My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
66. Kedatangan Tamu Tak Terduga


__ADS_3

Previous Chapter


Cahya pun segera membuka pintu dan menemukan seseorang yang sama sekali tidak disangkanya itu.


Bahkan ia sempat terbengong melihatnya. "Ini beneran?" Tanyanya dalam hati dan masih setia menatap kearah orang di depannya itu.


๐Ÿ’žM.B.B๐Ÿ’ž


Seseorang yang tadi mengetuk pintu rumah Cahya kini menatap Cahya datar. Cahya yang ditatap seperti itu hanya meneguk ludahnya susah payah.


"Ada apa kemari?" Tanyanya membuat orang tadi tak langsung menjawab. Belum sempat Cahya bertanya kembali, suara dari dalam rumah terdengar di telinga Cahya.


"Kenapa masih di luar, suruh Rima masuk, Hya." Itu adalah suara dari bibinya.


Cahya tak menjawab perkataan sang bibi, karena keberadaan seseorang di depannya ini cukup membuatnya bungkam.


Setelah berdiam selama 10 detik, akhirnya Cahya menyuruh sang tamu untuk masuk kedalam rumah.


"Ayo masuk, Vin." Ucap Cahya sambil berjalan masuk kedalam rumah bibinya itu.


Sedangkan orang yang dipanggilnya 'Vin' itu mengikuti langkah Cahya yang kini masuk kedalam rumah.


Risma yang mendengar langkah kaki pun menolehkan pandangannya kearah pintu. Tapi ia agak mengernyit begitu melihat siapa orang yang ada dibelakang Cahya.


Kini Cahya sudah berada didepan sang bibi. Cahya menyadari adanya raut bingung dalam wajah sang bibi.


"Silahkan duduk dulu, Vin." Tawar Cahya yang kini sudah duduk disamping bibinya itu.

__ADS_1


Seseorang itu duduk didepan Cahya dan bibinya Cahya itu. Namun tatapannya beralih pada sosok anak kecil yang berada dipangkuan Cahya.


Kenapa di pangkuan Cahya. Karena tadi anak kecil itu mengulurkan tangannya kearah Cahya seolah meminta untuk dipangku. Dan anak kecil itu adalah Ariel, sang keponakannya Cahya.


"Kamu temannya Cahya, ya? Bibi baru pertama kali melihat kamu." Sang bibi mulai membuka bicara karena ia menyadari baik Cahya ataupun pemuda di hadapannya ini tak kunjung bicara.


"Dia calon tunanganku, bi." Bisik Cahya membuat Risma terkejut. Ia kemudian menatap intens sosok pemuda yang dibilang sang calon tunangan dari keponakannya itu.


Merasa di tatap membuat arah pandang pemuda tadi beralih pada wanita yang diyakininya sebagai ibu dari anak kecil yang sedang berada di pangkuan Cahya itu.


"Perkenalkan nama saya Bryan, Tan." Ucapnya membuat Cahya menurunkan pandangannya. Apalagi diingatannya masih segar tentang kejadian tadi siang itu.


"Oh, begitu. Kalau saya Risma, bibinya Cahya dan ini anak bibi namanya Aziel." Bryan hanya mengangguk sebagai balasannya.


Lalu pandangannya beralih pada Cahya yang tak kunjung menatap kearah matanya itu. Ia agak mengeram dalam hati.


Belum sempat Bryan menyuarakan alasannya datang kemari. Sebuah suara dari luar membuat Cahya menoleh kemudian pamit untuk melihat siapa yang datang. Walaupun sebenarnya Cahya tahu siapa pemilik dari sumber suara itu.


"Sebenarnya saya datang kemari untuk mengajak Cahya pergi keluar. Semoga tante mengizinkan saya membawa Cahya pergi sebentar." Izinnya membuat Risma tampak berfikir sejenak. Kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Baiklah nak Bryan. Tapi bibi mohon jaga Cahya baik baik, ya. Dan ingat jangan pulang terlalu malam."


Bryan yang mendengar persetujuan itupun mengulas senyum yang membuat Risma tertegun karena terpesona



Jangan mengatai bibi Risma genit atau selingkuh batin, ya๐Ÿ˜‚.

__ADS_1


Bibi Risma hanya sempat terpesona bukan jatuh cinta. Dan mana mungkin tida terpesona kalau kalian melihat senyum orang ini.


"Terimakasih, Tan. Cahya pasti aman bersama saya." Ucapnya membuat Risma mengangguk.


Tak lama Cahya masuk diiringi oleh seorang tadi yang bibi Risma ketahui karena ia sering datang kemari. Sedangkan Bryan mengernyitkan dahinya karena merasa tak pernah melihat gadis tersebut.


"Bi, Rima sama Cahya mau pergi sebentar, ya. Anak anak kelas XII IPA 3 ingin mengadakan makan malam diluar. Dan Cahya harus ikut." Perkataan itu membuat Risma bingung harus menjawab apa.


Karena bukannya tadi Bryan minta izinnya untuk mengajak Cahya keluar. Dan ia juga tidak bisa menolak memberikan izin pada sahabat ponakannya itu. Apalagi baik Cahya atau Rima memasang wajah memelas membuatnya bertambah bingung.


Beda lagi dengan Bryan yang kini menatap tajam kearah gadis disamping Cahya yang sepertinya tidak menyadari kalau dirinya kini ditangkap tajam oleh putra semata wayang dari pasangan Sanjaya Wirautama dan Irena Wirautama itu.


Ia merasa kedatangan gadis itu membuat rencana yang sudah disusunnya itu akan berantakan. Belum juga Risma menjawab terlebih dulu Bryan mengeluarkan suaranya.


"Tidak bisa. Cahya harus pergi denganku malam ini." Tekannya pada kata harus itu. Membuat pandangan ketiga wanita berada usia itu mengarah pada Bryan.


...Perhatian...


Ooh O Ooh gimana nih, apalagi sedang dalam mode Bryan lagi๐Ÿ˜ฑ


Up๐Ÿ’ž


Hallo Ya


Masih setia baca M.B.B kan?


Nantikan kehadiran part selanjutnya lagi ya guys๐Ÿ˜‰.

__ADS_1


๐ŸTerimakasih๐Ÿ


๐Ÿ˜๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜


__ADS_2