
Kehidupan di kota....
Setelah pindahnya Levin terdengar, kehidupan Clara bertambah liar.
Ia tak segan segan untuk menggoda dan menjajakan dirinya, hingga dalam waktu singkat, ia punya Mension mewah, mobil mewah, black card, villa, dan barang barang mewah lainnya.
Tentu saja itu tidak lepas dari pengawasan Brian. Ia tertawa sinis saat tau pekerjaan mantan pacar sahabat nya itu.
Bukannya ia mencintai Clara, tetapi ia takut, setelah Levin kembali Clara merayunya dan Levin yang notabenya anak orang kaya pasti masuk dalam list korban Clara.
Ia sudah bersiap siap akan hal itu, bahkan dirinya pernah digoda Clara. Sayangnya ia tau bahwa Clara tidak lebih dari seorang anak jalang dan jalang itu sendiri.
Jadi, hanya dengan melihat wajahnya saja, Brian sudah mau muntah, apalagi saat ia tau bahwa Clara mencari mangsa berganti ganti dan tidak melihat umur, penting kaya. Semakin jijik dia.
Ia sebenarnya sempat curiga saat Clara berangkat sekolah dengan mobil sport mewah keluaran terbaru.
Dari situ, ia berpikir Clara melakukan pesugihan. Tetapi masalahnya, di novel ini tidak ada genre horor ataupun supernatural.
Jadi ia menyelidiki semua kehidupan Clara, hingga akar akarnya. Bahkan ia tau siapa ayah kandung Clara, dimana ia sekarang, bekerja apa, dan bagaimana kehidupannya.
Ia tau!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini di kota.....
__ADS_1
Mendengar kata kota, pasti salah satu kata yang terlintas di benak kita pasti adalah macet.
Itu adalah hal legendaris jika di kota, tetapi tentu tidak jika di desa.
Pagi ini, Clara menyambut paginya dengan bagian int*m nya yang terasa sakit.
Tentu saja ia setelah bercinta dengan seseorang. Dengan dimodali badan yang mulus dan montok, juga usia yang terlihat belia, mau dari paling tampan sampai paling jelek pun pasti akan tergoda jika tidak punya iman dan pendirian teguh.
Ia melenguh, merasakan bagian int*m nya yang sakit, tetapi juga bahagia bahwa ada cek sebesar 500 juta di tasnya.
Ia bergegas mandi, dan pergi ke kamar hotel disebelah nya. Disana ia, melihat ibunya yang masih telanjang terkapar di atas tempat tidur.
"Ck! Ma, cepet bangun, anterin aku sekolah" teriak Clara
Mama nya melenguh, berdecak kesal, tetapi juga beranjak dari tempatnya. Kebetulan kemarin Clara dan mamanya dapat mangsa jadilah mereka masuk hotel bersama.
Tetapi, sepertinya hal itu tidak dapat berlangsung lama. Baru juga bel masuk kelas, sudah ada pengumuman bahwa saudari Clara mohon kehadirannya di ruang kepala sekolah.
Bukan BK melainkan langsung ke kepala sekolah.
Ada apa lagi sih, batin Clara sambil menahan malu, sialan! Pagi pagi seperti ini sudah disuruh masuk ruang kepsek.
Brian yang mendengar hal tersebut pun menyeringi sinis. Pasti sebentar lagi ia sudah tidak melihat wajah jalang itu di sekolah ini.
Kan kasihan, mana sekolah bagus, mahal, eh isinya jalang. Memalukan!
__ADS_1
Dengan langkah santai, Clara menuju ruang kepala sekolah, sesampainya di sana, seseorang langsung berdiri dan menampar pipi Clara keras.
PLAK...
Clara bahkan sampai terhuyung, sialnya lagi, tidak ada yang menolong.
"SHH! SIALAN!!! SIAPA KAU BERANI MENAMPAR KU HA??" Teriak Clara.
Bukannya menjawab, wanita yang tadi menampar Clara tersebut berdecih, lalu berucap sinis.
"Dasar jalang!! Tidak tahu malu!!"
"APA MAKSUDMU???"
"Seorang murid dari SMA elit seperti ini menjadi seorang jalang??? Memalukan" ucap wanita tersebut.
"Kau masih punya muka untuk menatap ku?? Lihat dan ambil ini" ucap wanita setengah baya itu menyodorkan sebuah foto.
Clara yang menerima foto tersebut pun membeku. Ia tidak bisa berkata kata. Karena jelas di foto tersebut, ada dirinya yang sedang bergumul panas dengan laki laki semalam.
"i.. itu bukan a.. aku, b... bukan!!" Ucap Clara mengelak
"Masih mau mengelak?? Mau aku tunjukkan Vidio nya?? Aku punya semua bukti yang memojokkan mu, karena aku tau, kau akan mengelak" ucap wanita paruh baya itu lagi.
🌻🌻🌻
__ADS_1
mau lanjut???? komen yeeee