NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Pertengkaran Ayah Dan Anak


__ADS_3

"Selamat datang, Ayah," ucap Ratu Jenita dengan wajah dibuat setenang mungkin. Meski perasaannya tidak karuan, Jenita memang harus belajar menghadapi semua masalah dengan tenang dan kepala dingin. Tentu saja semua itu berkat saran dan nasehat pria yang sekarang berdiri di sisinya.


Sedangkan di depan Jenita, pria yang dipanggil dengan sebutan ayah, nampak membelalakkan matanya begitu melihat Jenita. Bukan main terkejutnya Raja Damendra saat melihat anaknya berdiri tanpa rasa takut dan kesal seperi biasanya jika sang ayah berkunjung.


Bukan sikap Jenita saja yang membuat kening Raja Damendra berkerut, tapi kehadiran seorang pria yang berdiri di sisi Jenita, menumbuhkan rasa penasaran yang lebih besar dalam hati Damendra. Bukan hanya Damendra saja yang diliputi rasa terkejut dan penasaran. Wanita yang bergelar Ratu Amuba juga merasakan hal yang sama persis dengan apa yang dirasakan Raja Damendra.


Suami istri itu melayangkan tatapan tajam dan tak suka ke arah Jenita dan Jack. Tapi tidak bagi dua anak muda itu. Jack dan Jenita tetap memasang sikap tenang dan ramah saat menghadapi situasi yang menegangkan seperti ini.


"Apa apaan ini, Jenita? Siapa laki laki itu?" pertanyaan pertama yang langsung dilontarkan Raja Damendra, membuat Jenita tersenyum getir.


"Ayah datang jauh jauh kemari hanya mau menanyakan hal itu? Bukan menanyakan kabar putri ayah?" bukannya menjawab, Jenita malah melempar pertanyaan yang cukup monohok bagi Raja Damendra.


"Tidak perlu berlebihan, Jenita. Masih untung kami mau datang mengunjungimu," bukan Damendra yang menjawab, tapi Ratu Amuba dengan perkataan yang sangat menyinggung perasaan.


Jenita tersenyum sinis, lalu dia melangkah menuju singganasanya. "Mengunjungi saya disaat anda membutuhkan harta, bukan begitu, Ratu Amuba?"


"Kau!" sungut Amuba.

__ADS_1


"Yang sopan kamu, Jenita!" teriak Damendra lantang. "Siapa yang mengajari kamu bersikap kurang ajar seperti itu? Hah! Apa pria itu? Iya?"


"Jangan hanya bisa menyalahkan orang lain, Ayah. Harusnya Ayah tahu, saya bersikap seperti ini karena belajar dari ayah dan wanita itu!" ucap Jenita lantang. Dia mulai terpancing emosinya karena sikap Damendra yang meledak ledak dengan amarahnya.


Sedangkan Jack, masih terdiam menyaksikan drama keluarga yang entah sejak kapan di mulainya. Namun mendengar Jenita yang mulai terbawa emosi, Jack mendekat dan mengusap kepala Jenita dengan lembut. Jenita mendongak dan membalas senyuman Jack walau hatinya berdenyut sakit.


"Lihat, Yang mulia, Raja Damendra! Lihat kelakuan putri anda!" seru Ratu Amuba. "Di depan Ayahnya, Jenita seperti wanita yang tidak punya malu. Berani beraninya dia bermersraan dengan laki laki. Menjijikan!"


Jenita sontak menoleh dan menatap tajam wanita yang sedang menatap sinis dirinya. "Lebih menjijikan mana? Wanita yang mengkhianat ibuku demi harta dan kedudukan, lalu wanita itu datang kesini karena kekurangan harta. Mana yang lebih menjijikkan?"


"Jenita!" bentak Damendra.


"Dasar anak kurang ajar!" hardik Ratu Amuba. Dengan geram dia melangkah cepat ke arah Jenita hendak memberi pelajaran. Namun saat kakinya baru beranjak beberapa langkah, Jack menggerakka kakinya, menarik kursi kotak yang ada dihadapannya. Menngangkatnya sedikit kemudian menendangnya dengan keras.


Dak!


Gubrak!

__ADS_1


"Akh"


Ratu Amuba langsung terjatuh. Bangku yang ditendang Jack tepat mengenai betisnya hingga Ratu Amuba tersungkur.


"Ratu!" pekik Damendra begiitu melihat Ratunnya terjerembab ke atas lantai. Damendra langsung memandang tajam ke arah Jack. "Kau! Kurang ajar! Berani beraninya kamu menyerang seorang Ratu! Apa kamu tidak tahu siapa kami? Hah!"


Jack hanya menyeringai. "Maaf, tidak penting bagi saya, untuk mengenal anda, seorang Raja yang zhalim dan tega menindas anak kandungnya sendiri."


"Kau! Pengawal! Tangkap orang itu! Cepat!" titah Raja Damendra. Namun para pengawal tak bergerak sedikitpun, hingga Raja Damendra kembali berteriak. "Pengawal! Cepat tangkap pria itu! Atau saya akan menghukum kalian semua, cepat!"


"Hahaha ..." Jack tergelak dengan suara yang sangat keras. "Seorang Raja hanya bisa mengancam kepada wanita? Hahaha ... memalukan!"


Muka Damendra langsung merah padam. Dia merasa terhina dengan ucapan Jack. "Kau! Berani melawan saya!"


Jack langsung memandang remeh Damendra. "Apa menurut anda, saya takut dengan Raja seperti anda? Tidak! Sama sekali tidak!"


Damendra benar benar semakin geram, begitu juga dengan Ratu Amuba. Otak mereka pun berpikir keras dengan tatapan tajam ke arah Jack dan pikiran yang penuh tanda tanya. "Siapa pria itu? Ada hubungan apa pria itu dengan Jenita?

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2