
🍁M.B.B🍁
Keduanya kini berjalan menuju kearah luar, dimana disana sudah ada mang Asep yang setia menunggu kehadiran tuan mudanya itu.
Vino dan Cahya pun tiba dihadapan mang Asep. Mang Asep pun segera membuka pintu mobil dan mempersilahkan tuan dan nona mudanya itu untuk masuk.
Setelah mengucapkan terima kasih Cahya dan Vino masuk kedalam diikuti oleh mang Asep yang duduk di depan untuk menyetir mobil.
Mang Asep mulai menjalankan mobil menuju kediaman Wirautama untuk mengantar Vino kerumahnya. Selama di perjalanan baik Cahya ataupun Vino hanya diam.
Cahya bingung harus bilang apa. Sedangkan Vino asyik dengan dunianya sendiri apalagi genggaman tangan mereka belum terlepas membuat Cahya agak canggung.
"Apa Vino tidak ingin melepaskan genggaman ini." Tanyanya pada Vino.
Vino pun akhirnya sadar kemudian hanya menyengir kearah cahaya dan tak lama melepaskan genggaman mereka, itu sedikit bisa mengurangi kecanggungan diantara mereka.
15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Vino. Awalnya Cahya ingin segera pulang begitu mengantar Vino tapi Vino menarik tangannya untuk ikut masuk ke dalam.
Cahya pun hanya pasrah saja. Toh melawanpun akhirnya juga sia sia.
"Mama, Vino pulang." Teriaknya membuat Cahya meringis pelan. Bagaimana tidak? Kalau suara Vino begitu nyaring di telinganya.
Tak lama Irena menghampiri putra semata wayangnya itu.
"Vino, jangan teriak teriak," tegur Irena lembut.
Vino yang mendengarnya pun hanya menyengir lucu. "Mama, Vino mau sekolah." Ucapnya polos.
Irena menatap Vino sambil tersenyum, kemudian ia menoleh kearah jam.
"Ya sudah Vino siap-siap dulu. Mumpung masih jam 07.15 pagi."
Vino pun langsung melangkah menuju kamarnya dengan riang. Seolah melupakan kejadian yang baru beberapa puluh menit itu terjadi.
Sekarang pandangan Irena tertuju pada Cahya. Ia mulai mendekat kearah Cahya kemudian mengelus kepala Cahya lembut.
"Mama denger dari mang Asep kalau kemarin Vino sempet ngamuk. Itu bener?"
__ADS_1
Awalnya Cahya terkejut mendengar pertanyaan dari mama Irena. Ia pikir kemarin mang Asep tidak memberitahu perkara Bryan yang tiba tiba muncul itu.
Melihat Cahya yang gelisah begitu malah membuat Irena tahu jawaban apa dari pertanyaannya tadi.
"Mama sudah tau jawabannya. Tapi kamu tidak apa-apa kan? Mama khawatir Bryan berbuat nekat padamu."
Cahya menggeleng pelan, berusaha menyakinkan kalau dirinya baik baik saja. Walaupun ada satu hal yang diambil Bryan darinya dan tidak bisa dikembalikan lagi.
"Bryan memang sempet marah, tapi tidak lama kok ma. Jadi mama tenang saja. Lagian sekarang Vino baik baik saja. Mama tidak perlu khawatir lagi." Cahya memberikan senyum terbaiknya untuk mama Irena yang sedari tadi menatapnya itu.
"Syukurlah, mama sungguh cemas semalam." Kini Irena sudah bisa bernafas lega. Semalaman menahan rasa khawatir itu akhirnya kini ia bisa tenang.
"Ya sudah, kamu siap-siap. Sekarang hari pertamamu masuk ke sekolah Vino, kan?" Cahya mengangguk kepalanya.
Tapi Cahya bingung dengan apa yang harus dikenakannya. Tidak mungkin kan dengan pakaiannya sekarang.
Tidak, terimakasih. Cahya tidak akan mempermalukan dirinya sendiri di hari pertamanya itu.
Irena sepertinya tahu apa yang dipikirkan oleh Cahya membuatnya tersenyum hangat.
"I..iya." Cahya tersenyum malu begitu tahu sang mama menyadari kegelisahan itu.
"Kamu tenang saja, mama sudah siapkan baju seragam kamu diatas ranjang dikamar tamu. Kamu bisa siap-siap sekarang juga. Dan mungkin Vino sebentar lagi selesai." Irena mengatakannya tak lepas menatap calon menantunya itu.
Setelah berpamitan, Cahya mulai melangkah kearah kamar yang kemarin dipakainya untuk mandi itu. Dan benar saja, diatas ranjang sudah ada satu set seragam yang berbeda dari seragamnya dulu.
Jelaslah, kan beda sekolah😄.
Setelah memeriksa ternyata disana sudah ada satu set pakaian dalam juga, membuat Cahya dengan cepat mengambil satu set pakaian itu dan mulai melangkah kearah kamar mandi.
Karena tadi sudah mandi di apartemen Vino, Cahya hanya mengganti piyamanya dengan seragamnya itu.
Tak perlu waktu lama, akhirnya Cahya selesai dan tak lupa ia membasuh wajahnya agar terlihat fresh itu.
Setelah selesai melipat pakaiannya dan meletakkannya diatas nakas, Cahya keluar dari kamar itu tanpa ber make up.
Bagaimana mau pakai make up, kalau ini sendiripun bukan rumahnya. Dan pastinya tidak ada satu barang miliknya yang ada disini.
__ADS_1
Irena yang melihat Cahya keluar dari kamarnya menyuruhnya untuk menghampirinya.
Dan ternyata Vino sudah ada disana lengkap dengan seragamnya itu.
"Cahya, ayo berangkat," belum juga duduk tangan Cahya sudah lebih dulu ditarik oleh Vino membuat tubuh Cahya hampir saja jatuh kedepan. Untung saja pertahannya kuat, coba kalau tidak? Pasti jatuhlah dia.
Mungkin sakitnya nggak seberapa tapi malunya itu loh😂.
#PernahNgrasainSoalnya😄
"Vino hati hati. Hampir saja Cahya jatuh." Irena juga kaget melihat Vino yang langsung menarik tangan Cahya, padahal Cahya sendiripun baru sampai didepannya.
Vino cemberut menatap mamanya itu "Vino tidak mau terlambat, ma."
"Iya mama tahu. Tapi hati hati, jangan langsung menarik tangan orang sembarang." Irena dengan lembut mengatakannya pada Vino.
"Iya ma, maaf." Vino menundukkan kepalanya sambil meminta maaf.
Melihat anaknya yang begitu membuat Irena tidak tega. "Ya sudah, tidak apa apa. Lain kali hati hati, ya." Irena mengelus surai anaknya lembut.
"Katanya mau berangkat, kenapa masih disini?" Irena menggoda anaknya yang beberapa menit yang lalu terdiam akibat merasa nyaman dengan usapan lembut sang mamanya itu.
Vino menyengir sambil menggaruk kepala yang tidak gatal itu. "Kalau begitu Vino pamit ma." Pamitnya sambil mencium tangan Irena begitu pun dengan Cahya yang melakukan hal serupa dengan Vino.
"Cahya juga pamit, ma." Setelah mengatakan hal itu Baik Vino ataupun Cahya melangkah menuju pintu rumah.
Tapi baru beberapa langkah suara mama Irena terdengar membuat Cahya dan Vino menoleh seolah bertanya 'ada apa' kepada mama Irena.
Tapi perkataan dari mama Irena malah membuat Cahya tersenyum malu sedangkan Vino tertawa terbahak bahak.
...Perhatian...
Ada apa gerangan? Ada yang penasaran kenapa Cahya malu sedangkan Vino malah tertawa?
🍁Terimakasih🍁
😍😇😍
__ADS_1