NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Bualan Jack


__ADS_3

"Jangan memancing hasrat saya, jangan siksa saya seperti itu! Anda tahu sendiri dan anda sadar betul, lubang milik saya tidak bisa dimasuki laki laki, terus tujuan anda berbuat seperti itu untuk apa? Untuk menghina saya hanya karena anda lebih kuat dari saya?"


Tubuh Jack sontak terdiam. Dia tidak menyangka, tingkah isengnya malah membuat wanita yang sedang dia peluk mengeluarkan amarah selayaknya wanita. Jack tidak menyadari kalau perbuatannya bisa dikatakan menghina seorang wanita. Bagi Jack, dia sudah terbiasa bercanda yang menjurus ke hal hal yang nakal jika sedang bersama para wanita. Namun Jack lupa kalau dia sekarang berada dimana dan bersama wanita seperti apa.


Bukannnya melepas lingkaran tangan di pinggang Jenita, Jack memilih merapatkan tubuhnya dan mengencangkan pelukannya. "Maaf," ucap Jack penuh sesal. "Tidak ada maksud untuk menghina anda, Ratu."


Sedangkan Jenita saat ini hanya bisa diam, tapi pikirannya bekerja mencari kata yang tepat untuk membalas ucapan pria yang sebenarnya sudah merasuki hati Jenita. Tapi karena gengsi dan takut di khianati seperti nasib ibunya, Jenita memilih bersikap ketus kepada Jack.


"Saya tidak ada niat untuk menghina anda, ratuku. Saya hanya jengah dengan sikap anda. Sedari beberapa hari yang lalu, anda seakan memusuhi saya, galak kepada saya, sebenarnya, apa salah saya? Saya juga ingin bersikap santai ketika saya sedang bersama anda. Saya ingin kita memanggilnya aku dan kamu, biar terlihat dekat tanpa ada batasan," terang Jack begitu panjang, tapi setiap kata yang terucap dapat dicerna dengan baik oleh Jenita.


"Bukankah anda sudah tahu alasannya, saya tidak mau dikhianati, sedangkan anda sendiri pernah menjadi pengkhianat. Jadi akan lebih baik jika kita tetap ada batasnya."


Jack menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu dia mengecup pundak Jenita dengan segenap perasaan. "Mungkin saya memang pernah menjadi pengkhianat, itu karena saya tidak pernah dengan hati saat menjalin hubungan dengan wanita."

__ADS_1


"Tidak dengan hati?" Jack mengiyakan. "Apa maskudnya?"


"Seperti yang anda dengar, saya dulu tidak pernah memakai hati ke setiap wanita yang mendekat. Saya hanya menghargai mereka. Mereka yang menginginkan dekat dengan saya. Saya akui, saya terima mereka dan saya perlakukan mereka dengan baik. Mereka yang terlalu berharap pada saya, tap saat saya tidak bisa memenuhi harapan mereka, saya yang disalahkan. Saya yang dianggap pengkhianat."


"Bukankah itu sama saja?"


"Beda, ratuku. Saya jika memakai hati maka saya akan setia pada hati yang saya jaga."


"Astaga!" Jack sontak terkekeh, dengan rasa gemas, dia kembali melayangkan kecupan dibahu Jenita. "Apa yang membuat anda ragu? Sepertinya anda pernah kecewa dengan seorang pria. Siapa dia? Kekasih anda?"


Mendengar pertanyaan Jack, sejenak Jenita terdiam dengan raut wajah berubah sendu. Namun tak lama kemudian dia bersuara, "Ayahku, dia telah mengkhianati ibu dan juga aku," Jack terkejut mendengarnya.


Keningnya berkerut. "Bagaimana bisa?"

__ADS_1


"Buktinya, dia membuangku dan memanfaatkanku di pulau ini demi istri barunya." Jack kembali terkejut. Dia ingin bertanya tapi Jenita terlebih kembali mengeluarkan suaranya. "Bagi setiap penduduk pulau, laki laki memang dibolehkan tidur bersama wanita manapun untuk mendapat keturunan. Tapi laki laki hanya boleh memilki satu istri sah dimata dewa dan masyarakat. Tapi karena bujuk rayu dewi Amuba, Ayahku memilih mengkhianati ibu dan menikah dengan Dewi terkutuk itu."


Mendengar cerita Jenita, Jack terdiam sejenak, tapi telinganya tetap setia mendengarkan. Jack mengerti, wanita di dalam pelukannya itu sedang ingin mengeluarkan segala amarah yang dia pendam. Dari apa yang Jack rasakan, Jenita sangat membutuhkan seseorang yang bisa dijadikan tempat keluh kesah dan berbagi beban yang sedang membelunggu hatinya. Jack pun mulai menanggapi dengan kata kata lembut hingg akhirnya wanita itu benar benar meluapkan isi hatinya.


Sementara itu, di malam yang sama tapi di kerajaan berbeda.


Krinting, krinting, krinting!


Sebuah lonceng berbunyi dengan keras, membuat pemilik lonceng terkejut. Tapi keterkejutannya hanya sesaat, pemilik lonceng langsung tersenyum dengan jahat."


"Loncengku berbunyi! Berarti Putri Nafata telah terbebas dari racun sihir para cenayang. Ini kabar bagus. Berarti Nafata tahu keberadaan batu bercahaya ungu."


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2