
Keesokan harinya....
"Raffa udah siap??" Tanya mama Rena menghampiri Raffa yang tengah bersiap menuju ke sekolah.
"Otw" jawab Raffa singkat, yang membuat papa Angga yang kebetulan lewat, melayangkan sindiran kepada sang anak.
"Otw, otw, emang mau kemana?? Orang masih dirumah jawabnya Otw" sindir papa Angga sambil berlalu ke meja makan.
"Apaansih, sewot aja" ketus Raffa.
"Sudah sudah, mama tunggu di meja makan ya" ucap mama Rena
"Iya ma"
Saat dimeja makan, Raffa yang sejatinya cerewet tidak berhenti mengomel saat papanya melayangkan sindiran kepada nya tadi.
"Punya papah kok gini amat, anaknya mau ngapain aja di sewotin, nanti kalau aku nabrakkin mobil mungkin aku bakal dimarahi bukan disewotin" omel Raffa sambil mengambil lauk pauk yang disediakan di meja makan.
"Raffa kalau mau makan diem dulu ya mulutnya, nanti setelah makan ngomel lagi, oke" titah mama Rena yang gemas dengan Omelan Raffa.
Setelah sarapan, papa Angga, mama Rena, dan Raffa langsung menaiki mobil yang dikemudikan oleh sopir papa Angga.
Mereka memiliki tujuan yang berbeda, yaitu papa Angga ke kota untuk mengecek perusahaan, mama Rena ke pasar dan tentunya Raffa ke sekolah.
"Raffa mau turun di belokan, atau langsung ke sekolah??" Tanya papa Angga yang tentunya dijawab belokan oleh Raffa, karena disana terdapat Anna yang menunggu Raffa.
"Belokan"
Sopir yang mendengar hal tersebut pun langsung memberhentikan mobil tepat di depan Anna
"Mah, pah, Raffa berangkat, assalamualaikum" pamit Raffa sambil mencium tangan kedua orang tua nya.
"Hati hati ya nak" pesan mama Rena dan diangguki oleh Raffa.
__ADS_1
Setelah mobil melaju, Raffa dan Anna baru beranjak untuk ke sekolah.
Perjalanan mereka dibumbui dengan ocehan Raffa yang mengeluhkan papa nya yang selalu jahil kepadanya.
Setelah sampai disekolah merekapun berpisah menuju kelas masing masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang nya.....
TRING..... TRING.... TRING....
Bel berbunyi nyaring yang menandakan waktu pulang sudah tiba.
Kali ini, Raffa lah yang menghampiri Anna ke kelasnya karena Anna sedang mengerjakan piket sehingga pulang nya lebih lambat.
Saat sudah sampai di kelas anna, Raffa dikejutkan oleh pemandangan yang tidak ingin dilihatnya, yaitu Anna dan sandi sedang dalam posisi berpelukan.
Saat melihat hal tersebut, Raffa mengepalkan tangannya, emosinya sudah di ubun ubun.
Pandangan nya menajam, dan kesadaran diambil oleh levin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kejadian sebelumnya...
Sandi masih membujuk Anna yang sedang menyapu lantai kelas, dan tanpa Anna tau, ada plastik es yang jika dipijaki oleh seseorang pasti menyebabkan orang tersebut terpeleset.
Dan Anna pun terpeleset plastik es tersebut, tetapi dengan sigap sandi menolong Anna yang hendak terjatuh dan sesaat, pandangan mereka beradu sebelum seseorang dengan kasar menarik sandi dan melayangkan sebuah Bogeman
BUKH........
Sandi terpental ke belakang karena ulah Levin.
__ADS_1
Tentu saja ini Levin, mana mungkin Raffa yang melakukan hal tersebut.
Anna yang melihat hal tersebut pun langsung panik.
Alih alih menolong sandi yang terluka di bagian bibir, ia malah menenangkan Levin.
Ia tahu, jika ini Levin. Dan jika ia menolong sandi, bukannya berhenti Levin malah akan menjadi jadi.
"Stop, kak" pekik Anna pada Levin
"Kamu belain dia??" Tanya Levin sarkas
"Kak, jangan gini, kita selesaikan kesalahpahaman ini dengan baik baik oke, plis jangan gini" isak Anna
Levin yang melihat Anna menangis sambil memeluk nya pun mengusap wajah nya kasar.
Ia menatap tajam sandi yang tergeletak karena Bogeman keras nya.
"Gue peringatin lo! Jangan Deket Deket sama Anna lagi, kalau sampai gue tau Lo Deket sama dia, gue habisin Lo!!" Teriak Levin penuh emosi.
Lalu tanpa aba aba, ia pergi meninggalkan Anna yang terisak.
Melihat hal tersebut, Anna pun mengambil tas miliknya dengan terburu buru.
Tapi sebelum itu, ia menatap ke arah sandi.
"Jangan pernah deketin aku lagi san" ucap Anna lalu berlalu menyusul Levin.
🌻🌻🌻
nggak akan up mungkin selama berminggu Minggu ya guys...
mo PAT soalnya......
__ADS_1
tetep tunggu ya, jangan lupa dukungannya 🙏🙏
sekian terimakasih.......