NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Utusan Dewa Dan Naga?


__ADS_3

"Kau! Berani melawan saya!"


"Apa menurut anda, saya takut dengan Raja seperti anda? Tidak! Sama sekali tidak!"


Damendra benar benar semakin geram, begitu juga dengan Ratu Amuba. Otak mereka pun berpikir keras dengan tatapan tajam ke arah Jack dan pikiran yang penuh tanda tanya. "Siapa pria itu? Ada hubungan apa pria itu dengan Jenita?


Suasana ruang utama kerajaan Nafata benar benar panas dan menegang. Pertengkaran ayah dan anak semakin tak terkendali akibat tidak ada yang mau mengalah satupun diantara mereka. Mereka benar benar mementingkan sifat egois masing masing.


Anak mana yang akan terus diam dan bertahann, jika batinnya terus dirongrong, disalahkan, bahkan sering menerima kemarahan yang tidak mendasar hanya demi wanita lain yang belum lam hadir di dalam hidup sang ayah. Itulah yang dirasakan Jenita, setiap dia berhadapan dengann ayah kandungnya.


Selama ini Jenita mengalah dan lebih banyak menghindar jika ayahnya berkunjung. Tapi semakin hari, jenita semakin merasa sesak dengan sikap dan perkataan ayahnya. Sakit hati Jenita semakin melebar saat sang ayah dengan sangat jelas lebih membela istri barunya dan turut menyalahkan Jenita. Sungguh, Jenita lelah dan sangat sakit dengan sikap ayanya itu.


Beruntung, ada Jack saat ini. Pria itu mampu membuat Jenita merasa ada seseorang yang peduli dan melindunginya. Jenita tidak merasa sendiiran kali ini. Pria itu, kini berdiri memasang badan di hadapannya. Menantang sang ayah dan Ratunya yang sedang menatap Jack dengan segala rasa penasaran yang mereka punya.


"Anda pasti bertanya tanya, siapa saya? Dari mana saya berasal? Dan bagaimana saya bisa berani melawan anda? Bukan begitu, Yang mulia?" ucap Jack dengan melangkah pelan dan menggendong tangannya, maju beberapa langkah hingga jaraknya lumayan dekat dengan keberadaan Raja Damendra dan Ratu Amuba.


"Baiklah, dengarkan saya baik baik. Siapkan hati dan mental anda. Jangan sampai, gara gara mengetahui siapa diri saya, anda akan kehilangan nyawa anda karena rasa terkejut yang berlebihan."


"Bangak omong! Cepat katakan, siapa kamu sebenarnya? Hah!"


"Hhahaha ... baiklah, baiklah. Dengarkan baik baik, saya adalah utusan dewa dan Naga dari laut timur!"

__ADS_1


Mata Raja Damendra dan Ratu Amuba langsung saja membelalak sempurna mendengar pengakuan Jack yang terkesan mengada ada. Begitu juga Jenita, wanita itu ternganga mendengar perkataan Jack yang diluar dugaan.


"Hahaha ..." Damendra tiba tiba tertawa lantang. "Jangan membual! Anda terlalu bodoh untuk membohongi saya!"


Jack mengangkat kedua alis dan pundaknya secara bersamaan lalu dia duduk di atas kursi yang ada di belakang badannya. "Cih! Aku pikr anda memang terlalu bodoh! Lihat saja dari sikap anda yang lebih memperlakukan dengan istimewa, wanita ular itu daripada anak anda sendiri."


"Apa! Siapa yang wanita ular? Kurang ajar!" sungut Ratu Amuba.


Jack menyeringai. "Kalau bukan wanita ular, lalu, julukan apa yang pantas bagi seorang wanita yang tega menghancurkan keluarga orang lain?"


"Kau!" wajah Ratu Amuba semakin merah padam. "Yang mulia, cepat ambil tindakan!" rengek wanita itu.


"Wanita seperti itu yang anda pilih dan pertahankan? Bodoh!" maki Jack berterus terang.


"Hahaha ..." Jack terbahak lantang dan penuh ejekan. "Memangnya Raja seperti anda bisa apa? Apa anda mampu melawan utusan dewa dan naga seperti saya?"


"Jangan banyak omong kamu! Jika kamu memang utusan dewa dan naga dari laut timur, Buktikan!" ucap Damendra lantang.


Jack sontak menyeringai kembali. "Bukti seperti apa yang anda inginkan, Yang mulia?"


"Apapun itu, buktikan saja! Tidak perlu banyak bertanya!" hardik Damedra.

__ADS_1


"Cih! Paling cuma omong besar agar kita takut! Mana ada Dewa dan Naga mengutus manusia?" cibir Ratu Amuba.


"Baiklah, saya harap anda diam dan jangan protes dengan apa yang akan saya lakukan," balas Jack dengan tenang.


"Silakan!" balas Ratu Amuba.


Jack kembali menyeringai unuk kesekian kalinya, lalu dia menoleh ke arah Jenita. "Ratuku, kemarilah!"


Jenita yang sedari tadi terdiam nampak terkejut. Namun melihat tangan Jack yang memaksanya untuk mendekat, dia pun berdiri dan mendekat ke arah Jack.


"Berbaringlah di sini, Ratuku."


Kening Jenita berkerut tapi dia tidak mampu menolak perintah Jack. Jenita berbaring di atas kursi panjang.


Raja Damedra dan Ratu Amuba yang sangat penasaran, langsung dibuat terkejut dengan apa yang dilakukan Jack selanjutkan.


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Raja Damendra lantang.


"Biarkan saja, Yang Mulia. Kamu pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," ucap Ratu Amuba dengan senyum penuh kemenangan.


"Ah iya. Dia mau melenyapkan nyawanya sendiri, Bodoh!" gumam Raja Damendra lirih.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2