
"kau itu kemarin bermain bersama suamiku! Dan aku bukan orang bodoh, sehingga tidak tau semua yang dilakukan oleh suami ku dibelakang ku, termasuk kelakuan dirimu, sudahlah jangan macam macam namamu mau ku sebar di internet??" Ancam wanita itu.
" Jangan nyonya, kami mohon jangan! Setidaknya, pikirkan kami para guru jika sekolah ini tercemar nama baiknya dan ditutup" mohon sang kepala sekolah.
"Aku tidak peduli! Itu resiko sekolah yang tidak bisa mengajarkan muridnya dengan baik! Dan sekarang, jika kau mau aku tidak melaporkan ini kepada dinas, segeralah tangani sekarang juga!" Tekan wanita itu.
"Kami akan menindak tegasi hal ini, kamu Clara , mulai sekarang, kamu bukan murid SMA ini lagi! Sekarang kamu pergi dari sini!" Usir kepala sekolah.
" Tapi pak..." Saat Clara hendak protes, guru BK sudah menyela terlebih dahulu.
"Kami tidak menerima nego!" Ucap sang guru.
Dengan kesal plus menahan malu, Clara pergi ke kelas. Mengambil tasnya lalu pergi tanpa memperdulikan ocehan dari teman temannya.
"Sial, tau gini aku ambil orang di club aja, akkhhh" maki Clara.
Lalu ia mengeluarkan handphone nya guna menelepon sang mama.
"Mah, jemput aku sekarang juga!!!"
Tuuttt...
Tak lama, ada mobil sampai di depan Clara. Ia mengernyit bingung, pasalnya ini bukan mobil mamanya.
"Masuk dulu nak" ucap orang didalam mobil tersebut.
__ADS_1
Clara masuk lalu bertanya kepada sang pengemudi mobil.
"Anda siapa??? Mama saya juga mana???" Tanya Clara
"Mama mu di rumah sakit" sahut orang itu santai.
"Apa maksudmu" ucap Clara bergetar
"Kau akan tau sendiri nanti"
Clara diam, begitu pun orang yang berada satu mobil dengannya sekarang.
Setelah sampai di rumah sakit, Clara mengekor pada pria yang tadi. Mereka sampai di sebuah ruangan terisolasi. Bertuliskan
"dilarang masuk kecuali dokter dan keluarga khusus pasien tertentu"
Jantung nya berdegup kencang, napasnya pun tersenggal senggal. Pikiran buruk mulai hinggap di pikiran nya tentang kondisi ibunya saat ini.
"Nak" panggil seorang perempuan begitu lirih.
"Ma.. mama" jawab Clara sambil berkaca kaca.
Mama nya sekarang terbaring tidak berdaya. Dengan mata sayu yang membuat dunia Clara serasa runtuh. Apapun yang terjadi, itu tetap ibunya bukan???
Ia tidak menyangka ini semua terjadi. Tadi pagi ibunya masih baik baik saja kan??? Bahkan mengantarkan ia ke sekolah, walau wajahnya agak pucat dan lesu, tetapi ibunya baik baik saja kan.
__ADS_1
Tunggu, mamanya terkena AIDS, lalu bagaimana dengan dirinya??? Tadi ia sempat bertukar minuman dengan sang mama, oh yaampun ia menggeleng pelan mengusir pikiran yang membuat nya menderita.
"Mama cepat sembuh ya" ucap Clara bergetar.
Lalu ia keluar dari ruang tempat di rawat mamanya. Ia duduk dengan pandangan kosong.
Lalu pandangan nya beralih pada pria di sampingnya. Cukup tampan dan sepertinya mapan.
"Om yang bawa mama saya ke rumah sakit???" Tanya Clara
"Iya, mama mu tadi pingsan di swalayan" jawab nya datar
"Makasih om, oh ya om mau....." Belum sempat Clara berbicara, pria itu menyela.
"Tugas saya sudah selesai, saya pamit. Saya harap kalian berhenti dari pekerjaan itu, atau ibumu bisa meninggal" ucap pria itu sambil terkekeh kecil dan melangkah pergi.
"Tau apa anda tentang pekerjaan mama saya! Jangan sok tau ya anda" murka Clara karena merasa di hina.
Pria itu menyeringi berbalik sebentar lalu berucap santai.
"Semua tentang kamu saya tau, apalagi dengan keadaan mama kamu, saya menjadi yakin siapa kamu" ucap pria itu menatap tajam Clara, lalu pergi.
🌻🌻🌻
lanjut??? komen!!!
__ADS_1
kenapa gitu?? biar aku tau siapa yang Sudi baca🤧