
Kini malam sudah tiba. Di istana Kagomara, ritual bercinta masih terlihat dari beberapa tenda yang ada. Meski sebagian pria memilih libur sejenak dari ritual penuh nikmat itu, tapi ada juga pria yang terus memacu kejantannya tanpa mengenal lelah. Sungguh mereka sangat menikmati anugerah yang sangat enak ini.
Apalagi mereka punya ramuan buah Mokondo, ramuan yang dikenal dapat mencegah penyakit berbahaya dari seringya berganti pasangan saat bercinta. Buah Mokondo sendiri bentuknya bulat kecil berwarna merah jambu dan rasanya sangat asam. Buah itu dipercaya penduduk bisa mencegah penyakit berbahaya itu. Maka itu mereka enak saja bercinta dengan berganti ganti pasangan.
Di sisi lain. Tepatnya di bangunan belakang istana, terlihat tiga pemuda nampak duduk bersama tanpa ada wanita yang biasa bersama mereka. Para wanita memang sengaja tidak ikut bergabung karena mereka ingin istirahat lebih awal untuk menghadapi kemungkinan terburuk akan datangnya Raja Roma di istana Kagomara.
"Apa Raja Roma begitu menakutkan? Sampai sampai para wanita merasa tak tenang? Astaga!" ucap Rahul di sela sela obrolan mereka.
"Mungkin dari apa yang pernah mereka alami, mereka dapat merasakan ketakutan yang tak biasa. Apa lagi mereka itu wanita. Daya ingatnya lebih tajam dari laki laki," Jack menimpali.
"Benar!" seru Nikki. "Kesalahan kita yang sudah terkubur bertahun tahun, bisa jadi senjata yang bisa memojokan pria jika wanita sedang marah."
"Hahaha ... bisa aja kamu, Nik," Jack kembali menikmati. Tapi memang bener sih, wanita itu selain selalu benar, dia juga ahli sejarah yang sangat bagus. Kesalahan pria sekecil apapun, akan selalu dia ingat. Heran."
Ketiga pemuda sejenak terbahak bersama. Setelah puas terbahak Jack kembali memasang wajah serius. "Aku punya satu rencana untuk berjaga jaga atas datangnya Raja Roma."
"Rencana? Rencana apa?" tanya Nikki.
Jack langsung menceritakan rencananya serta dugaan yang kemungkin akan terjadi. "Bagaimana?"
"Sip, aku setuju," Rahul berkata dengan antusias.
__ADS_1
"Yess, aku juga," sambung Nikki.
"Baiklah, kita jalankan rencana kita dihari kedatangan Raja Roma."
"Siap!"
Haripun kembali berganti dan keesokan harinya, betapa terkejutnya Raja Roma begitu mendapat kabar dari orang yang dia suruh mengantar pesan ke istana kagomara. Tentu saja dia merasa geram karena informasi yang dia dapatkan berbeda dengan informasi dari Raja Damendra.
"Benar, yang mulia. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau pemimpin kerajaan kagomara adalah wanita. Dia juga yang menerima saya kemarin. Saat saya menginap di sekitat istana, saya mendapat informasi dari penduduk kerajaan kalau disana memang benar ada tiga pria asing, Yang mulia. Mereka hanya tinggal di istana tapi bukan sebagai pemimpin," terang sang utusan sedetail mungkin.
Bukan hanya Raja roma yang dibuat heran dan terkejut, para petinggi kerajaan juga sama terkejutnya mendengar berita yang di bawa oleh orang suruhan sang raja.
"Mungkin benar kalau kutukan raja naga berhasil mereka lenyapkan. Bahkan saya melihat para wanita yang sedang menunggu giliran untuk dihilangkan kutukannya oleh para lelaki. Cara melakukanya dengan cara bercinta, tuan."
"Apa!" pekik semua orang yang ada disana. Benar benar berita yang sangat mengejutkan.
"Apa kamu melihat, bagaimana rupa pria asing itu?" tanya Jenderal.
"Tidak, Yang mulia. Sama sekali saya tidak melihatnya. Penjagaannya sangat ketat, Tuan. Saya mencoba bertanya pun tidak ada jawaban yang sangat berarti. Sepertinya semua sepakat untuk menutupi keberadaan mereka, Tuan."
"Baiklah, silakan kamu istirahat," titah Raja Roma.
__ADS_1
"Terima kasih, Yang mulia," ucap orang itu sembari pergi undur diri.
Raja Roma terdiam dengan pikiran berkelana. Dia sangat penasaran dan tentu saja sangat marah. Kenapa informasi yang diceritakan Raja Damendra sangat berbeda? Kenapa Raja Damendra mengatakan anaknya menghilang.
"Yang mulia, apa mungkin ini salah satu cara yang sudah direnanakan Raja Damendra?" ucap sang jenderal.
Raja Roma langsung melayangkan pandangannya ke arah Jenderal yang berdiri. "Maksud Jenderal?"
"Maksud saya, bukankah Raja Damendra sangat mengincar harta yang tersembunyi yang dimiliki kerajaan Kagomara. Yang mulia pasti masih ingat bukan, pengkhianatan Raja Damendra kepada Raja Kagomara? Bisa jadi dia menginginkan kita menyerang kagomara karena dia tahu sebenarnya kehebatan pria asing itu dan Raja Damendra tidak bisa mengatasinya."
Semua terdiam sembari mencerna perkataan sang Jenderal. Jika dipikir, apa yang dikatakan Jenderal masuk akal juga.
"Berarti dengan kata lain, Raja Damendra memanfaatkan kekuatan kita untuk melawan pria itu dan dia yang akan menikmati hasilnya tanpa melakukan apa apa, bukan begitu, Jenderal?" ucap penasehat kerajaan.
"Tepat sekali, Tuan penasehat. Kita dijadikan alat untuk keuntungan Raja Damendra. Bukankah itu sebuah penghinaan?" ucap Jenderal terdengar sedikit emosi.
"Kurang ajar, jadi seperti itu maskud Raja Damendra berbohong tentang putrinya?" geram Raja Roma. "Baiklah, besok persiapkan saja semua pasukan dan juga kepergian saya ke pulau kagomara. Kita lihat apa yang akan saya lakukan disana. Setelah itu, kita buat perhitungan dengan Raja Damendra."
"Siap, Yang mulia."
...@@@@@...
__ADS_1