NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Dua Raja Berbicara


__ADS_3

Masih di hari yang sama, di saat Jack dan kawan kawan sedang mengunjungi sebuah tempat rahasia. Di tempat lain, tepatnya di kerajaan yang di pimpin oleh ayah kandung Janeta, Sang raja nampak sedang berbincang dengan tamu kehormatannya. Pertemuan tanpa rencana antara dua raja yang memiliki sifat serakah dan ambisius.


"Apa ada sesuatu yang sangat penting, hingga Yang mulia Raja Roma menyempatkan datang kesini?" akhinya pertanyaan itu terlontar dari mulut Raja Damendra setelah tadi sempat berbasa basi penuh kepalsuan.


"Anda tahu saja, Raja Damendra. Benar, ada yang ingin saya tanyakan kepada Yang mulia Raja Damendra," balas Raja Roma yang tidak ingin menyia nyiakan banyak waktu dan kesempatan untuk mencari informasi yang sangat membuat penasaran.


Damendra tersenyum lebar. Tebakannya tepat. Raja Roma datang ke tempatnya pasti karena ada maksud tersembunyi. "Apa yang ingin anda tanyakan, Yang mulia?"


Raja Roma sontak menyeringai. "Saya hanya ingin tahu, apa yang terjadi pada kerajaan Kagomara? Anda pasti tahu bukan?"


Terlihat, raut terkejut tergambar jelas dari wajah Raja Damendra. Tentu saja dia terkejut, karena dari pertanyaan yang dilontarkan Raja Roma, jelas sekali kalau raja tersebut belum dapat inforrmasi tentang apa yang terjadi pada istana yang dipimpin oleh Jenita. Dalam hati Raja Damendra langsung bersorak riang. Dia harus menggunakan kesempatan ini untuk meraih keuntungan.


"Saya sendiri juga belum menyelidiki lebih lanjut, Raja Roma," balas Raja Damendra. "Anda mungkin pernah mendengar hubungan saya dan putri saya sedang tidak baik baik saja. Makanya masih kurang informasi tentang apa yang terjadi di sana. Namun kemarin saya mendengar dari orang orang saya kalau Istana Kagomara kini di kuasi seorang pria asing, Raja Roma."


"Apa!" pekik Raja Roma merasa sangat terkejut dengan jawaban dari Raja Damendra. "Bagaimana bisa? Bukankah disana tidak ada kaum laki laki? Lalu bagaimana bisa istana Kagomara dikuasai seorang laki laki?"


"Saya sendiri tidak tahu bagaimana cerita awalnya. Entah pria itu datang dari mana asalnya, tapi dia berhasil menipu putri saya. Setelah dia berhasil merebut kerajaan Kagomara, putriku malah dia lenyapkan belum lama ini."

__ADS_1


"Apa!" lagi lagi Raja Roma dibuat terkejut. "Tapi, apa untungnya dia merebut Istana Kagomara? Bukankah itu hanya pulau pengasingan bagi para wanita yang kena kutukan?"


"Itu dia hebatnya pria itu, Raja Roma. Pria itu berhasil menghilangkan kutukan Naga dari laut timur."


"Hah! Tidak mungkin? Bagaimana bisa hal itu terjadi, Raja Damendra?"


"Sekali lagi, saya juga kurang tahu Raja Roma. Kemarin pada saat saya berkunjung,saya malah di usir. Saya melihat dengan mata kepala sendiri, disana sedang pesta bercinta antara laki laki dan perempuan di istana kerajaaan. Sungguh, aku sendiri terkejut melihatnya."


"Mana mungkin? Darimana dia bisa tahu soal menghilangkannya kutukan? Bukankah itu seharusnya menjadi tugasnya Naga?"


Raja Roma tidak bisa menyangkal lagi. Kali ini dia memang harus percaya dengan apa yang diucapkan Raja Damendra. Rasa penasarannya semakin membuncah. "Apa pria itu memiliki batu bercahaya ungu milik sang Naga?"


"Seperti yang saya katakan tadi, Raja Roma, saya kurang tahu. Memang apa hubungannya batu bercahaya ungu dengan menghilangnya kutukan sang naga?"


Kali ini Raja Roma meringis. "Saya sendiri tidak tahu, Raja Roma. Saya hanya berpikiran setiap yang berhubungan dengan Naga laut timur, ada hubungannya dengan batu bercahaya ungu."


Raja Damendra sontak menggeleng. "Sepertinya bukan. Meskipun saya sendiri juga kurang yakin, tapi tidak ada tanda tanda batu bercahaya ungu di sana."

__ADS_1


Kening Raja Roma semakin berkerut. Sungguh, rasa penasarannya semakin mendalam saat ini. Apa lagi soal batu bercahaya ungu. Dia mendapat jawaban yang berbeda dari orang yang berbeda pula. Para cenayang kepercayaan Raja Roma mengatakan kalau di pulau itu ada tanda tanda keberadaan batu bercahaya ungu. Tapi disini, Raja Roma mendapat informasi dari sumber yang berhubungan langsung dengan istana Kagomara. Tidak ditemukannya tanda tanda adanya batu naga itu. Lalu,mana yang harus dipercaya?


"Raja Damendra, apa anda tidak melihat keanehan lainnya yang sangat menonjol disana?"


Raja Damendra sejenak terdiam sembari berpikir. "Ya, ada."


"Apa itu?"


"Pengakuan dari pria itu."


Kening Raja Roma kembali berkerut untuk kesekian kalinya. "Pengakuan? Pengakuan tentang apa?"


"Pria bernama Jack itu mengaku kalau dia adalah utusan dewa dan juga naga."


"Apa!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2