My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
43. Lingkup Amarah


__ADS_3

🍁M.B.B🍁


"Ada apa?" Tanyanya begitu mendapati kalau Dinda yang menggenggam lengannya itu.


Bukannya menjawab, Dinda malah balik nanya membuat Cahya mengangkat kedua alisnya.


"Kau siapanya Bryan?" Tanyanya dengan raut penasaran yang tergambar jelas di wajahnya.


"Kenapa kau ingin tahu? Dan juga kau belum menjawab pertanyaanku tadi." Cahya tampak tak memperdulikan Dinda karena fokusnya saat ini terarah pada Bryan yang tak terlihat jelas dipandangannya.


Dinda yang mendengarnya tentu saja mendengus kesal dengan gadis di depannya itu.


"Jawab saja apa susahnya sih?!" Sentak Dinda pada Cahya membuat Cahya yang sebelumnya menatap kearah jalan dimana Bryan tadi menghilang kini membalikkan pandangannya kearah Dinda.


"Aku temannya," sahut Cahya.


Bukannya merasa puas atas jawaban Cahya barusan, Dinda malah semakin penasaran. Seingatnya dulu Bryan jarang mempunyai sahabat perempuan. Apalagi sampai diajak ke tempat seperti ini.


"Aku tidak percaya." Mendengarnya membuat Cahya mengangkat sudut bibirnya.


Cahya melepas genggaman di lengannya itu, kemudian menatap langsung kearah Dinda.


"Kalau kau tak percaya, itu urusanmu bukan urusanku."


Setelah mengatakan hal tersebut Cahya segera bergegas mencari keberadaan Bryan yang sudah tak terlihat lagi dipandangan mata Cahya.


Ia berusaha mencari sesekali meneriaki nama Vino membuat beberapa pasang mata menatap ke arahnya penasaran.

__ADS_1


Tiba tiba seorang bapak - bapak menghampiri Cahya yang tengah kebingungan.


"Adik kenapa? Sedang mencari seseorang?" Tanyanya pada Cahya membuat Cahya menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu adik ke bagian informasi saja. Agar mereka bisa membantu adik." Saran bapak bapak tadi yang dipanggil oleh Cahya.


"Terimakasih sarannya pak." Cahya tersenyum saat mengatakannya.


Bapak bapak tadi juga ikut tersenyum, "Kalau begitu bapak permisi." Pamitnya yang diangguki oleh Cahya.


Selang beberapa detik Cahya kembali mencari Bryan. Tapi bukannya ke bagian informasi seperti yang disarankan oleh bapak bapak tadi, Cahya malah menuju pintu keluar.


Karena seingat Bryan tadi menuju kearah pintu keluar. Cahya mengedarkan pandangannya kearah luar dan ia menemukan apa yang ia cari.


Segera saja Cahya menghampiri sosok yang dicarinya itu.


"Vi.." Belum sempat Cahya menyelesaikan ucapannya, pemandangan di depannya membuatnya terkejut.


Tanpa ba bi bu lagi Bryan berjalan kearah mobilnya berada.


"Mang ada apa ini?" Tanya Cahya begitu sampai disana.


Mang Asep yang mendengar perkataan calon majikannya itu segera menoleh. "Sepertinya aden Vino sedang marah. Ia bahkan ingin menyetir sendiri." Penjelasan itu membuat Cahya terkejut.


"Baiklah mang, mang pulang saja. Biar Cahya yang menemani Bryan." mendengarnya membuat mang Asep sedikit lega.


"Terima kasih, non."

__ADS_1


"Tidak perlu terimakasih mang. Tapi mang Asep ada uangkan untuk ongkos?" Tanyanya yang tak kunjung dijawab oleh mang Asep.


Tadinya mang Asep memang membawa uang tapi ia meletakan uangnya itu di dalam mobil. Jadi ia bingung harus menjawab apa.


Cahya segera merogoh tas tangannya dan mengambil 2 lembar uang 50 ribuan dan memberikannya kepada mang Asep.


Awalnya mang Asep menolak untuk menerimanya, tapi karena paksaan dari Cahya akhirnya mang Asep menerimanya.


"Itu untuk mang Asep, setelah ini mang Asep langsung pulang saja ke rumah. Biar nanti Cahya bilang sama mama Irena. Hati hati dijalan mang."


"Cahya pamit mang." Lanjutnya kemudian ia berlalu untuk mengejar Vino yang kini tengah membuka pintu mobilnya.


"Tunggu, Vin" Tegasnya yang tak digubris oleh Bryan. Cahya menambah kecepatannya agar tidak ketinggalan Bryan.


Bryan yang tengah di lingkupi amarah tak memperdulikan panggilan Cahya. Bahkan kini ia mulai menyalakan mesin mobilnya untuk segera pergi dari sana.


Begitu mesin sudah menyala, tanpa buang waktu Bryan segera menancap gas.


Cahya yang melihat tidak tinggal diam. Ia refleks bergerak kearah tengah jalan dan merentangkan kedua tangannya sambil menutup matanya, ngeri membayangkan jika dirinya sampai tertabrak.


Cittt


Suara itu begitu menggema di penjuru parkiran. Membuat siapapun yng mendengarnya menjadi ngilu sendiri.


Β 


🍁M.B.B🍁

__ADS_1


🍁Terimakasih🍁


πŸ˜πŸ˜‡πŸ˜


__ADS_2