NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Raja Roma Beraksi


__ADS_3

"Baiklah kalau anda pura pura tidak mengerti, akan saya katakan maksud dari ucapan saya."


"Silakan."


Jack kemudian mengeluarkan kalung yang dia sembunyikan. Seketika mata Raja Roma langsung membelalak.


"Itu!"


"Kenapa? Anda mengenali benda yang saya pegang ini?" ucap Jack sembari menyeringai.


Mata Raja Roma sampai tak berkedip menatap benda yang selama ini dia cari. Begitu juga dengan para pengikutnya. Tapi benak Raja Roma bertanya tanya, kenapa benda berwarna ungu itu hanya berbentuk seperti itu? Tidak bulat seperti biasanya? Dimana bagian yang lainnya? Sunguh, otak Raja Roma sedang bergejolak saat ini.


Bukan hanya memikirkan bentuk dari batu yang selama ini dia cari, tapi Raja Roma juga langsung berpikir cepat mencari cara bagaimana memiliki benda yang menggantung pada kalung Jack. Raja Roma menatap lekat mata Jenderal, seakan memberi suatu kode untuk melaksanakan sesuatu yang sudah mereka rencanakan.


Ya, di balik rencana kedatangan Raja Roma ke kerajaan kagomara, ada rencana besar yang disiapkan oleh Raja yang penuh ambisi itu. Beberapa saat setelah keberangkatannya ke istana Kagomara, pasukan Raja Roma sedang bersiap diri untuk melakukan penyerangan terhadap kerajaan tersebut.


Kedatangan Raja Damendra ke istana Raja Roma semakin membuat pasukan itu bersemangat untuk melakukan penyerangan. Raja Damendra yang melihat persiapan pasukan Raja Roma tentu saja merasa senang melihatnya. Karena Raja Damendra yakin sebentar lagi kerajaan Kagomara akan menjadi miliknya.

__ADS_1


"Tuan penasehat, jika anda menyerang kerajaan kagomara, saya minta, tolong jangan lukai putri Jenita," pinta Raja Damendra.


Sang penasehat tersenyum sinis. "Apa anda pikir kami akan mengabulkannnya?"


"Kenapa?" tanya Raja Damendra agak tergagap.


Sang penasehat sontak menyeringai. "Bisa saja, setelah kami menang melawan kerajaan kagomara, kerajaan yang akan kami hancurkan berikutnya adalah kerajaan anda."


Deg!


Kembali ke tempat pertemuan Raja Roma dan Ratu Jenita, diam diam Jack mengawasi gerak gerik Raja Roma dan beberapa orang yang mengkutinya. Jack sudah menduga, kunjungan Raja Roma kesini pasti ada maskud tersembunyi. Maka itu sebelum kedatangan Raja Roma ke istananya, Jack langsung menyusun rencana bersama Nikki dan Rahul kemarin. Sekarang dugaan Jack terbukti, gelagat Raja Roma dan anak buahnya sangat mencurigakan.


Kening Jack sempat berkerut. Dia sedikit terkejut dengan ucapan Raja Roma. Otaknya seketika langsung bepikir cepat hingga dia menemukan jalan keluar.


"Hahaha ..." kali ini gantian Jack yang terbahak lantang. "Apakah anda berharap saya akan menyuruh anda memeriksa tentang asli tidaknya batu ini?"


Raja Roma dan Jenderalnya sama sama terkejut mendengarnya. Mereka tidak menyangka kalau Jack bisa membaca jalan pikiran mereka berdua.

__ADS_1


"Jangan asal menyimpulkan!" seru Raja Roma lantang. "Melihat dari sini saja saya tahu kalau batu itu palsu."


"Hahaha ..." Suara tawa Jack malah semakin kencang. "Bagaimana mungkin anda bisa seyakin itu? Sedangkan berdasarkan cerita yang saya dengar, anda belum pernah melihat bahkan memegang batu bercahaya ungu. Kenapa anda sangat percaya diri sekali mengatakan batu ini palsu."


Lagi lagi Raja Roma dibuat terkejut. Dia sungguh merasa malu saat ini. Dia sangat tidak terima dan merasa terlhina. Padahal apa yang dikatakan Jack memang benar, seumur hidup Raja roma belum pernah melihat, bahkan menyentuh batu bercahaya ungu.


Sedangkan Jack tahu cerita tersebut dari sang naga. Soalnya selama ratusan tahun berlalu, baru kali ini ada yang mengincar batu milik Naga.


Terlihat Raja Roma kembali saling tatap dengan para pengikutnya. Hingga beberapa saat kemudian Raja Roma berdiri dari tempat duduknya melangkah menuju ke arah Jack yang duduk di dekat Jenita dengan kedua tangan dibalik punggung. Jack dan pihak dari Ratu Jenita hanya saling pandang dan waspada. Mereka semua memang sudah di arahkan oleh Jack.


Raja Roma melangkah mendekat ke arah Jack dan Jenita. "Apa anda meremehkan kemampuan saya dalam menilai barang?"


"Hahaha ..." lagi lagi tawa penuh ejekan terdengar ngaring ditelinga Raja Roma. "Tentu saja. Bahkan para wanita disini mengatakan kalau benda ini asli. Jadi darimana asalnya? Anda menyimpulkan batu ini palsu?"


Raja Roma yang sudah berada didekat Jenita sontak tersenyum sinis. Tentu saja dia senang mendengar pengakuan Jack barusan tentang ke aslian batu yang sekarang berada di leher Jack. Salah satu tangan Raja Roma yang masih berada dibalik punggung bergerak dengan cepat dan kini sebuah belati sudah teracung dihadapan leher Jenita.


"Serahkan batu itu atau nyawa Jenita saya lenyapkan!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2