
Clara memandang kepergian pria tersebut dengan perasaan dongkol.
Sok tau banget sih tu orang, batin Clara menggerutu.
Sebentar sebentar, bukannya pekerjaan Clara memang serendah itu?? Ahh sudahlah, kita lanjut.
Clara hanya diam, Pikirannya kacau sekarang. Dikeluarkan dari sekolah, sang mama sakit. Huuhh sial banget hidupnya.
sebenarnya hidupnya tidak sial, dia saja yang tidak mau bersyukur karena masih diberi kehidupan dan masih bisa bernafas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya.....
CEKLEK....
Pintu ruang rawat milik mama Clara terbuka. Di sana, terdapat Clara yang datang dengan tas mewahnya.
Sang mama mengernyit bingung, kok Clara tidak sekolah???
"Kamu nggak ke sekolah Ra???" Tanya sang mama
"Eehh, hhuufftt. Clara dikeluarkan dari sekolah" jawab Clara datar
"Kok bisa???" Pekik sang mama
"Ada yang ngelaporin pas di hotel kemarin. Tapi nggak apa apa kok ma, nggak akan bocor" jawabnya santai.
__ADS_1
"Trus rencana kamu gimana???"
"Mau pindah ke desa Levin pindah, dan mama disini aja sampai sembuh. Nanti aku ke kota paling seminggu sekali" jelas Clara.
"Gitu ya?? Yaudah sih, nggak apa apa, tapi janji tetep jengukin mama" kata mama Clara.
"Iya iya, udah sekarang Clara pamit. Mau ngurus kepindahan" jawab Clara lalu melenggang pergi.
Ia sebenarnya jijik dengan mama nya. Malu juga sih, masa iya Clara yang cantik dan primadona sekolah ini mama nya terkena AIDS. Kan bisa merusak image nya.
Karena itu, dia sebisa mungkin menutup dirinya. Keluar rumah pakai topi dan masker, dan cepat cepat keluar dari ruang sang mama. Tidak mau ikut terjangkit juga dia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di SMA Brian.
"Iya, dia pindah" jawab teman wanita di kelas itu.
"Masa?? Nggak dikeluarin kan??" Sela Brian santai dan tentunya dalam mode julid.
"Masa iya, anak cantik bahenol gitu dikeluarin sih bri" keluh teman satunya lagi.
"Mau cantik apa nggak. Yang penting akhlak nya" jawab Brian ketus. Mereka yang mendengarnya pun langsung diam. Tidak mau adu mulut sama Brian, nanti di gas langsung kalah dan malu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Skip, 2 hari kemudian....
__ADS_1
Clara sudah sampai di desa tujuannya. Ia membeli sebuah villa yang lumayan lah.
Rencananya, ia langsung ingin daftar sekolah, biar besoknya bisa langsung sekolah. Gini gini dia juga perlu pendidikan lah.
Masuk ke kamar, ia langsung bebersih, menjatuhkan dirinya ke kasur empuknya dan tertidur.
...----------------...
Keesokan harinya, ia langsung membawa berkas berkas yang diperlukan untuk pendaftaran.
Kini, ia sudah ada di satu satunya SMA yang ada di desa ini, bagus sih, tapi yang namanya desa yang tetap desa. Batinnya berdecih.
Ia bisa melihat tatapan para pemuda desa yang menurutnya terlihat menjijikkan. padahal para pemuda itu menatapnya memuja.
Clara wanita angkuh, tidak mau ditatap buruk dan bersitatap dengan orang yang menurutnya buruk.
Salah satu nya pemuda pemuda desa yang pekerjaan bertani membantu orang tua.
Ia memandang mereka jijik karena membayangkan lumpur yang mengenai badan mereka.
Tanpa ia sadari, bukan kah lebih menjijikkan dirinya yang menjajakan tubuhnya???
Bukankah lebih mulia para pemuda desa yang hatinya bersih, dan rajin membantu orang tua mereka walau pekerjaan nya di lumpur???
Benar benar butuh kaca yang besar si Clara......
Ada yang mau belikan?????
__ADS_1
🌻🌻🌻