NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Jangan Pergi


__ADS_3

Suatu pagi menjelang siang di tepi pantai yang sangat sepi di Pulau Kagomara, nampak lima wanita turun dari sebuah kapal. Ke lima wanita itu sepertinya sengaja di kirim ke Pulau Kagomara, demi untuk sebuah misi. Di lihat dari pakaian pria yang menurunkan wanita itu dari kapal, jelas sekali kalau mereka adalah anak buahnya Raja Roma.


Seperti yang sudah pernah diceritakan, para cenayang merasakan kekuatan batu bercahaya ungu itu berasal dari pulau pengasingan meski kekuatannya hanya sebentar yang mereka rasakan. Karena informasi itu lah, Raja Roma mengutus wanita untuk menyelidiki pulau Kagomara, dan kelima wanita itulah yang diberi tugas untuk menyelidikinya.


"Sekarang, kalian sudah berada di pulau Kagomara. Berbaurlah dengan penduduk pulau ini. Cari informasi sebanyak banyaknya, mengerti?"


"Mengerti, Kapten!"


"Bagus! Pergilah."


Kelima wanita itu pergi meninggalkan sang kapten yang sedang menyeringai jahat. Hal pertama yang akan mereka lakukan adalah mencari informasi agar bisa berbaur dengan para penduduk di sini. Tapi meskipun mereka wanita, tidak akan mudah masuk kekalangan masyarakat. Biar bagaimanapun mereka harus melalai pemeriksaan yang ketat. Maka itu mereka berpikir bagaimana caranya agar mereka bisa berbaur tanpa harus melalui pemeriksaan.


Sementara itu, di tempat yang berbeda. Tepatnya di belakang istina kerajaan Kagomara, setelah berunding dan menentukan keputusan, ketiga pemuda nampak sedang bersiap diri untuk pergi.


"Apa Tuan yakin akan melaksanakan ide tersebut? Bukankah itu terlalu beresiko?" tanya Nafata sambil matanya terus memperhatikan gerak gerik pria yang sedang melepas baju dan menukarnya dengan baju yang lain.

__ADS_1


"Tapi itu jalan yang terbaik untuk menolong penduduk pulau ini, Putri. Tidak ada pilihan lain, mungkin sudah saatnya keberadaann batu bercahaya ungu diketahui masyarakat luas," jawab Nikki.


"Tapi nanti kalau terjadi apa apa bagaimana? Aku takut Tuan kenapa napa?" cicit Nafata dengan wajah sendunya.


Nikki lantas tersenyum. Dia melangkah ke arah Nafata dan menarik wanita itu ke dalam pelukannya. "Jangan takut, semua pasti akan baik baik saja."


Rasa terkejut juga ditunjukan oleh wanita yang berada di dalam kamar sebelah Nikki. Begitu mendapat informasi kalau tiga pemuda akan pergi keluar istana, membuat wanita yang bertugas melayani tiga pemuda langsung berlari menemui pria yang telah berbagi keringat dengan dirinya semalam dan tadi pagi.


"Tuan yakin akan pergi? Kalau nanti tidak bisa kembali bagaimana? Apa tidak ada cara lain selain pergi menemui naga laut timur? Lebih baik Tuan batalkan saja?" cecar Insana dengan wajah yang nampak begitu khawatir sampai membuat pria yang ada di hadapannya mengulum senyum.


Wanita itu malah cemberut. "Ya wajar, Tuan, kalau saya khawatir. Nanti saya tidak dapat merasakan kenikmatan lagi seperti semalam dan tadi pagi bagaimana?"


"Hahaha ..." Rahul langsung tergelak. "Astaga, Insana! Kamu hanya mengkhawatirkan isi celanaku bukan orangnya?"


"Memangnya kenapa? Tuan kan selalu membuat kesal, sedangkan isi celana Tuan meski baru kenal, dia langsung membuat rasa bahagia. Ya wajar kan, kalau saya lebih mengkhawatirkan itunya Tuan daripada Tuan sendiri."

__ADS_1


"Hahaha ..." tawa Rahul semakin kencang. Bisa bisanya Insana berpikir seperti itu. "Jahat banget kamu, Insana! Aku sama dia kan satu paket. Kalau nggak ada aku ya berarti nggak ada dia."


"Ya maka itu jangan pergi, biar dia tetep ada disini!"


Rahul sontak tersenyum manis dan meraih tubuh Insana ke dalam pelukannya. "Jangan khawatir, semua pasti akan baik baik saja. Percaya sama saya. Ya?" Insana hanya medengus pasrah. Dia tahu keputusan pria itu sudah bulat.


Sedangkan di kamar utama kerajaan Kagomara, Jack dibuat takjub dengan apa yang Jenita lakukan. Jack di ijinkan pergi menemui Naga asal Jack mau menuruti kemauannya terlebih dahulu.


"Yang lain sedang menunggu, Ratuku," bujuk Jack.


"Tidak bisa! Sebelum kamu memasukkan punya kamu ke dalam sini, kamu di larang pergi!" balas Jenita sambil mengusap usap lubang di bawah perurnya.


"Nanti kelamaan, Ratu! Aku pasti segera kembali kok. Tenang saja, nanti malam aku akan memberi kenikmatan sampai kamu puas, Oke!"


Jenita mendengus kesal lalu merapatkan kedua kakinya dan beranjak menuju pintu keluar.

__ADS_1


"Pergilah! Aku tidak akan berharap lebih daripada nanti aku kecewa," ucap Jenita dan dia langsung keluar kamar meninggalkan Jack yang terdiam dengan segala gemuruh yang ada di dadannya.


__ADS_2