
Kabar banyaknya kaum pria berdatangan ke pulau kagomara, tentu saja membuat gempar lima wanita yang menjadi mata mata di pulau tersebut. Berbagai pertanyan benar benar bermunculan dalam benak mereka saat melihat kaum pria satu persatu datang.
Yang semakin membuat kelima wanita itu heran, setiap mereka mencari tahu dan bertanya, tidak ada satupun yang menjawab dengan pasti, alasan yang membuat para laki laki datang. Para penduduk maupun para lelaki selalu memberi jawaban yang sama yaitu memenuhi undangan Ratu Jenita. Saat kelima wanita bertanya lebih lanjut, tidak ada jawaban yang mereka dapatkan lagi.
Mereka juga sangat kesulitan mencari jalan agar bisa masuk ke dalam istana. Kelima wanita itu benar benar berpikir keras dalal mencari tahu, apa sebenarnya yang terjadi dalam istana sana. Dan saat ini wanita itu sedang berdiskusi satu sama lainnya di tempat persembunyian mereka.
"Kalau aku perhatikan, mungkin para laki laki datang ke pulau ini pasti ada hubungannya dengan wanita," ucap wanita satu.
"Tapi apa? Sejak kemarin kita melihat para penduduk pergi lalu saat mereka kembali, mereka membawa rombongan pria. Heran, itu tujuannya buat apa?" ucap wanita dua terihat sangat kesal.
"Apa mungkin, kutukan dari Naga sudah luntur?" ucap wanita satu.
"Firasatku juga berkata demikian," wanita tiga menimpali. "Apa kalian tidak memperhatikan wajah wajah para wanita dan juga para pria yang berdatangan?"
"Lihat, mereka nampak begitu sangat bahagia. Seperti akan mendapat sesuatu saat memasuki Istana," balas wanita empat.
__ADS_1
"Nah, kan? Apa lagi sampai malam begini, para pria tidak ada satupun yang keluar dari Istana. Justru yang sering keluar masuk ke dalam Istana adalah para wanita dengan wajah ceria. Lalu kemana para pria? Apa yang mereka lakukan di dalam istana sampai tidak ada yang keliuar?"
Kelima wanita ada yang disana, kembali harus berpikir tentang apa yang sedang mereka bahas. Hingga beberapa saat kemudian salah satu diantara mereka mengeluarkan sebuah ide yang pastinya akan sangat menguntungkan bagi mereka.
"Baik, aku setuju."
"Aku juga."
"Aku juga sangat setuju.
Seperti yang dikatakan kelima wanita penyyusup itu, sampai malam menjelang larut, memang benar, tidak ada satu pria pun yang keluar dari Istana. Hal itu dikarenakan, para pria di dalam istana, tidak bercinta hanya dengan satu wanita saja. Tapi para pria berusaha mecoblos lebih dari satu wanita dalam satu malam.
Maka itu, malam ini, para lelaki menggunakan kesempatan itu untuk memuaskan hasrat mereka yang sudah terpendam selama bertahun tahun. Dan bisa saja, mereka akan mengulang percintaan dengan wanita yang berbeda keesokan harinya.
Sementara itu, di kamar utama istana, Ratu Jenita sudah terlelap sendirian sejak beberapa saat yang lalu. Khusus malam ini, Jenita membiarkan Jack melakukan ritual dengan wanita lain di kamar belakang. Begitu juga Nafata dan Insana. Mereka terlelap sendirian karena para pria sedang bersama wanita lain, turut andil dalam ritual menghilangkan kutukan naga.
__ADS_1
"Eugh!" Jenita melenguh dan sepertinya dia terbangun. Matanya perlahan terbuka dan dia melihat senyum manis seorang pria sedang menatap wajahnya.
"Kok bangun? Aku ganggu ya?" tanya pria itu yang tak lain adalah Jack.
"Kamu sudah selesai melakukan ritualnya?" bukannya menjawab, Jenita malah melempar pertanyaan dengan suara khas orang baru bangun tidur.
"Sudah, belum lama ini, kamu mau dimasukin juga?" tawar Jack sambil mengusap lembut pipi Jenita.
"Tidak mau, aku ngantuk," tolak Jenita.
"Ya sudah, tidur lagi aja, nanti aku nyusul, aku mau mandi dulu," Jenita menjawab dengan gumaman. Sebelum pergi ke kamar mandi, Jack terlebih dahulu mencium kening Jenita sambil berbisik. "Terima kasih telah mengijinkan aku bercinta dengan wanita lain, ratuku."
Masih di malam yang sama di antara rumah rumah penduduk. Dua orang wanita sedang berjalan menuju rumah mereka. Mereka terlihat sangat bahagia setelah keluar dari istana beberapa saat yang lalu. Senyum mereka merekah indah disepanjang perjalaan pulang. Namun senyum itu langsung menghilang saat tiba tiba ada lima wanita yang menghadang mereka dengan membawa pedang.
"Kalian siapa?"
__ADS_1
"Diam dan ikut kami! Jika berteriak, pedang ini akan menembus jantung kalian, paham."
...@@@@@...