My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
sebelas


__ADS_3

Setelah cukup banyak pertanyaan yang diajukan oleh mama Rena dan papa Angga, yang menurut Anna sangat aneh.


Mungkin mereka sangat menyayangi Raffa sehingga kejadian kecil pun mereka perhatikan dan tanyakan, begitu pikir anna.


Padahal ia tidak tahu yang sebenarnya terjadi pada Raffa, sehingga membuatnya merasa bahwa pertanyaan pertanyaan tersebut aneh dan menurutnya, kan papa dan mama Raffa bisa bertanya kepada Raffa sendiri. Kenapa harus mengundang dan bertanya kepada orang lain??


Tetapi Anna tidak mempersalahkan hal tersebut karena menurutnya, ia dapat membantu itu sudah membuatnya senang.


"Begitu ya, kalau begitu, kami sangat ber terimakasih kepada kamu, karena mau datang ke rumah Tante untuk menjawab pertanyaan yang menurut kamu pasti sangat aneh" ucap mama Rena sambil tersenyum.


"Iya tente, sama sama" jawab Anna tersenyum canggung, iya, pertanyaan yang cukup membuat Anna bertanya tanya, ada apa sebenarnya???


"Kalau begitu, kamu pasti belum sarapan kan??? Ayo sarapan bersama kami" ajak mama Rena


"Aduh, nggak usah Tante, saya...." Belum sempat Anna meneruskan bicaranya, mama Rena sudah memotong nya terlebih dahulu.


"Udah nggak apa apa, nggak ngrepotin kok, saya malah merasa tersinggung jika kamu tidak mau kami ajak bergabung" canda mama Rena, yang membuat Anna mau tidak mau hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah.


Tiba tiba, ada suara orang berteriak nyaring sekali.


"MAH, MAMA!!!!!" teriak Raffa dari dalam kamar milik nya.


Mama Rena, papa Angga, dan Anna pun sontak dibuat terkejut dengan teriakan tersebut.


Nyaring sekali, ringis Anna dalam hati.

__ADS_1


"Sebentar Raffa" ucap mama Rena sambil berlalu ke kamar Raffa.


Ia memanggil Raffa bukan tanpa sebab, tapi setelah mendengar suara anaknya yang berteriak nyaring tadi, sudah dipastikan dari nada bicara nya kalau dia Raffa, bukan Levin.


CEKLEK...


"Ada apa nak" ucap mama Rena khawatir


"Itu diluar ada Anna ya??" Tanya Raffa


"Iya, memang kenapa nak??" Ucap mama Rena bingung


"Duh, baju Raffa udah cocok belum?? Masa iya Raffa keluar tapi nggak kelihatan ganteng, kan malu" ucap Raffa sambil mengerucutkan bibirnya.


"Raffa anak mamah udah ganteng kok, ganteng banget malah" ucap mama Rena meyakinkan.


Karena Raffa memakai celana selutut berwarna hitam, kaos oblong berwarna hitam, apalagi dengan kulitnya yang putih bersih, rambut juga sudah klimis, dan bibir merah alami.


Perfect pokoknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di ruang tamu tempat Anna dan papa Angga sekarang dalam keadaan hening.


Baik papa Angga maupun Anna hanya diam, sampai sebuah suara deheman membuat lamunan Anna buyar seketika.

__ADS_1


"Kamu pasti bertanya tanya, mengapa kami bertanya tentang kegiatan Raffa yang membuat kamu berfikir seharusnya kan bisa tanya kepada Raffa, begitu bukan??" Ucap papa Angga yang refleks langsung diangguki oleh anna.


Papa Angga yang melihat hal tersebut pun tersenyum tipis.


Ia memutuskan untuk memberi tahu kepada anna, karena seperti nya kedepannya, Anna dan Raffa anaknya, pasti berteman.


Dan jika Anna tidak mengetahui kondisi Raffa saat ini, itu pasti nanti berdampak buruk bagi pertemanan keduanya.


Papa Angga pun menceritakan, tentang awal mula Levin kecelakaan, penyebab nya, imbasnya, dan kondisinya terkini.


Semua itu Anna dengarkan secara seksama, dan hanya satu hal yang bersarang dalam ingatannya, yaitu Bipolar.


Anna pun mulai mencerna satu persatu kata dari papa Angga mengenai bipolar hingga ia pun dapat menyimpulkan kejadian saat pulang kemarin.


"Jadi, Raffa terkena penyakit Bipolar, dan sepertinya itu kambuh saat saya meninggalkan nya pulang??" Tanya Anna hati hati. Dan papa Angga hanya mengangguk sebagai jawaban nya.


"Kalau begitu, saya mengerti om" ucap anna sambil tersenyum dan membuat papa Angga juga membalasnya Dengan senyuman.


🌻🌻🌻


*Raffa \= Levin


yang mau lanjut, komen ya....


bentar lagi konflik kok, dan konflik itu kemungkinan bakalan panjang kalau author nggak malas:v

__ADS_1


jadi, semangatin ya😭


__ADS_2