
Setelah selesai menyantap hidangan bersama para wanitanya, Jack dan kawan kawan kembali bergabung bersama para warga untuk melanjutkan latihan mereka. Bukan hanya berlatih saja, mereka juga mengawasi serta memberi arahan kepada para penduduk. Meski Jack, Nikki dan Rahul tidak memiliki keahlian khusus dalam peperangan, tetapi mereka sebisa mungkin mennyusun dan merencanakan sebuah strategi kepada para warga. Karena mereka tahu, para penduduk saat ini sangat bergantung pada mereka.
Jenita, Nafata dan Insana juga ikut berlatih untuk menyempurnakan bela dirinya. Sebagai orang yang paling penting dikerajaan Kagomara, Jenita tetap harus ikut turun tangan dalam usaha untuk menyiapkan diri jika terjadi peperangan. Sebagai wanita yang kehilangan kasih sayang orang tua menjadikan Jenita sebagai wanita yang mandiri dan pembangkang juga pemberani.
Rasa semangat untuk tetap menjaga dan mempertahankan keraajaan ini, juga sangat disambut dengan antusis oleh Nafata dan Insana. Dua sahabat yang ditinggal pergi orang tua mereka itu, juga tak kalah semangat dalam ikut latihan bersama para wanita yang lain.
Disaat hampir semua orang sedang sibuk berlatih dan melakukan aktifitas sehari hari, di tepi pantai, dua wanita dengan santainya turun dari kapal yang membawa mereka dan menyembunyikan kapal di semak semak yang letaknya tidak jauh dari pantai.
Dua orang itu datang dalam misi khusus yang mereka terima dari Raja dan Ratu mereka. Secepatnya, mereka harus bisa melaksanakan tugas itu dengan baik. Dua orang itu menyusuri jalanan yang menuju ke arah Istana Kegomara. Mereka menyapa setiap orang yang bertemu tanpa rasa takut dalam diri mereka.
Hingga beberapa lama kemudian, sampailah dua orang berjenis wanita itu di depan pintu gerbang Istana Kagomara yang sedang terbuka. Agar terlihat lebih akrab, mereka menghampiri dua penjaga wanita yang bertugas disana. Mereka saling menyapa karena sudah saling kenal sebelumnya.
"Tumben kalian kesini cuma berdua? Raja Damendra dan Ratunya nggak marah?" tanya penjaga satu.
"Hehehe ... iya nih. Kebetulan, kita dibolehkan libur selama beberapa hari kedepan. Jadi karena tidak ada kerjaan, kami memutuskan main di pulau ini," ucap wanita pendatang satu.
__ADS_1
"Emang di kerajaan sana ada liburnya?" tanya penjaga dua.
"Ya ada dong. Kita mendapat jatah libur itu selama empat hari dalam satu purnama. Dan hari ini giliran jatah kami." Jawab pendatang satu.
"Eh ngomong ngomong, disini kok jadi banyak pria yang datang? Apa yang terjadi sini sih?" tanya pendatang dua.
"Rahasia dong," jawab penjaga dua.
"Dih main rahasia segala," balas pendatang dua.
"Ya jelaslah rahasia, tapi yang penting dan harus kalian tahu, kutukan Naga dari laut timur, sudah banyak yang luntur gara gara para pria itu."
"Hahaha ... bisalah. Kan ada rahasianya."
"Rahasia? Rahasianya apa?"
__ADS_1
"Ya rahasia dong. Masa rahasia di omongin."
"Ah kalian ini, kayak sama siapa aja."
Dua penjaga istana hanya bisa tertawa melihat wajah penasaran dua perempuan yang bekerja sebagai dayang di Istana Raja Damendra. Dua penjaga istana dan penjaga yang lainnya, memang tidak dijinkan cerita ke siapapun mengenai yang apa yang sedang terjadi pulau ini.
Merasa tidak mendapatkan Informasi yang penting, dua wanita pendatang itu lantas minta ijin untuk berjalan di sekitar istana. Dua penjaga tentu saja mengijinkan. Kedua wanita itu segera saja beranjak menuju ke arah samping istana.
Tanpa kedua wanita pendatang itu ketahui, salah satu penjaga istana berinsatitf mengikutinya. Penjaga merasa aneh saja dengan kedatangan dayang Istana Raja Demendra itu. Baru kali ini dayang ada jatah libur kerjanya. Dari sanalah dua penjaga istana merasa curiga terhadap mereka hingga salah satu penjaga memutuskkan mengikuti keduanya.
Kedua pendatang wanita itu ternyata juga mencoba mencari informasi kepada penjaga dan dayang istana yang lainnya. Beruntung para penjaga dan dayang tak satupun memberikan informasi yang membuat dua wanita itu merasa puas. Tapi mereka tidak putus asa. Mereka tetap berlagak santai sembari menuju tempat target utama.
"Ngapaian mereka mendatangi meja makan Ratu Janeta?" tanya penjaga istana dalam benaknya. Kebetulan tempat itu sepi. Jadi dengan mudah dua wanita pendatang itu bebas menyelinap.
"Apa yang sedang mereka lakukan?" tanya penjaga itu lagi dalam hatinya. Dua wanita itu sedang mengolesi gelas dan sendok yang dideretan kursi yang sering di duduki tiga laki laki saat makan bersama di dalam Istana. Dua wanita itu tahu, tempat itu sering dipakai Jack dan dua temannya ketika makan karena info yang dia dapat saat ngobrol bersama dayang.
__ADS_1
"Aneh, sepertinya mereka memang merencanakan sesuatu. Aku harus segera melaporkannya."
...@@@@@...