NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Perang Yang Sebenarnya


__ADS_3

Raja Roma yang sudah berada didekat Jenita sontak tersenyum sinis. Tentu saja dia senang mendengar pengakuan Jack barusan tentang ke aslian batu yang sekarang berada di leher Jack. Salah satu tangan Raja Roma yang masih berada dibalik punggung bergerak dengan cepat dan kini sebuah belati sudah teracung dihadapan leher Jenita.


"Serahkan batu itu atau nyawa Jenita saya lenyapkan!"


"Tuan Jack!" pekik Jenita. Wajahnya terlihat panik. Dia bahkan sama sekali tak bisa bergerak. Bukan hanya Jenita yang merasa panik, semua yang berada dipihak Jenita juga menunjukkan rasa paniknya yang amat sangat. Kecuali Jack.


Jack memang terlihat panik, tapi itu hanya pura pura. Jack sudah memperkirakan semuanya. Melihat Raja Roma yang tiba tiba berdiri dan melangkah ke arahnya, tentu saja membuat Jack terus memasang aksi waspada. Seperti yang sudah Jack duga, Raja Roma langsung mengeluarkan taringnya.


Dari pihak Raja Roma sendiri langsung mengacungkan pedangnya masing masing. Pihak yang banyaknya sekitar dua puluh orang itu menunjukkan wajah senangnya akan apa yang dilakukan Raja mereka.


"Cepat serahkan kalung itu! Selama saya masih bisa bersikap baik pada Ratu Jenita," ancam Raja Roma dengan santai dan tenang.


Jack yang pura pura panik, meraba kalungnya lalu menatap nyalang ke arah Jenita sejenak, kemudian berpindah menatap Raja Roma. Jack berdiri dan menggerakan tangan seakan akan hendak melepas kalunng itu. Raja Roma terlihat langsung menyeringai senang saat melihat berakan tangan Jack.


Namun apa yang terjadi berikutnya sungguh diluar dugaan Raja Roma dan pasukannya. Jack bukannya menyerahkan kalungnya tapi mengangkat kakinya.


Dak!


Gubrak!


"Akh!" Raja Roma terpental kebelakang menabrak kursi kosong yang ada di belakangnya. Tentu saja itu akibat dari tendangan yang Jack layangkan dengan kekuatan penuh.


"Yang mulia!"

__ADS_1


"Kurang ajar! Serang!" seru Jenderal kepada pasukannya. Tentu saja pihak dari Jenita juga telah siap dengan segala senjatannya. Meski mereka kebanyakan wanita tapi mereka tak terlihat gentar sama sekali. Pertarungan seketika tidak dapat dihindari.


Trang! Trang! Trang!


Suara adu pedang langsung menggema. Teriakan demi teriakan juga menyeruak di ruangan utama kerajaan Kagomara. Dari arah luar pasukan Raja Roma yang hendak menerobos masuk karena mendengar pertarungan di dalam, langsung saja dihalangi pasukan laki laki yang berjaga dari tadi. Semua memang telah dipersiapkan sedemikian rupa oleh Jack dan kawan kawan.


Raja Roma yang mendapat perlindungan dari Raja Jenderal dan Ajudannya lansung saja berdiri dan mengambil pedang yang dia titipkan pada ajudannya. Sedangkan Jack dan Jenita memang sudah menyiapkan pedang yang mereka sembunyikan di balik kursi yang sedari tadi menjadi tempat duduk Jack.


Trang! Trang! Trang!


"Gila! Ada apa dengan wanita wanita ini? Mereka tangguh sekali!" seru salah satu prajurit dari pihak Raja Roma. Bukan hanya satu prajurit yang terkejut, tapi semuanya. Mereka tidak menyangka kalau pasukan wanita yang mereka lawan sangat susah ditaklukan.


"Yang mulia, sepertinnya dia benar benar pria yang tangguh," bisik Jenderal.


Srak!


"Akhh!" teriak prajurit yang terkena sabetan pedang di kaki. Beberapa prajurit dari pihak Raja Roma mulai tumbang satu persatu. Tidak ada yang meregang nyawa karena para prajurit wanita di arahkan melukai kaki dan tangan terlebih dahulu.


Dari pihak Jenita sendiri ada juga yang terluka, terkena sabetan senjata hanya beberapa orang saja. Baik yang bertarung di dalam ataupun yang bertarung di luar istana.


Raja Roma, Jenderal dan ajudannya sendiri mulai kewalahan melawan Jack dan Jenita. Mereka sangat tidak menyangka, lawan yang mereka hadapi bisa setangguh ini. Mereka mulai kehabisan tenaga dan tidak fokus dalam melakukan penyerangan.


Trang!

__ADS_1


Sraak!


"Akh!"


"Yang mulia!" teriak Jenderal dan ajudannya melihat Raja mereka tumbang karena kena sabetan pedang di kakinya. Dengan santainya Jack langsung menodongkan pedangnya ke arah wajah Raja Roma.


"Letakkan senjata kalian!" teriak Jack lantang.


Pasukan dari raja Roma langsung saja menghentikan penyerangan. Mereka begitu sangat terkejut melihat raja yang begitu hebat justru tumbang di tangan Jack. Mau tiak mau mereka semua membuang senjata mereka.


Jack menatap sinis Raja Roma yang tidak berkutik. "Bagaimana Yang Mulia? Masih mau mencoba kekuatan kami?"


Di saat bersamaan, salah satu prajurit dari kerajaan kagomara datang dengan nafas tersengal sengal.


"Lapor, Ratu!"


"Ada apa?" tanya Jenita.


"Pasukan Raja Roma terlihat berdatangan dalam jumlah yang sangat besar."


Raja Roma langsung menyeringai. "Perang yang sebenarnya, baru akan dimulai, Tuan. Hahaha ..."


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2