedepan agar semua anak bisa melihat dan mendengarkan apa yang ingin disampaikannya itu.

__ADS_1


"Terimakasih sebelumnya karena masih mau tetap disini. Aku mau minta maaf sama kalian semua kalau selama ini aku banyak salah sama kalian" Ucapan itu malah membuat sebagian besar murid menatap Cahya aneh.


Bagaimana tidak, tidak ada hujan tidak ada petir. Tiba tiba Cahya minta maaf, kan aneh.


"Kau ini kenapa sih? Jangan membuat kami bingung." Ujar salah satu teman Cahya di kelas XII Ipa 2 ini.


"Iya, kayak mau pergi jauh aja sih." timpal yang lainnya.


"Sebenarnya hari ini terakhir aku bersekolah disini jadi aku mau ngucapin salam perpisahan pada kalian semua" penjelasan itu malah membuat para murid terbengong ria.


"Jangan bercanda dong Hya. Ini bukan april mop, ya." Perkataan yang sama yang sempat diucap oleh Rima saat tau sahabatnya itu mau pindah.


Sedangkan Rima hanya terdiam di posisinya. Tak ikut menanggapi ucapan teman temannya itu.


🍀💞💞🍀💞💞🍀


Hallo Ya


Masih setia baca M.B.B kan?


Dan kalau bisa hargailah suatu cerita, karena sejujurnya menulis itu lebih susah daripada membacanya.

__ADS_1


~Terimakasih~


💞💙💞💙


__ADS_2