
πM.B.Bπ
Sekeluarnya mobil Bryan dari area parkiran kini mulai melenggang ditengah jalanan yang masih dipadati pengguna jalan.
Sudah tahu jalanan dipenuhi kendaraan, bukannya melambat Bryan malah masih tetap mempertahankan kecepatan awalnya selepas keluar dari parkiran.
Cahya tak kunjung melepaskan genggaman tangannya dari ujung pakaiannya. Ketakutannya makin besar begitu merasakan bagaimana ugal ugalannya Bryan dalam menyetir mobil.
Perut Cahya rasanya kebas dan kaku. Macam mati rasa sangking takutnya dia saat ini.
"Br...Bryan to..long pela..n pe..lan saja." Mohon Cahya pada Bryan yang tak kunjung menuruti permintaannya itu.
Bryan tak terlalu memperdulikan Cahya yang tengah ketakutan itu. Bahkan ia masih setia memasang senyum miring dibibirnya.
Entah niat apa yang terencana di pikiran Bryan saat ini, yang jelas hanya Bryan dan Tuhan yang tahu.
Setelah menjalani 1 jam yang mendebarkan, kini Cahya mulai bisa bernafas lega. Walaupun belum bisa sepenuhnya.
Apalagi sedari tadi Cahya tak berani berbicara pada Bryan. Belum sempat ucapannya keluar. Aura mengintimidasi menguar sangat kuat dari tubuh Bryan.
Cahya baru menyadari kalau sekeliling jalan yang mereka lalui itu sudah jarang ada rumah penduduk. Apalagi minimnya penerangan jalan membuat kegelapan seolah menenggelamkan cahaya dari lampu mobil Bryan.
Seketika rasa ketakutan itu kembali muncul, Cahya berusaha menelan kegugupannya dengan bertanya pada Bryan.
"Kita mau kemana?"
Pertanyaan itu tak mendatangkan jawaban apapun yang lagi lagi membuat Cahya terpaksa berspekulasi sendiri.
"Jangan bilang dia beneran ingin membunuhku" batin Cahya bergidik ngeri.
Berulang kali Cahya mensugestikan dirinya agar apa yang dipikirkannya itu tidak terjadi.
Tapi apa mau dikata, pemikiran itu begitu tertanam kuat seolah tak ingin lepas dari pikiran Cahya. Apalagi fakta yang ia bisa simpulkan kalau mereka ini ada di perbatasan kota dimana hutan yang menjadi batasannya.
__ADS_1
Gelapnya malam semakin membuat bulu kuduk Cahya berdiri. Bahkan ia tak berani menolehkan pandangannya terlalu lama kearah luar jendela. Takutnya ia melihat sesuatu yang tak ingin dilihatnya diluar sana.
"Bry...an kau ma..mau mem..bawaku ke..mana?". Tak bisa dipungkiri kalau Cahya benar benar takut apabila Bryan ternyata benar ingin menghabisinya sesuai perkataannya tadi.
"Bryan," panggilnya kali ini sambil menoleh kearah Bryan.
"Bryan!" Kali ini Cahya memanggilnya agak keras membuat sang pemilik nama menoleh ke arahnya.
"Apa?!" Sentaknya yang tak terima diteriaki oleh Cahya.
"Kau mau membawaku kemana?".
"Terserah aku."
"Apa maksudmu terserah aku, Bryan?" Sekarang Cahya benar benar bingung dengan perkataan Bryan.
"Bukannya kau tadi menantang ku untuk menghabisimu" Bryan memberikan senyum yang entah kenapa terasa mengerikan untuk Cahya.
"Tepat sekali."
Seketika tubuh Cahya melemas begitu mendengar perkataan Bryan barusan.
Keadaan tiba tiba menghening, hanya terdengar deru mobil dan nafas kedua anak manusia itu.
Cukup lama mereka dalam keadaan itu, hingga Cahya membuka suaranya tiba tiba membuat Bryan menoleh sekilas ke arahnya.
"Kau tidak bisa melakukan itu."
Bryan menaikkan sebelah alisnya.
"Atas dasar apa kau bisa seyakin itu?" Cahya memberanikan diri menatap kearah Bryan tepat dimatanya.
"Aku yakin kau tidak akan tega membunuh orang. Walau bagaimanapun kau dan Vino itu satu badan. Dan Vino tidak akan setega itu apalagi padaku yang diangganya teman."
__ADS_1
Ucapan itu membuat sesuatu dalam diri Bryan bergejolak. Tapi ia berusaha mengontrolnya. Tak lama ia mengeluarkan smirk andalannya.
"Sepertinya kau lupa siapa yang berada disampingmu saat ini."
Deg
Intonasi yang Cahya dengar itu begitu dalam dan syarat akan peringatan.
Glup
Dengan susah payah Cahya menelan ludahnya walaupun dengan paksaan darinya.
"Tapi kalian tetap satu badan."
Sepertinya Cahya masih mencoba untuk berpositif thinking.
Bryan tak menjawab malah semakin cepat melajukan mobilnya membuat Cahya reflek memejamkan mata sambil berseru memanggil nama orang di sebelahnya itu.
"Bryan!!"
πM.B.Bπ
...Perhatian...
Masih setia baca M.B.B kan?
Kalau masih, tunggu kelanjutannya di part selanjutnya.
Nantikan kehadiran part selanjutnya lagi ya guysπ.
πTerimakasihπ
πππ
__ADS_1