
Budayakan Vote Setelah Selesai Membaca Part Ini
__________________
🍁M.B.B🍁
Sekarang arah pandang Irena tertuju pada Cahya yang berdiri disebelahnya. Cahya yang mendapatkan tatapan seperti itu mulai bingung.
Jangan bilang kalau...
"Bagaimana kalau nak Cahya nemenin Bryan dulu."
Tuh kan bener...
Cahya menatap kikuk kearah Irena. Menolakpun rasanya sungkan tapi mengiyakan malah membuatnya tidak nyaman.
Aduh, eotteohke😭
Menyadari raut keenganan membuat Irena menghembuskan napas panjang.
Baru saja ia ingin menelpon suaminya untuk mengabarkan kalau dirinya tidak jadi ikut, tapi lebih dulu suara Cahya terdengar membuatnya langsung menerbitkan senyumannya.
"Baiklah, ma. Cahya yang akan jagain Bryan selama mama pergi."
"Benarkah?" Irena masih setia tersenyum dan sekarang mulai bangkit dari posisinya yang semula duduk di samping Bryan. Sejak tadi Bryan diam tapi matanya menatap awas kearah ibunya dan Cahya.
__ADS_1
Cahya mengangguk, bahkan ia sedikit meringis pelan begitu melihat reaksi yang diberikan oleh Irena. Terlalu antusias, itulah 2 kata yang ada dipikiran Cahya.
"Kalau begitu, kamu duduk disini." Sambil menyuruh Cahya untuk menggantikan posisinya tadi atau lebih tepatnya duduk disamping Bryan. Kemudian ia melanjutkan ucapannya.
"Mama akan siap-siap dulu. Mama tinggalin kalian, ya." Irena langsung menuju ke kamarnya dan sang suami begitu menyelesaikan kalimatnya.
Suasana yang tercipta begitu awkward menurut Cahya. Bagaimana tidak, ia sendiripun bingung harus bagaimana. Apalagi tatapan Bryan masih menghunus kearahnya membuatnya makin bingung.
"Mau sampai kapan kau diam begitu. Kapan mau mengobatiku."
Cahya langsung gelagapan begitu mendengar perkataan Bryan. Bukannya tadi mama Irena tidak menyuruhnya mengobati Bryan. Dirinya kan hanya menawarkan untuk menjaga bukan mengobati. Perhatikan 2 kata itu baik baik.
Tapi mau tak mau Cahya harus melakukan itu, kalau tidak. Bisa saja orang di hadapannya itu bertambah marah dan malah menyerangnya.
Memangnya Bryan apaan sampai bisa menyerangnya? Cahya merutuki dirinya sendiri begitu pemikiran barusan terlintas diotaknya.
Buru-buru Cahya mengambil baskom air dan handuknya sekalian. Ia mencelupkan handuk kering tadi kedalam baskom yang sekarang ada di pangkuannya.
Ia mengarahkan handuk yang sudah basah itu dan sebelumnya ia juga sudah melipat handuk itu menjadi beberapa lipatan agar lebih mudah digunakan untuk mengompres.
Dengan hati hati ia mengarahkan handuk itu ke beberapa memar dimuka Bryan. Bryan sempat meringis beberapa kali saat handuk yang dipegang oleh Cahya itu mengenai lukanya yang terbuka.
Bahkan Cahya juga ikut meringis seolah merasakan perih yang dirasakan oleh Bryan. Maka dari itulah ia berusaha sepelan dan selembut mungkin saat mengompres wajah Bryan.
Cahya begitu serius mengobati luka Bryan setelah ia mengompres lukannya tanpa menyadari kalau mata dari si pemilik wajah terus menatap lekat kearahnya.
__ADS_1
Awalnya Cahya sengaja tidak mengarahkan matanya ke arah mata Bryan. Ia sendiri bahkan berusaha tidak gugup saat sedang dalam posisi berdekatan dengan Bryan seperti ini.
Tapi lama kelamaan ia bisa menguasai perasaannya. Dengan tenang dan sabar ia terus mengobati luka Bryan.
Cahya tersentak kaget begitu mendengar suara dibelakangnya. "Wah calon menantu mama perhatian sekali dengan anak mama ini."
Siapa lagi kalau bukan Irena. Tapi sesaat setelahnya ia tertawa gemas begitu melihat ringisan kecil dari putranya itu akibat tangan Cahya yang tidak sengaja menekan agak kuat disalah satu luka di muka Bryan.
Cahya sendiripun langsung meminta maaf begitu mendengar ringisan itu keluar dari mulut Bryan. Ia sama sekali tidak bermaksud begitu, salahkan saja rasa kaget yang tiba tiba muncul itu.
Tak ingin mengganggu moment romantis putranya dengan sang calon menantu walaupun faktanya ia sudah sempat menganggu.
"Mama pamit dulu, ya. Kalian berdua hati hati dirumah. Assalamualaikum."
Setelah mendengar balasan salam dari 2 orang yang masih duduk di sofa itupun membuat Irena mulai melangkahkan kakinya menuju kearah mobil untuk segera sampai di bandara.
...Perhatian...
Sakit bgt itu kyknya😂 sampai meringis gitu😄 semoga Cahya yang kena omelan segara gk sengaja nekan lukanya Bryan terlalu kuat ya😆. Kita doakan semoga Cahya baik baik saja💞
Up💞
Masih setia baca M.B.B kan?
Nantikan kehadiran part selanjutnya lagi ya guys😉. Please jangan Copas ya. Tolong hargai usaha saya dalam membuat cerita ini😊
__ADS_1
🍁Terimakasih Semuanya🍁
😍😇😍