NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Terkoyak Bersama


__ADS_3

Satu, dua, tiga!


Jleb!


"Aaaakh! Tidak!"


"Kenapa teriak, Sayang? Sakit ya?" tanya Nikki lembut dengan wajah terlihat khawatir. Hentakan pinggangnyapun dia hentikan.


Sembari menahan perih yang luar biasa, Jenita menatap pria yang sedang berada diantara kedua kakinya. "Kamu masih hidup, Tuan?" ucap Nafata dengan suara agak terbata.


Nikki langsung saja mengulas senyum. "Aku baik baik saja, Sayang," balas Nikki lalu dia mengeluarkan benda menegang miliknya dari dalam lubang nikmat Nafata dan menunjukkannya ke wanita itu. "Lihat! Ada darahnya. Ini tandanya mahkota kamu sudah hilang dan kamu aman sekarang."


"Benarkah?" tanya Nafata dengan mata berbinar dan langsunf Nikki mengangguk pasti. "Terima kasih, Tuan."


"Ya udah aku masukin lagi ya? Kamu tahan rasa sakitnya, Sayang? Cuma sebentar kok."


"Baik, Tuan!"


Sejenak Nikki membersihkan darah yang menempel di ujung benda menegang dengan sembarang kain, lalu dia kembali bersiap memasukan benda menegangnya ke dalam lubang nikmat secara perlahan.


"Akh!"


Sementara itu di kamar utama istana, kegiatan yang sama juga sedang berlangsung antara Jack dan Jenita. Pria itu juga baru saja berhasil merobek mahkota Jenita. Sang Ratu pun meringis kesakitan saat mahkotanya berhasil dikoyak.


"Anda masih hidup! Jadi anda berhasil?" tanya Jenita ditengah rasa perihnya yang menjalar tubuhnya.

__ADS_1


"Ya seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja," balas Jack. "Sekarang kita lanjut ritualnya. Ditahan rasa sakitnya ya, Ratuku?"


Jenita mengangguk. Dengan senyum bangga, Jack kembali mengarahkan benda menegangya ke dalam lubang yang masih sangat sempit. Jack yang sudah berpengalaman, tentu saja sangat menikmatinya meskipun ini bukan mahkota pertama yang dia koyak. Sebelumnya Jack sudah merasakan satu kali nikmatnya mahkota wanita.


Begitu seluruh benda milik Jack sudah masuk masuk ke dalam lubang Nikmat, Jack mencodongkan badannya hingga wajahnya berhadapan dengan wajah Jenita lebih dekat. Jack tahu, Jenita sedang menahan rasa perih saat ini. Agar rasa perihnya tersamarkan, Jack mendaratkan bibirnya ke leher Jenita dengan segenap perasaan.


Pelan tapi pasti, Jack mulai menggerakan pinggangnya. Jenita masih merintih hingga Jack merasa tidak tega. Tapi mau bagaimana lagi, memang jalannya seperti itu. Jack harus membuang rasa kasian agar Jenita bisa meraih kenikmatan bersamanya.


"Aakh! Akh! Akh!" rintihan Jenita sudah terdengar berbeda. Jack pun tersenyum dan menatap wajah wanita itu lalu menempelkan bibirnya.


"Gimana? Sudah enak?" tanya Jack lembut, Jenita hanya mengangguk saja. "Biar lebih enak lagi, aku akan percepat sedikit gerakannya."


Jenita hanya terdiam. Dia sudah pasrah dengan pria yang berada di atas tubuhnya.


Kejadian yang sama juga terjadi di dalam kamar sebelah kamar Nikki. Sepasang pria dan perempuan juga sedang berada dalam satu ranjang dengan posisi pria di atas dan wanita di bawah. Meski sama sama melakukan hubungan suami istri, tapi ada yang berbeda dari pasangan Rahul dan Insana.


"Udah dong, Insana, jangan nangis. Sakitnya kan cuma sebentar?" bujuk Rahul sambil mengusap air mata wanita yang ada di bawah tubuhnya.


"Tapi sakit sekali, Tuan! Pinggangnya seperti mau patah," rengek Insana.


"Pertama kali memang seperti itu! Percaya saja sama aku, sakitnya tinggal sedikit lagi. Kalau kita berhenti, nanti kita tidak tahu kutukannya sudah hilang apa belum," ucap Rahul dengan bujuk rayunya.


Tangis Insana langsung berhenti. Dia menatap wajah Rahul. "Bener, Tuan, sakitnnya tinggal sedikit lagi?" tanya Insana memastikan.


Rahul mengangguk dengan cepat. "Percayalah, sebentar lagi kita akan sama sama merasakan nikmat yang luar biasa."

__ADS_1


Insana terdiam sejenak guna menyiapkan dirinya sendiri untuk melanjutkan hubungan badan. "Baiklah, kalau begitu kita lanjut, Tuan."


"Oke!" Rahul tentu saja sangat girang. Dia kembali berlutut diantara kaki Insana yang membentang dan menggesek gesekan benda miliknya ke belahan lubang nikmat milik Insana agar menegang sempurna sebelum masuk. Begitu sudah siap dan sesuai yang di inginkan, Rahul langsung mengarahkan benda menegang itu ke dalam lubang nikmat.


Bles!


"Aaaaakhh!"


...@@@@@@@@...


Jack




Nikki




RAHUL


__ADS_1



__ADS_2