My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
41. Semburat Merah


__ADS_3

🍁M.B.B🍁


"Syukurlah, aku kira Cahya kenapa - napa." Vino menghela nafas lega. Ia tak lepas memandang Cahya membuat Cahya kikuk dibuatnya.


"Kenapa ngeliatin Cahya terus?" Cahya yang sedari tadi merasa gugup akhirnya buka suara.


Belum ada jawaban dari Vino membuat suasana benar benar awkward, apalagi saat ini posisi sangkar bianglala meraka menuju ke puncak tertinggi.


Cahya yang tak kunjung mendengar respon Vino, balik menatap Vino.


"Kenapa menatapku te..." Belum sempat Cahya menyelesaikan ucapannya, terlebih dulu suara Vino menginterupsi.


"Cahya Cantik."


Dua kata yang tanpa sadar membuat kedua pipi Cahya bersemu merah.


"Ka...u bi...sa sa...ja" karena sangking malunya, ucapan Cahya sampai terbata-bata begitu.


Bukannya menjawab Vino malah tertawa pelan, membuat kadar ketampanan Vino berlipat ganda.


Cahya berusaha mengatur degup jantungnya. Ia merasa jantungnya berdetak semakin kencang kala melihat senyum manis Vino.


Ia mengalihkan pandangannya tak berani menatap kearah Vino. Entah kenapa sekarang ia tampak malu malu.


Padahal baru beberapa menit yang lalu ia nampak sangar saat berhadapan dengan Ibu ibu tadi.


"Cahya kenapa?" Tanya Vino begitu melihat semburat kemerahan di pipi Cahya.


"Apakah masih sakit?" Vino mengira itu akibat tamparan dari ibu berbaju merah tadi. Padahal sebenernya bukan karena itu.

__ADS_1


Malahan Cahya tak merasa sakit di pipi akibat tamparan itu. Mungkin kalau tadi, ia sempat merasa perih. Namun sekarang malah berubah menjadi panas yang membuat Cahya berusaha menutupi dengan menangkupkan kedua tangannya di pipinya.


Hal itu tak luput dari pengamatan Vino yang memang sedari tadi terfokus pada Cahya.


"Tidak sakit kok." Ucap Cahya pada akhirnya.


Vino menatap tak percaya kearah Cahya. "Kalau tidak sakit kenapa dipegangin terus?"


Pertanyaan itu membuat Cahya tersenyum kikuk. Cahya merutuki alasannya tadi yang malah mempersulit saat ini.


"Untuk memastikan saja kok."


"Kalau begitu biar Vino pastikan juga."


Belum sempat Cahya menjawab, terlebih dahulu Vino mendekat kearah Cahya.


Deg


Ditambah dengan situasi mereka sekarang membuat Cahya membeku seketika. Bisa ia rasakan tangan orang lain yang berada di kedua pipinya.


Tangan siapa lagi kalau bukan tangan Vino. Memangnya ada siapa lagi di sangkar bianglala yang meraka naiki.


Deg Deg Deg


"Jantungku." Teriak Cahya yang hanya bisa sampai di tenggorokan.


Cahya tak bisa mengalihkan pandangannya dari Vino yang sedang menatapnya intens. Bahkan untuk bernafas pun rasanya sangat sulit.


Mereka berdua saling diam. Tak ada yang buka suara. Bahkan Vino yang biasanya cerewet kini juga ikutan diam.

__ADS_1


Entah sudah berapa menit mereka dalam pose begitu, yang pasti bunyi deru mesin menyadarkan keduanya dari posisi mereka saat ini.


Vino kembali ke posisinya semula sedangkan Cahya mengalihkan pandangannya kearah lain. Yang pasti bukan kearah Vino.


Ia hanya masih merasa canggung akibat posisinya tadi. Bahkan beberapa kali ia menghela nafas sambil mengusap tengkuknya gugup.


"Cahya lihat itu." Tunjuk Vino kearah luar sangkar yang menampilkan kembang api yang menakjubkan di langit malam.


Cahya pun mengamati apa yang ditunjuk oleh Vino dan seketika matanya berbinar cerah.


Bagaimana tidak, kalau kalian melihat ledakan petasan dari bawah sudah senang apalagi Cahya dan Vino yang melihatnya dari atas.


Rasanya petasan itu ada di sisi mereka, karena jaraknya yang tak begitu jauh dan ada dihadapan mereka. Sungguh pemandangan yang luar biasa.


Mata keduanya tak terlepas dari ledakan warna warni itu. Bahkan mereka tak sadar kalau sangkar bianglala yang mereka naiki sudah berada dibawah, hanya nunggu 2 sangkar lagi unutk bisa turun.


Hingga tiba giliran mereka, Vino yang posisinya memang lebih dekat dari pintu sangkar langsung menggandeng tangan Cahya begitu pintu di buka oleh penjaga yang bertugas disana.


Cahya kembali tercengang karena merasakan genggaman tangan di tangannya. Ia menatap lama gandengan itu tanpa ia sadari ia tersenyum dibuatnya.


🍁M.B.B🍁


...Perhatian...


**Hallo Ya


Masih setia baca M.B.B kan?


🍁Terimakasih🍁**

__ADS_1


πŸ˜πŸ˜‡πŸ˜


__ADS_2