NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Setelah Malam itu


__ADS_3

Tanpa terasa setelah malam panjang yang dilalui tiga pemuda dengan tiga wanita di dalam kamar yang berbeda, kini pagi menyapa mereka dengan hawa dinginnya.


Di dalam kamar utama sebuah Istana, nampak seorang wanita baru saja membuka matanya. Wanita yang menduduki tahta kerajaan tersebut baru saja bangun dari lelapnya setelah melepas lelah penuh nikmat untuk pertama kalinya. Meski rasa pegal dan perih mendera sebagian tubuhnya, tapi rasa itu seakan hilang oleh rasa nikmat tak terkiraan yang dia dapat dari pria yang masih terlelap di sebelahnya.


Begitu matanya terbuka sempurna, wanita yang biasa di sapa Ratu Jenita itu menyunggingkan senyum manisnya saat matanya menangkap sosok tampan yang masih terlelap. Wanita itu merebahkan kepalanya di dada bidang sang pria dengan senyum yang tak ingin dia lunturkan.


Mata Jenita memandang kain yang menutupi tubuh bawah pria itu. Hatinya tergoda ingin membuka kain itu dan melihat isinya. Tangan Jenita bergerak menuju kain tersebut dan perlahan menggesernya.


Begitu melihat isinya, suara tawa Jenita langsung keluar. Dia pun sontak membungkam mulutnya lalu mendongak melihat keadaan si pria. Aman, Pria bernama Jack masih terlelap. Mata Jenita kembali memandang benda yang semalam telah menusuk nusuk lubang nikmat miliknya. Benda di di bawah itu sedang terkulai lemas, tidak segagah seperti malam tadi saat membobol mahkota tersebut.


Tangan Jenita bergerak meraih benda yang sedang lemas dan bermalas malasan di rimbunnya bulu keriting. Dalam hati Jenita bertanya tanya, bagaimana cara membangunkan benda milik seorang pria setelah tangannya menggengam benda itu. Sambil berpikir, tangan Jenita bergerak mengusap lembut benda itu.


Beberapa saat kemudian, Jenita dibuat terkejut. Dia merasakan benda itu makin lama makin membesar saat tangan Jenita masih bergerak. Senyum lebar langsung tercetak jelas dari mulut wanita itu. Matanya berbinar melihat benda milik Jack sudah menegang dengan gagahnya.


"Wah! Imut sekali! Kamu sangat gagah," gumam Jenita lirih takut membangunkan Jack. Tangannya terus bergerak pelan memainkan benda itu. Hingga beberapa saat kemudian, ketika Jenita sedang fokus bermain, dia dikejutkan dengan suara berat seorang pria.


"Kamu suka?"


Deg!

__ADS_1


Jenita terperanjat. Dia seperti maling yang tertangkap basah. Sontak saja dia langsung melepaskan benda menegang itu dan bangkit dari rebahannya. Tapi gerakan pemilik benda itu lebih gesit meski baru bangun tidur. Dia langsung menahan tubuh Jenita dan mendekapnya di dada.


"Ratuku mau kabur?" tuduh Jack. Pria itu sebenarnya sudah bangun cukup lama, saat dia merasakan ada kepala yang bersandar di dadanya. Jack akan membuka mata, tapi dia kaget saat merasakan tangan Jenita menyentuh benda di bawah berutnya dan bermain main disana. Sejak itu, Jack memilih pura pura terus tertidur.


"Siapa yang mau kabur?" balas Jenita dusta. Jelas sekali terlihat dari wajahnya kalau dia malu setengah mati.


"Terus, kenapa langsung terbangun saat mendengar suaraku?" cecar Jack.


"Kebetulann saja, saya mau ke kamar mandi pada saat anda bersuara," Jenita masih berkilah.


"Ratuku harus tanggung jawab. Tidak boleh kabur begitu saja," Jack pun tak mau kalah. Dia bepikir keras untuk terus menahan Jenita.


"Tanggung jawab? Tanggung jawab untuk apa?" tanya Jenita nampak terkejut.


"Mana bisa? Siapa juga yang membangunkannya?" kilah Jenita gelagapan.


"Memangnya aku nggak tahu apa yang kamu lakukan sedari tadi? Aku mendengar dan merasakan semuanya! Ratuku jangan coba coba mengingkarinya."


Deg!

__ADS_1


Wajah Jenita langsung terlihat panik. "Apa yang harus saya lakukan?" tanyanya lirih. Akhirnya Jenita tidak bisa mengelak lagi dan diapun pasrah. Jenita juga sadar, dia tidak akan pernah menang melawan Jack.


Sedangkan Jack, senyum kemenangan langsung terkembang. "Buat dia supaya tidur lagi."


Kening Jenita mengernyit. "Bagaimana caranya?"


Jack bergerak memindahkan tubuh Jenita ke atas ranjang. Kini Jack yang berada di atas tubuh Jenita dengan mata yang saling menatap. "Pengin tahu caranya?" ucap Jack lirih sembari menyeringi. Jenita mengangguk cepat.


Jack kembali menyeringi. "Kita melakukan ritual seperti semalam."


Mata Jenita lansung membulat. "Mana mungkin? Apa tidak cara lain?" tawar Jenita.


Jack langsung terkekeh. "Sayangnya tidak ada. Cuma itu satu satunya cara agar milikkku tertidur kembali."


"Em ... tapi ... lubangku masih sakit, Tuan," ucap Jenita mencari alasan.


Tetap saja Jack tidak mau kalah. "Aku akan bantu menghilangkan rasa sakit itu."


Tanpa menunggu jawaban dari Jenita, Jack lansung menggeser badannya ke bawah dan berhenti saat wajahnya tepat berada di depan lubang milik Jenita. Tangan Jack mengusap lembut bibir lubang itu lalu bibir Jack pun mulai menciuminya. Awalnya Jenita merasa terkejut tapi lama kelamaan rasa nikmat lansung menyerang tubuhnya.

__ADS_1


"Aaakkhh ..."


...@@@@@...


__ADS_2