NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Kejutan Dari Jack


__ADS_3

"Tuan Naga," panggil Jack.


"Iya, Tuan Jack."


"Saya serahkan Raja Roma kepada anda, karena menurut saya, andalah yang berhak menghukumnya!"


Semua nampak terkejut mendengar keputusan Jack yang terbilang mendadak dan sangat di luar rencana. Meski mereka terkejut, tapi tidak ada satupun dari mereka yang mencegah keputusan Jack. Mungkin mereka berpikir keputusan Jack adalah keputusan yang tepat, makanya tidak ada seorangpun yang mencegah atau mengeluarkan rasa keberatan.


Raja terkejut juga terlihat dari raut wajah sepasang naga. Mereka tidak menyangka akan diberi amanat seperti itu. Meskipun tanpa perintah Jack, Naga jantan mampu memberi hukuman kepada Raja Roma. Tapi dia tidak melakukannya karena beranggapan kalau semuanya akan diselesaikan oleh Jack dan yang lainnya.


"Tuan Jack, kenapa anda menyerahkannya pada saya?" tanya Naga Jantan yang tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut dari wajahnya.


Jack lantas tersenyum. "Karena anda yang lebih berhak untuk melakukannnya, Tuan Naga."


Naga semakin terkejut mendengar jawaban dari Jack. Namun genggaman tangan Naga betina mengalihkan pandangannya dan Naga jantan menatap sang istri. Naga betina mengangguk. Dari tatapan mata Naga betina, Naga jantan seakan mendengar kalau sang istri menyuruhnya untuk menyanggupi permintaan Jack.


"Baiklah, Tuan Jack. Saya akan melaksanakan apa yang anda inginkan," Naga jantan akhirnya mau menerimanya.


"Terima kasih, Tuan Naga."


Diantara mereka ada sekumpulan mata yang menatap kejadian itu dengan tatapan yang menunjukkan ketidak percayaan. Siapa lagi kalau bukan Raja Roma dan pasukannya. Mereka tidak menyangka kalau dua orang itu adalah Naga, dan Naga itu terlihst sangat patuh kepada pria asing yang tubuhnnya penuh gambar.

__ADS_1


"Oh iya, Tuan Naga. Saya hampir lupa," ucap Jack lagi.


"Ada apa lagi, Tuan Jack?" Jawab Naga.


Jack tidak langsung menjawab, tapi dia tersenyum sambil menoleh ke arah Nikki dan Rahul serta memberi kode dengan mata dan anggukkan kepala. Nikki dan Rahul mengerti apa yang Jack maksud. Mereka berdiri dan mnggerakan tangan mereka menuju ke arah leher.


"Apa! Itu!" pekik Raja Roma. "Batu bercahaya ungu!"


Nikki dan Rahul melepas kalung dan memberikan bagian batu berwarna ungu kepada Jack. Bagitu juga dengan Jack, dia melepas batu yang ada dikalungnya. Terus ketiga bagian batu Jack satukan dan menyalalah batu tersebut.


Semua mata sontak terpesona melihat batu bercayaha ungu itu memancarkan cahayanya, termasuk Raja Roma. Batu yang selama ini dia cari kini ada di depan matanya. Otaknya langsung bekerja cepat. Ini kesempatan. Dia harus bisa merebut batu itu.


Naga jantan dan Naga betina sontak berdiri dari tempat duduknya. Matanya berkaca kaca menatap batu yang selama ini mereka cari. Naga Jantan melangkah menggandeng tangan Naga betina yang sedang menangis haru karena rasa bahagia.


Namun di saat Naga Jantan dan Naga betina hampir sampai ke tempat berdirinya Jack, tiba tiba Raja Roma bangkit dan berlari ke arah batu bercahaya ungu berada.


"Itu milik saya!" teriak Raja Roma.


Semua mata yang sedari tadi fokus menatap batu tentu saja sangat keget melihat Raja Roma bangkit dan berlari. Semua mata membelalak. Namun Jack untungnya cepat sadar dari rasa terkejutnya. Begitu Raja Roma hampir menabrak tangan Jack, pemuda itu langsung memutar badan serta tangannya hingga Raja Roma kebablasan dan hampir menabrak Nafata. Beruntung wanita itu lansung berdiri dan bergeser hingga Raja Roma yang hilang keseimbangannya langsung menabrak kursi itu.


Brak!

__ADS_1


"Akhh!"


"Yang mulia!" seru anak buah Raja Roma melihat Raja mereka tersungkur. Tapi mereka tidak bisa memberi pertolongan apa apa.


"Apa yang anda lakukan?" Tanya Jack dengan senyum penuh ejekan. "Anda menginginkan ini?" Jack memamerkan batu yang masih bercahaya indah.


"Batu itu milik saya! Milik saya!" teriak Raja Roma seperti orang gila dan langsung diamankan oleh Nikki. Jack hanya menyeringai dan lalu pandangannya kembali kepada sepasang Naga jantan dan Naga betina yang berdiri tak jauh dari dirinya.


"Ambillah, Tuan Naga," titah Jack.


Naga Jantan dan Naga betina maju lebih dekat. Menatap tak percaya kalau batu itu kini ada di hadapan mata mereka. Tangan Naga betina bergetar saat bergerak menerima batu naga miliknya.


"Suamiku," ucap Naga betina menatap suaminya dengan air mata yang kembali berlinang saat batu bercahaya ungu sudah berada di kedua tangannya.


"Satukanlah dengan tubuh kamu, istriku," titah Naga jantan dengan lembut.


Naga betina mengangguk pelan lalu dia menghentikan tangisannya dan fokus menatap batu itu. Batu naga seketika berubah mengecil dan Naga betina segera menelannya.


"Tidak! Itu Milik saya!"


@@@@@@

__ADS_1


__ADS_2