NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Setelah Kemenangan


__ADS_3

Acara pengembalian batu bercahaya ungu lancar dengan sedikit hambatan. Sedari tadi Raja Roma meraung raung bagai orang gila saat dia menyaksikan sendiri batu bercahaya ungu kembali kepada pemiliknya. Raja Roma sungguh seperti orang yang kesurupan. Dia mengerang, terbahak, bahkan merintih karena apa yang dia inginkan kini hilang dari hadapannya.


Berbeda dengan Naga Jantan dan Naga betina, binar bahagia justru terlihat dari wajah mereka berdua. Apa lagi wajah pucat Naga betina yang selama ini terlihat, langsung memudar dan berganti menjadi wajah sehat dan penuh kekuatan. Semakin bahagialah sepasang naga itu saat ini.


Dan yang paling bahagia tentu saja para penduduk kerajaan kagomara. Mereka kini bisa menjalani hidup yang kembali normal tanpa rasa takut atau was was. Meski banyak wanita yang masih belum terlepas dari kutukan Sang naga, setidaknya mereka masih punya ramuan dan juga sudah banyak kaum pria yang meminum ramuan itu. Mereka hanya tinggal bersabar menunggu giliran.


Rasa bahagia juga terlihat jelas dari wajah Jenita, Insana dan Nafata. Ketiga wanita itu sekarang merasa terbebas dari beban berat yang membelenggu mereka selama ini. Berkat pertolongan tiga pria yang bersamanya, tiga wanita itu berhasil melewati masa yang cukup sulit. Pastinya mereka berharap kedepannya tidak ada masa sulit lagi yang terjadi seperti saat ini.


"Baiklah, Tuan Jack. Terima kasih atas kebaikan anda dan teman teman anda. Saya Janji, saya dan istri saya akan sering datang ke pulau ini dan menjaga para pendudukknya," ucap Naga Jantan saat dia dan istrinya hendak pamit dan kembali ke tempat asal mereka.


"Saya pegang janji anda, Tuan Naga," jawab Jack, dan mereka terbahak sembari saling berjabat tangan.


"Tuan Naga, kira kira hukuman apa yang akan anda berikan kepada mereka?" tanya Rahul sambil menunjuk kerangka besi berisi Raja Roma dan para pembesarnya.


"Yang pastinya hukuman yang membuat mereka mati enggan, hiduppun tak mau, Tuan Rahul," jawab Naga Jantan lalu mereka terbahak semua.


"Hahaha .. anda bisa saja."

__ADS_1


"Hahahah ... baiklah kalau begitu saya undur diri, Tuan. Selamat tingggal," pamit sang Naga.


"Selamat jalan, Tuan Naga," balas semua yang ada di halaman istana tersebut.


Naga jantan dan Naga betina seketika merubah wujud mereka. Tak butuh waktu lama kedua naga itu langsung mengepakkan sayapnya dan terbang menembus malam sembari membawa kerangka baja berisi Raja Roma dan orang orangnya.


Tak lama setelah sepasang Naga pergi, Kini Jack dan kawan kawan duduk santai di depan istana. Mereka bercengkrama saling mengungkapkan rasa bahagia mereka.


"Kira kira, bagaimana ya tanggapan ayahku, kalau dia tahu Raja Roma kalah dari kita?" ucap Jenita.


"Mungkin dia bakalan kena serangan jantung," jawab Rahul asal.


Jenita lantas tersenyum. "Yang paling utama, aku akan menyerahkan gelar Ratu kepada Putri Nafata."


"Apa!"


Sementara itu di tempat lain, Raja Damendra yang sedang menunggu kabar baik Dari Raja Roma merasa terkejut saat melihat beberapa prajurit yang kembali dengan wajah panik dan lesu. Tentu saja kepulangan mereka membuat Raja Damendra merasa penasaran.

__ADS_1


Memang tidak semua prajurit Raja Roma tertangkap. Ada beberapa orang yang memilih kabur daripada ketangkap dan menjadi tawanan. Mereka kabur dengan kapal kecil yang masih berfungsi menuju ke tempat asal mereka.


"Tuan, apa yang terjadi? Kenapa anda pulang dengan wajah lesu begitu?" tanya Raja Damendra kepada salah satu prajurit yang berhasil dia cegat.


"Kita kalah perang, Tuan. Yang mulia Raja Roma tertangkap. Kita sudah kalah," ucap prajurit itu frustasi.


"Apa! Mana mungkin? Anda serius?" cecar Raja Damendra yang merasa tidak percaya dengan kabar yang baru saja dia dengar.


"Tentu saja saya serius," balas prajurit itu nampak kesal. "Tanya saja sama yang lainnya kalau anda tidak percaya."


"Ma-maaf, bukannya saya tidak percaya," balas Raja Damendra agak tergagap larena membuat kesal prajurit itu. "Bukankah mereka hanya terdiri dari prajurit wanita dengan jumlah yang sedikit? Masa mereka bisa menang?"


"Itulah yang tidak kami sangka. Meski mereka prajutit wanita, tapi mereka sangat tangguh. Kemampuan bertarungnya benar benar di atas kami."


Mata Raja Damedra membulat sempurna. Rasa terkejutnya semakin bertambah mendengar kenyataan seperti itu. "Bagaimana mungkin?"


"Tapi memang kenyataannya seperti itu, Tuan. Ternyata mereka prajurit wanita yang hebat. Apa lagi mereka dibantu Naga dari laut timur. Makin kuatlah mereka."

__ADS_1


"Apa! Kerajaan Kagomara dibantu oleh Naga laut timur?" seru Raja Damendra semakin ternganga tak percaya.


...@@@@@...


__ADS_2