NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Protesnya Rahul


__ADS_3

Setelah pembicaraan empat mata, kini Jack, Jenita, Nikki dan Nafata kembali mengurus apa yang sedang terjadi di luar istana. Keadaan sekarang lebih tertib sejak bebebarapa saat yang lalu. Jack juga berhasil memberi nasehat pada orang orang yang ingin menjadikannya Raja. Jack bilang pada mereka kalau saat ini yang lebih penting adalah meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan diri agar semakin unggul dan siap tanding jika ada serangan dari musuh.


Jack dan Nikki juga ikut turun tangan mengawasi para penduduk yang berlatih bela diri. Tak jarang, mereka juga ikut berbaur dalam latihan bela diri para warga. Jack dan Nikki juga terlibat langsung dalam mengawasi pembuatan senjata.


Sebenarnya untuk urusan senjata, sudah diserahkan kepada Rahul. Bahkan pria keturunan india itu ikut merancang senjata dengan mencontoh dari aplikasi game yang sering Rahul mainkan di dunianya. Tapi saat ini pria itu sedang asyik membobol mahkota wanita karena bosan sering ditinggal sendirian.


"Astaga! Kamu ngapain disini?" tanya Jack saat melihat Rahul keluar dari salah satu tenda.


"Bercinta dong, ngapain lagi," balas Rahul sambil merapikan pakaiannya. Jack dan Nikki hanya mampu geleng geleng kepala. Di dalam tenda terlihat seorang wanita terkapar lemas tapi terlihat sedang tersenyum bahagia.


"Kamu nggak takut Insana marah?" tanya Nikki. Lalu ketiga pria itu berjalan beringinan.


"Yang harusnya marah itu aku! Dari pagi dia benar benar tidak kelihatan wajahnya. Dia terlalu sibuk ngurusin oang lain sampai aku nggak di urusin. Sampai sekarang aja aku belum makan," gerutu Rahul terdengar sangat kesal.


"Ya kamu harus ngertiin dong, Hul. Dia kan sibuk karena memang dia sedang menjalankan tugasnya," ucap Nikki mencoba meminta pengertian pada Rahul.


"Kurang ngerti gimana lagi? Udah dua hari dia cuekin aku dari pagi. Padahal malamnya nggak ada masalah apa apa. Tapi tiap pagi sampai petang, dia sama sekali tidak menghiraukan aku. Padahal aku cuma ingin sama seperti kalian tapi yang ada, aku malah sering dibuat sendirian," keluh Rahul.

__ADS_1


"Ya sudah, nanti malam coba kamu bicarakan dengan Insana. Dari hati ke hati. Agar kalian bisa saling mengerti," ucap Nikki menasehati.


"Benar, apa yang dikatakan Nikki," Jack menimpali. "Ngomong ngomong kamu sudah membobol berapa wanita, Hul?"


"Hari ini baru dua."


"Astaga! Masih kurang?" tanya Jack terkejut.


"Nggak usah munafik, kalian juga sebenarnya pengin kan? Tapi kalian takut sama wanita kalian, hahaha ..." ucap Rahul penuh ejekan.


"Ah sial kamu! Nggak usah buka kartu kali."


"Bukannya kami nggak mau bantu, Hul. Kami menjaga perasaan wanita kita aja. Lagian kan mereka sudah ngijinin kita bercinta dengan wanita lain tiga hari sekali. Ya bagi aku itu cukuplah. Aku nggak mau serakah. Mentang mentang lagi banyak perawan," balas Nikki.


"Betul!" seru Jack. "Lagian di istana ini lagi banyak masalah, Hul. Makanya kita nggak boleh egois. Ada banyak hal yang harus kita utamakan. Bukan sekedar bercinta saja."


"Iya, aku juga tahu," sungut Rahul. "Aku kan hanya melampiaskan kesepianku saja. Coba Insana bisa bebas kayak Jenita dan Nafata. Nggak bakalan aku kayak gini."

__ADS_1


"Iya iya, ya udah, jangan marah dong."


Obrolan mereka pun berakhir begitu memasuki bangunan belakang istana.


Sedangkan di tampat lain. Tepatnya di salah satu sisi pantai pulau kerajaan Kagomara, terlihat tiga pria turun dari sebuah kapal. Awalnya mereka heran dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Tapi lama kelamaan mereka yakin, dengan banyaknya pria berdatangan ke pulau itu, berarti ada sesuatu yang terjadi pada pulau ini.


"Apa mereka semua pada pergi ke pusat istana?" tanya salah satu pria sambil mengikuti langkah beberapa pria di depannya.


"Sepertinya begitu. Mending kita ikuti mereka saja," sahut pria yang lain. Dua rekannya langsung setuju.


Namun saat mereka melewati pasar, mereka menutuskan beristirahat di sebuah warung untuk melepas lelah. Di saat merek sedang menikmati suasana, mereka dikejutkan dengan pembicaraan dua wanita dari dalam warung tersebut.


"Kutukan naga yang ada di tubuh kamu, sudah luntur belum."


"Ya belumlah, masih nunggu giliran. Mana masih banyak yang belum dilunturkan lagi."


"Ya mending kamu secepatnya dilunturkan. Enak banget loh saat lubang kita dimasukin milik pria. Kita seperti terbang tinggi gitu."

__ADS_1


"Wah! Aku mau!"


...@@@@@...


__ADS_2