NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Tuduhan Ratu Amuba


__ADS_3

"Maaf Ratu, di luar istana terjadi keributan."


"Keributan? Apa yang terjadi?" Jack yang menjawab karena Jenita masih tenggelam dalam pelukannnya.


"Para penduduk menuntut agar Tuan Jack menjadi Raja di Istana ini."


"Apa!" pekik semua orang yang ada disana.


"Siapa itu tuan Jack?" tanya Raja Amuba, sang penjaga istana sontak saja menunjuk ke arah pria yang sedang memeluk Jenita. Mata Raja Damendra seketika langsung terbuka lebar. "Tidak! Tidak bisa!" tolak Raja Damendra langsung.


"Bagaimana mungkin seorang pria asing dijadikan Raja? Apa para penduduk sudah gila!" oceh Ratu Amuba yang juga sama terkejutnya dengan apa yang baru saja dia dengar. "Bagaimana sih? Cara berpikir penduduk sini?"


"Memangnya kenapa kalau saya jadi Raja? Apa kalian takut kehilangan tambang harta kalian?"


Raja Damendra sontak terperangah mendengarnya. Begitu juga dengan Ratu Amuba yang tidak bisa menghentikan rasa terkejutnya. Bagi mereka, ini tidak bisa terjadi. Kerajaan Kagomara tidak boleh di ambil alih oleh siapapun. Dia belum mendapat harta yang tersembunyi dari pulau ini.


Jack sendiri juga sebenarnya merasa terkejut dengan kabar yang baru saja dia dengar. Para penduduk menginginkan Jack jadi raja, tentu saja ini sangat tidak dipercaya. Apa yang menyebabkan para penduduk menginginkan Jack menjadi Raja? Apa ada orang yang mempengaruhinya? Langsung tumbuh banyak pertanyaan dalam hati Jack.

__ADS_1


Jeniita yang masih membenamkan kepalanya di dada Jack, juga merasakan keterkejutan yang sama seperti yang Jack rasakan. Berbagai pertanyaan pun tumbuh dalam pikiran Jenita. Tapi Jenita merasa senang jika Jack menjadi Raja. Dia akan menjadi wanita yang bebas dan lepas, tidak memikirka segala sesauatu yang berhubungan dengan kerajaan. Terlebih lagi Jenita akan merasa sangat bahagia karena terlepas dari rongrongan sang ayah.


"Bagaimana, Tuan Jack? Apa yang harus kami lakukan?"


"Kamu bilang saja, Tuan Jack tidak akan pernah menjadi Raja di pulau ini!" bentak Raja Damendra.


"Benar! Cepat kamu keluar dan bilang, Tuan Jack tidak.akan pernah bisa jadi Raja! Dia hanya orang asing! sambung Ratu amuba.


"Apa haknya kalian melarang?" kini Jenita mulai membuka suaranya. "Bukankah kalian juga orang asing?"


Jenita melepaskan diri dari pelukan Jack, dan dia berdiri disebelah pemuda itu. "Benar, kan, yang aku katakan? Kalian juga orang asing yang merampas milik Raja Kagomara dan mengkhianatinya, benar kan?"


"Apa kamu bilang? Hah! Katakan sekali lagi? Apa yang barusan kamu bilang? Hah!" teriak Raja Damendra dan dia langsung mengangkat tangannya hendak menampar Jenita tapi dengan gerakan cepat Jack langsung menangkap tangan itu dan mencegkramnnya dengan sangat kuat.


"Jangan pernah berani beraninya anda menampar Jenita lagi! Jika anda melakukannya, jangan salahkan saya jika nyawa anda melayang. Saya tidak peduli anda seorang Raja. Saya akan memburu anda kemanapun kalau sampai menyakiti Jenita kembali!" hardik Jack dengan penuh penekanan. Dia langsung menghempaskan tangan Damendra.


"Akh!" Damendra meringis sambil memegang pergelangan tangannya. Dia dan Ratu Amuba memandang tajam Jack tapi tidak bisa melakukan apapun. Ancaman Jack yang penuh dengan amarah, terlihat sangat menakutkan dimata dua manusia itu.

__ADS_1


"Tuan," panggil sang penjaga yang sedari tadi mematung menyaksikan drama pertengkaran di depan matanya.


"Katakan pada mereka, suruh mereka tenang dan tunggu keputusan dari saya dan Ratu Jenita," ucap Jack.


"Baik, Tuan!" Penjaga istana segera pergi untuk menyampaikan pesan Tuan Jack.


"Jenita, jika dimata kamu, kami adalah pengkhianat, apa kamu tidak takut, pria asing ini juga menghianatimu? Bukankah pria ini sendiri juga sudah menegaskan kalau dia tidak mau menikahimu, terus tiba tiba warga meminta agar dia menjadi Raja. Apa kamu tidak merasa ini sangat aneh?" ucap Ratu Amuba berusaha memprovokasi.


"Apa maksud anda?" tanya Jack dengan geram.


"Jangan pura pura tidak tahu apa apa. Dari kejadian ini saja aku sudah paham, apa maksud anda datang ke Pulau ini. Anda pura pura mendekati Jenita dan memanfaatkannya karena dia ratu disini. Setelah Jenita luluh, anda langsunng merencanakan ini semua. Melunturkan kutukun hanya sebuah cara licik anda untuk menguasai harta yang ada di pulau ini, benar , bukan?" ucap Amuba dengan penuh percaha diri yang sangat tinggi kalau perkataannya benar dan masuk akal.


"Ah iya!" seru Raja Damendra. "Pantas saja tiba tiba ada keributan meminta Tuan Jack jadi Raja. Ternyata memang sudah direcanakan dengan matang."


"Kalau aku sendiri yang meminta Tuan Jack menjadi Raja, bagaimana?" sebuah suara tiba tiba datang dan suara itu sangat membuat Raja Damendra dan Ratu Amuba terkejut bukan main.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2