My Bipolar Boy

My Bipolar Boy
49. Kamar Siapa?


__ADS_3

🍁M.B.B🍁


Rasa pusing kembali membuat Cahya mengeluh pelan, bahkan ringisannya tak bisa ditahannya. Perlahan ia mulai memenjamkan mata guna mengurangi rasa pusing di kepalanya. Dan sepertinya itu cukup efektif mengurangi rasa pusingnya saat ini.


Masih dalam posisi yang sama dimana Cahya menelungkupkan kepalanya pada lipatan tangannya. Cahya masih setia memejamkan mata.


Entah sudah berapa lama Cahya dalan posisi seperti itu. Tapi yang jelas sepertinya ia sudah tertidur hingga tidak menyadari kehadiran sebuah mobil yang mulai mendekat kearahnya.


Mobil itu berhenti persis disamping Cahya. Sang pengemudi turun dari mobil dan segera menghampiri Cahya.


Sejenak ia menatap keadaan Cahya yang sepertinya sedang dalam keadaan terlelap.


Seseorang tadi tak membangunkan Cahya tapi langsung membawanya kedalam mobilnya dengan cara menggendong bridge style dan menempatkan Cahya di kursi samping pengemudi.


Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, seseorang itu lantas menutup pintu dan memutari mobilnya untuk bisa kembali duduk di kursi balik kemudi.


Blam


Bunyi kedua yang dihasilkan dari mobil itu sebelum bunyi klek yang menandakan pintu mobil telah terkunci.


Sang pengemudi menatap sejenak kearah Cahya yang ada disampingnya. Ia mencoba menyingkirkan anak rambut yang menghalangi pandangannya saat menatap Cahya.


Bisa ia lihat jejak air mata di pipi mulus milik Cahya. Diusapnya pelan berusaha agar tidak membangunkan putri tidur itu.


Setelah puas memandangi wajah Cahya. Seseorang itupun melajukan mobilnya ke suatu tempat yang belum pernah didatangi oleh Cahya.


🔛🍀🔛

__ADS_1


Sinar mentari mulai berani menampakkan diri setelah hampir 12 jam mengalah pada pekatnya sang dewi malam.


Sinar yang masih terjaga kehangatannya bisa membuat seorang gadis terbangun karena merasakan hangatnya di wajah cantiknya.


"Nghh," lenguh sang gadis yang kini mulai memfokuskan pandangannya.


Abu abu


Itulah warna yang pertama kali gadis itu lihat begitu ia membuka matanya.


Ia menatap sebuah tempat yang diyakininya sebagai kamar itu dengan raut bingung. Setahunnya tadi malam ia ada ditengah hutan karena di tinggalkan begitu saja oleh Bryan.


Namun saat ini ia ada di sebuah kamar.


Iya sebuah kamar.


Perlu ditekankan lagi?


Dan Cahya ingat betul ini juga bukan kamar Vino. Walaupun warna kamarnya hampir mirip. Tapi tetap saja berbeda. Perabotannya juga terlihat sangat berbeda.


Dikamar ini lebih cenderung minim perabotan. Hanya ada satu nakas, satu home theater, satu ranjang, jendela dan 3 pintu termasuk pintu akses keluar masuk. Sangat berbeda dengan kamar Vino.


Jadi itu kamar siapa. Lantas Cahya segera memeriksa tubuhnya, takutnya ada yang kurang atau berubah darinya.


Seketika matanya melebar begitu menyadari pakaian yang semalam dipakainya sudah berubah menjadi piyama sutra berwarna navy itu.


Perlu ditekankan lagi? Berubah.

__ADS_1


Iya berubah?!.


"A..apa ini da..n sebe..narnya aku.ada..di..mana." Belum surut juga kebingungan Cahya saat ini, kini harus ditambah lagi dengan kehadiran sesorang dari balik pintu berwarna putih itu.


Seketika matanya melebar begitu melihat siapa yang datang dan berjalan ke arahnya itu yang bahkan masih setia membeku diatas ranjang yang diyakininya milik orang itu.


"Kau?!"


Jujur Cahya terkejut melihat seseorang yang dikenalnya itu.


...Perhatian...


**Hoam, sudah selarut ini ternyata😪. Seperti aku butuh banyak asupan tidur untuk malam ini. Jadi cukup sampai sini dulu ya.


Jangan pada kecewa ya karena penasaran😉, jika kondisiku sudah fit lagi aku pasti akan menyapa kalian semua dengan up part selanjutnya.


Tahan tahan dulu ya penasarannya😄**.


Hallo Ya


Masih setia baca M.B.B kan?


Nantikan kehadiran part selanjutnya lagi ya guys😉.


🍁Terimakasih🍁


😍😇😍

__ADS_1


__ADS_2