NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Sebuah Penawaran


__ADS_3

"Maaf, Ratu, saya mengganggu waktu anda," ucap pengawal itu merasa tidak enak.


"Tidak apa apa," jawab Nafata agak canggung. "Ada apa?"


"Ada Raja Damendra, Ratu. Dia ingin bertemu."


"Raja Damendra?"


"Iya, Ratu. Raja Damendra bersama Ratu Amuba."


"Mau apa lagi mereka ke sini?" ucap sang ajudan dengan memperlihatkan wajah tidak suka. Sedangkan di sisi yang lain, Jenita nampak gelisah dan terbungkam meski hatinya ada perasaan yang tak bisa dijabarkan dengan kata kata. Jack yang menyadari kegelisahan wanita di sisinya, langsung menggenggam tangan Jenita dan memberikan senyum termanisnya agar Jenita bisa merasa lebih tenang.


"Biarkan mereka masuk!" titah Ratu Nafata.


"Tapi, Ratu," protes sang ajudan.

__ADS_1


"Biarkan saja. Kita lihat dulu, apa mau mereka kali ini," ucap Nafata mencoba bijak. Mau tidak mau, sang ajudan pun terdiam dengan perasaan kesal.


Tak butuh waktu lama, masuklah Raja Damendra dan Ratu Amuba dengan segala sandiwara yang sudah mereka rencanakan. Segala permintaan maaf dengan penuh penyesalan mereka ucapkan. Begitu juga ucapan selamat serta pujian, terlontar dari mulut keduanya. Tentu saja semua itu mereka lakukan demi mendapat simpati dari seluruh orang yang ada di sana.


Melihat tingkah sang ayah yang memuakkan, Jenita memilih pergi meninggalkan ruang itu. Jack yang tidak bisa pergi meninggalkan aula, meminta tolong kepada insana agar mau menemani Jenita sejenak. Jack penasaran dengan tujuan kedatangan Raja Damendra kali ini.


"Jujur, Ratu Nafata. Saya sangat menyesal karena telah berbuat curang kepada ayah Ratu. Saya benar benar minta maaf," ucap Raja Damendra dengan menampilkan wajah sesedih mungkin. "Saya sadar, saya telah mencurangi Raja agung Kagomara. Padahal dia Raja yang sangat baik, termasuk kepada saya, tapi saya ..."


"Sudah, sudah," ucap Ratu Nafata menghentikan bualan Damendra yang terlihat jelas penuh kepalsuan. "Saya sudah memaafkan Raja Damendra dan Ratu Amuba. Semua sudah berlalu. Saya harap anda sekalian tidak mengulangi kembali kecurangan kalian di masa depan."


"Tentu, Ratu," jawab Ratu Amuba dengan cepat. "Kami jera melakukannya. Sungguh."


Bukannya menuruti apa yang diucapkan Nafata, sepasang Raja dan Ratu itu kembali memasang wajah sedih. "Maaf, Ratu Nafata. Kedatangan kami kesini sebenarnya ingin meminta bantuan kepada Ratu," ucap Ratu Amuba.


Semua yang mendengar ucapan Ratu Amuba langsung mengerutkan keningnya, tapi tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya. "Minta bantuan? Bantuan seperti apa yang anda butuhkan?" ucap Ratu Nafata.

__ADS_1


"Berapa hari yang lalu, istana kami di serang oleh pasukan Raja Roma, Ratu," balas Ratu Amuba kembali bersandiwara. "Kami kalah, istana hancur dan rakyat menderita. Terus tadi kami mendengar kalau Raja Roma dan pasukannya dapa dikalahkan oleh pasukan kerajaan ini. Maka itu kami berinisatif meminta bantuan. Karena itulah saat ini kami bisa berada disini."


"Lalu," ucap Nafata dengan tenangnya. Meski kenyataanya hati Nafata agak kesal, tapi dia mencoba menahannya. Bukan hanya Nafata, orang orang disekitarnya pun merasakan kekesalan yang sama. Tapi semuanya diam karena penasaran dengan kelanjutan sandiwara yang sedang dimainkan Ratu Amuba.


"Kedatangan kami kesini, kami ingin mengajak Ratu Nafata untuk bekerja sama menguasai semua yang dimiliki Raja Roma, Ratu," ucap Ratu Amuba dengan kepercayaanndiri yang sangat tinggi.


Nafata dan yang lain tentu saja sangat terkejut. Selaian kebohongan soal penyerangan Raja Roma kepada Raja Damendra, sepasang raja dan ratu tersebut juga masih menunjukkan sifat serakahnya. Sungguh semuanya merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan Raja dan Ratu tersebut.


"Keuntungan apa yang akan saya dapatkan, jika saya mau membantu anda, Ratu Amuba?" ucap Ratu Nafata yang membuat semua yang ada disana tercengang mendengarnya. Jack dan yang lainnya menatap tak percaya ke arah Nafata dengan pikiran yang sudah berkelana ke hal yang buruk saja.


Berbeda dengan Raja dan Ratu itu. Mata mereka sontak berbinar begitu mendengar pertanyaan Ratu Nafata. Mereka yakin sekali kalau Ratu Nafata pasti sangat tertarik dengan penawaran yang dia suguhkan.


"Ratu Nafata bisa memperluas daerah kekuasan, dan juga segala kekayaan yang dimiliki, kita bisa memiliki semua itu bersama sama, bagaimana? Ratu Nafata pasti tertarik bukan?" Jawab Ratu Amuba semakin antusias dengan wajah yang berbinar ceria.


Nafata sontak tersenyum. "Penawaran yang sangat menarik," ucap Nafata dan hal itu membuat Raja dan Ratu yang ambisius itu semakin kegirangan.

__ADS_1


"Jadi bagaimana? Apa Ratu Nafata setuju?"


...@@@@@...


__ADS_2