
Walau tidak mengetahui secara rinci penyakit yang diderita sang anak, tentu sebagai orang tua, papa Angga dan mama Rena langsung khawatir hanya dengan mendengar
"anak anda terkena penyakit....."
bahkan hanya dengan kata itu saja, mereka sudah sangat khawatir.
Sekarang, mereka sedang menunggu sahabat dari anaknya, yaitu bernama Brian Jaremy Smith.
~Brian Jaremy Smith
Merupakan sahabat Levin dari umur 8 tahun.
Levin dan Brian masih saudara, karena ayah Brian merupakan kakak laki laki ayah Levin.
"Assalamualaikum om" sapa Brian.
"Waalaikumsalam, bagaimana bri?" Tanya papa Angga.
Sebelumnya, papa Angga memang menyuruh keponakannya tersebut untuk mencari tau, kenapa Levin mabuk, dan kecelakaan. Dan sekarang, Brian sudah mengumpulkan semua informasi yang ia ketahui.
"Dia putus sama pacarnya om" jawab Brian sambil terkekeh geli.
Sahabatnya itu benar benar, sebenarnya ia sudah memberitahu agar menyelediki kenapa setiap ingin bertemu dadakan, kekasih sahabat nya tersebut selalu menolak?? Alasannya tidak masuk akal pula.
Juga pada suatu hari, saat ia sedang berbelanja dengan mamanya, ia melihat kekasih temannya itu bergandengan tangan dengan seorang pria paruh baya, memang terlihat lebih seperti om dan keponakannya, tapi ini beda bung, mereka terlihat mesra.
__ADS_1
Dan keesokan harinya, setelah melihat itu, aku memberitahu Levin, dan kalian tahu bagaimana reaksinya?? Hanya datar dan lebih terlihat seperti tidak peduli dan tidak percaya.
Memang benar ya, cinta itu buta, maka kalian semua harus lebih berhati hati dengan yang namanya cinta, jangan sampai bodoh dalam mencinta.
Oke balik ke topik awal.
" Pacarnya, si Clara itu seorang pelacur. Dia ketahuan, pas Levin lagi ketemu sama kliennya, dan kliennya itu yang udah nyewa Clara. Setelah itu, Levin marah dan dia ke bar buat minum, trus mabuk dan gini deh sekarang" terang Brian.
Ia memang juga tidak menyangka kalau Levin akan ke bar dan mabuk, tapi mau bagaimana lagi?? semua sudah terjadi, dan Levin mungkin frustasi, karena Clara adalah cinta pertama nya.
Intinya jangan bodoh mencinta!!!
"Lalu sekarang bagaimana keadaan Levin?" Tanya Brian
" Dia stress berat, dokter baru menangani luka bagian luar saja, karena dia belum sadar dari mabuknya, dan karena stress tersebut ia terkena penyakit Bipolar" terang mama Rena dengan lesu
Setelah hening cukup lama, mereka akhirnya diperbolehkan masuk oleh sang dokter.
"Bapak, ibu silahkan jika ingin melihat keadaan saudara Levin" sang dokter mempersilahkan
"Baik dok"
Akhirnya, mereka bisa masuk dan melihat keadaan Levin, huuhh mama Rena benar benar senang.
CEKLEK
__ADS_1
dilihatnya, Levin sudah sadar, dan duduk sambil menyenderkan kepalanya, agaknya masih pusing.
"Nak, gimana keadaan kamu?? Mana yang sakit??" Tanya mama Rena lembut
"Pusing" jawab Levin singkat
Mendengar nada bicara anaknya yang berbeda, mereka menghela nafas, ini bukanlah Levin, bukan!!!
Dan akhirnya, Brian pun iseng bertanya
"Kamu siapa?" Tanya Brian
"Aku Raffa, kamu siapa?" Tanya Levin balik, jangan lupakan nada aegyo nya.
Duh lucunya, batin Brian ingin menguyel nguyel pipi sahabat kecilnya.
Bukannya sedih, papa Angga malah tertawa juga mama Rena tersenyum geli
"Kamu lucu banget sih, kalau gini, papa nggak perlu lagi susah susah buat ngatur kamu" dipikirnya papa Angga, Levin berubah mood menjadi anak kecil.
"Aku bukan anak kecil, mamaa Raffa ngantuk, Raffa mau tidur dulu" kata Levin lalu menarik selimut sampai menutupi wajahnya.
Mama Rena yang melihat hal tersebut tersenyum, sambil membelai rambut Levin dengan penuh sayang.
Percayalah, bagi dirinya yang seorang ibu, anak adalah segalanya, ia tidak akan pernah memandang buruk anaknya apapun keadaannya. Ia akan terus mendukung dan menemani disaat apapun keadaan anaknya.
__ADS_1
🌻🌻🌻