
"Dasar, anak tidak punya sopan santun. Berani beraninya dia mengabaikan kami yang sedang menungu? Benar benar harus dikasih pelajaran itu anak!"
"Siapa yang akan dikasih pelajaran? Saya?"
Ratu Amuba langsung terkesiap. Niat hati ingin berpura pura bersikap baik kedapa Jenita tapi saat ini, dia malah kepergok oleh Jenita. Ratu Amuba langsung salah tingkah dibuatnya. Rasa kesal yang ada dalam hatinya segera dia hempaskan agar bisa bersandiwara di depan anak tirinya.
"Hehehe ... bukan, Jenita ku, sayang. Saya mana berani bertindak lancang pada putri yang cantik ini," ucap Ratu Amuba mulai bersandiwara.
Kening Jenita dan Jack sontak mengernyit bersamaan. Bahkan para pelayan dan penjaga juga ikut menyernyitkan keningnya. Melihat Ratu Amuba yang tiba tiba bersikap lembut, tentu saja menumbuhkan rasa heran siapapun yang melihatnya.
"Wah! Putriku, ayah pikir kamu tidak mau menemui ayah. Bagaimana kabarmu, putriku? Apa kamu dalam keadaan baik?"
Belum hilang rasa terkejutnya oleh sikap Ratu Amuba, Jenita dan semua yang ada disana kembali dibuat terkejut dengan sikap Raja Damendra. Apa yang terjadi pada mereka? Kenapa mereka mendadak berubah sepetti ini? Beragam pertanyaan tentu saja langsung bermunculan dalam benak mereka.
"Ada perlu apa lagi ayah datang kemari? Apa karena ayah belum membawa harta dari sini, jadi ayah datang lagi bareng dia?" tanya Jenita sinis. Sikapnya menunjukkan kalau dia tidak suka dengan datangnya sang Ayah dan ratunya. Jenita melangkah dan duduk di singgasananya, sedangkan Jack duduk di kursi yang biasa di gunakan untuk tempat duduk ajudan.
Raja Damendra mengambil tempat duduk yang ada dihadapan Jack. "Ayah kesini untuk minta maaf atas sikap ayah kemarin, dan ayah juga minta maaf kalau selama ini ayah selalu menyakiti kamu."
__ADS_1
Dua pasang mata milik anak muda yang ada disana terdiam masih dengan herannya.
"Benar, Jenita. Kami kali ini datang karena mau minta maaf atas sikap perlakuan kami terhadapmu," sambung Ratu Amuba yang duduk disebelah Raja Damendra. Sesekali keduanya juga melempar senyum kepada Jack. Entah apa maksudnya, tapi Jack merasa sikap mereka berdua sangat aneh.
"Terus jika kami sudah mau memaafkan kalian, apa yang akan kalian lakukan? Apa kalian akan segera pergi?" pertanyaa Jenita langsung saja membuat keduanya terkejut. Bagaimana mungkin mereoa akan pergj kalau mereka nelum berhasil menjalankan misinya.
"Tidak," jawab Raja Damendra dengan cepat. "Ayah cuma pengin kenal dengan pria tampan yang bersamamu ini."
Kening Jack lagi lagi berkerut dan dia pun akhirnya mengeluarkan suaranya. "Kenal dengan saya? Kenapa?"
Dua manusia yang ada di hadapannya langsung memasang senyum palsunya. "Karena saya sebagai orang tua Jenita harus tahu, siapa laki laki yang dekat dengan anak saya. Saya harus tahu jelas asal usul laki laki itu, karena saya tidak mau putri saya memilih laki laki yang salah dan suka berkhianat."
"Loh? Kenapa? Apa yang saya katakan benar, bukan?" Balas Raja Damendra tanpa mengerti maksud dari pertanyaan Jack.
"Hahaha ... yang diucapkan anda memamg benar, tapi bukankah laki laki yang anda sebutkan itu sama dengan anda sendiri? Memangnya anda tidak suka berkhianat?"
Raja Damendra dan Ratu Amuba dibuat terkejut oleh jawaban Jack. "Maksud anda apa?" tanya Raja Damendra dengan menahan emosi.
__ADS_1
"Hahaha ... anda tidak mau putri anda dikhianati oleh laki laki lain, tapi anda justru berkhianat dan menyakiti putri anda dengan wanita ini! Hahaha ... anda lucu," sindir Jack.
Dada Raja Damendra langsung saja bergemuruh. Tapi dia harus menahannya demi satu tujuan yang telah dia rencanakan bersama wanita disebelahnya. Ratu Amuba juga juga ingin mengeluarkan amarahnya. Tapi dengan sekuat tenaga dia menahannnya. Ratu Amuba tidak ingin ide cemerlangnya gagal totol hanya gara gara terpancing emosi.
"Intinya, jika anda serius dengan putri saya, secepatnya anda harus menikahinya. Bukankah anda harus tanggung jawab karena anda telah meniduri putri saya?" ucap Raja Damendra lansung ke arah tujuannya.
"Harus? Apa anda yakin?" Jack malah melempar pertanyaan balik.
"Sangat yakin, dan anda harus segera melaksanakan pernikahan kalian," desak Raja Damendra.
"Kalau saya tidak mau, bagaimana?" pertanyaan Jack sontak membuat tiga orang yang ada dihadapanya membuka lebar lebar matanya.
"Apa maksud anda?" kini Ratu Amuba yang bertanya.
"Apa pertanyaan saya kurang jelas. Kalau saya tidak mau menikah dengan Ratu Jenita, bagaimana?"
Hati Jenita langsung mencelos. Ada rasa nyeri saat mendengar pertanyaan Jack yang terdengar tegas dan jelas. Dengan pelan dan hati yang remuk, Jenita pun berkata, "Tidak apa apa. Terima kasih sudah jujur sama saya, Tuan."
__ADS_1
Deg!
...@@@@@...