NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Raja Dan Ratu Minum Racun?


__ADS_3

Di hari berikutnya Raja Damendra dan Ratu Amuba kembali datang ke Istana Kagomara Dengan perasaan yang amat sangat senang karena mengira targetnya sudah mati. Mereka merutuki dan mengejek para penjaga istana karena telah mendukung Jack dan melawan mereka. Kedua orang itu juga tak segan segan mengancam para penjaga akan menghukumnya karena mendukung Jack.


Di saat Raja Damendra dan Ratu Amuba mau memasuki istana, mereka memerintahkan penjaga kerajaan untuk memanggil Jenita. Tanpa menunnggu jawaban penjaga, kedua orang itu langsung saja masuk ke dalam Istana dengan senyum yang terus terkembang.


Saat tapak kaki mereka berada di ruang utama istana, senyum Raja Damendra dan Ratu Amuba seketika langsung memudar dan berubah menjadi rasa terkejut yang luar biasa. Kini mata keduanya membulat melihat siapa yang sedang duduk di atas singgasana.


"Tuan, Jack!" pekik keduanya hampir bersamaan. "I-ini tidak mungkin."


"Kenapa? Terkejut?" ucap Jack dengan senyum sinisnya. Awalnya Jack sedang kalut karena hingga detik ini belum ada kabar dari Jenita. Rasa kalut itu berubah menjadi geram saat dia melihat dua orang tak tahu diri datang kembali ke istana Kagomara.


Raja Damendra dan Ratu Amuba terbungkam tak bisa berkata apa apa. Wajah mereka pias dan mulutnya ternganga. Mereka benar benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Anda tidak perlu terkejut begitu! Ini saya dan yah seperti yang anda lihat. Saya masih sehat dan segar. Tidak seperti yang anda bayangkan saat mendengar laporan dari dua dayang istana kalian."


"A-apa maksud anda?" tanya Ratu Amuba. Seperti biasa, dia akan bersandiwara dengan segala perbuatannya.


"Tidak, saya tidak bermaksud apa apa," jawab Jack tenang. Dia tahu pasti wanita itu akan berkilah dan Jack tidak ingin mendebatnya dan memalih mengikuti permainan mereka. Terbesit dalam ide Jack untuk mengerjai mereke berdua. "Anda berdua datang sepagi ini, pasti anda belum sarapan, bukan? Baiklah, saya akan menyuruh pelayan istana menyiapkan makanan untuk anda."

__ADS_1


"Tidak perlu!" seru Ratu Amuba. Jelas saja dia merasa curiga. Bisa jadi Jack akan meracuninya juga. Itu yang ada dalam pikiran wanita itu.


"Kenapa? Apa anda takut saya akan menabur racun?"


Deg!


Ratu Amuba terkejut, Jack bisa membaca apa yang ada dalam pikirannya. "Bukan begitu," ucap Ratu Amuba agak tergagap.


"Ya sudah anda tidak perlu menolak, mari ikut saya ke meja makan," ajak Jack.


Mau tidak mau, Raja Damendra dan Ratu Amuba mengikuti ajakan Jack. Dengan perasaan was was kaki mereka melangkah menuju ke arah meja makan berada. Mata mereka mengedar ke sekitar dan sepanjang ruangan nampak sepi. Kening mereka mengernyit karena mereka sama sekali tidak melihat keberadaan Jenita disana.


"Dia sedang keluar bersama Nafata dan yang lainnnya," jawab Jack dengan sikap setenang mungkin. Jack tahu salah satu dari mereka pasti akan menanyakan keberadaan Jenita.


Mereka kini telah sampai di tempat yang mereka tuju. Ketiganya langsung duduk di sembarang kursi yang mengelilingi meja makan. Jack pun berteriak kepada pelayan dan meminta mereka mengeluarkan makanan yang sudah siap disajikan.


Tak butuh waktu lama, beberapa makanan yang sudah matang kini tertata rapi di atas meja. Jack lantas mempersilakan Raja Damendra dan Ratu Amuba untuk mengambil makanan terlebih dahulu. Kedua tamu Jack saling tatap, mereka ragu untuk mengambil makanan yang tersaji. Jack tersenyum tipis memperhatikan gerak gerik dua orang tersebut.

__ADS_1


"Piring yang kalian pakai juga aman, tidak kami olesi dengan racun," ucap Jack, dan ucapan itu membuat Raja dan Ratu nampak sangat terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Jack dapat menebak jalan pikiran mereka.


"Siapa yang berpikiran seperti itu?" kilah Amuba. "Kami hanya berpikir hidangannya tampak lezat. Iya, kan, Yang mulia?"


"I-iya benar, kelihatannya enak sekali," balas Raja Damendra agak gugup. Dia langsung saja mengisi piring yang ada dihadapannya dengan beberapa lauk. Begitu juga Ratu Amuba.


"Oh gtu?" ucap Jack pura pura percaya saja. Dia pun sama, mengisi piringnya dengan beberapa hidangan yang ada.


Mau tidak mau, Raja dan Ratu itu menyantap hidangan dengan cukup lahap. Jack menyeringai melihat keduanya. Setelah keduanya minum dengan gelas yang disediakan, Jack mulai menjalankan rencana dadakannya.


"Piring itu memang bebas dari racun, tapi tidak dengan gelas yang baru saja kalian gunakan untuk minum."


Glek!


"Apa kamu bilang?"


Jack menyeringai. "Gelas itu sudah saya olesi dengan racun!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2