
"Jika saya mau, saya bisa menghancurkan pulau ini dalam sekejap mata! hahaha ..."
"Benarkah? Lalu kenapa anda tidak menghancurkannya?"
"Apa itu perlu saya lakukan? Apa kalian semua siap, melihat kehancuran di depan mata kalian?"
"Lakukanlah! Dengan begitu, istri anda selamanya akan lemah karena dengan hancurnya pulau ini, maka hancur juga batu bercahaya ungu."
Seketika wajah sombong Naga jantan yang sedari tadi dia tunjukkan, berubah menjadi rasa terkejut bukan main. Matanya kini langsung menatap tajam ke arah Jack yang sedang menatapnya juga dengan tatapan meremehkan.
Bagaimana pria itu tahu tentang batu bercahaya ungu? Itulah salah satu pertanyaan yang ada dalam pikiran Naga jantan saat ini. Meski banyak pertanyaan yang bermunculan, tapi yang menjadi fokus utama pikiran naga jantan adalah apa tentang batu bercahaya ungu dan pria yang sekarang meremehkannya.
"Bagaimana? Kenapa anda diam?" tanya Jack masih dengan sikap meremehkan. Diamnya Naga jantan membuat Jack yakin kalau gertakannya cukup membuat nyali Naga jantan menciut. Biar bagaimanapun Jack sedikit tahu, betapa pentingnya batu bercahaya ungu untuk sang naga. "Bagaimana kalau saya beri penawaran untuk anda, Tuan Naga?"
Semua mata yang ada disana langsung mengalihkan tatapannya ke arah Jack. Mereka mereka bertanya dalam hati, apa yang Jack lakukan? Begitu juga dengan pemikiran Jenita.
"Apa yang anda lakukan? Apa anda akan berkhianat?" tanya Jenita dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Jack menoleh. "Tenanglah, semua akan baik baik saja."
Naga jantan pun sama, tak kalah terkejutnya. Dia tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini. Bagaimana mungkin seekor naga yang derajatnya merasa lebih tinggi dari manusia harus menerima penawaran tersebut. Jelas saja, dia akan menolaknya. Namun di sisi hati yang lain, Naga jantan merasa kalau penawaran dari pria itu pasti ada hubungannya dengan batu bercahaya ungu.
"Apa yang anda mau?" Naga jantan akhirnya menurunkan sedikit egonya.
Jack pun menyeringai. "Musnahkan kutukan yang anda lalukan pada semua wanita yang ada di pulau ini!"
Semua mata kembali menatap Jack dengan tatapan tak percaya. Terutama Jenita. Bagaimana mungkin Jack melakukan penawaran demi penduduk pulau itu? Sungguh ini kejutan yang sangat mengharukan dan perbuatan Jack cukup menyentuh hati para wanita termasuk Jenita.
"Hahaha ..." tawa Naga Jantan menggelegar. "Tidak semudah itu, Tuan!"
"Serahkan dulu batu bercahaya ungu, maka saya akan mengatakannya," Naga jantan memberi penawaran dengan senyuman penuh maksud tersembunyi.
"Hahaha ..." kini gantian Jack yang tawanya menggelegar. "Anda pikir saya bodoh?"
Senyum Naga seketika sirna begitu mendengar ucapan Jack. Dia pikir Jack akan bisa dibohongi, nyatanya, Niat buruk Naga terbaca dengan jelas oleh pria itu.
__ADS_1
"Bagaimana Tuan Naga? Anda menerima penawaran saya atau batu bercahaya ungu akan hancur berkeping keping!" ancam Jack dan Naga sangat terkejut mendengar ancaman itu.
"Tentu saja tidak! Serahkan dulu batu itu, baru saya akan mengabulkan permintaan anda," Naga masih berusaha teguh pada pendiriannya. Dia sangat yakin kali ini pasti tawarannya akan berhasil. Apa lagi melihat Jack yang terdiam, membuat Naga semakin yakin kalau Jack akan luluh pada tawarannya.
Namun sayang sekali, tak lama setelah Jack terdiam, dia langsung menyeringai. Pastinya sikap Jack sangat mengejutkan diri Naga. Sepertinya Naga salah dalam menilai lawan.
"Jadi sepenting itu batu bercahaya ungu bagi anda? Baiklah. Dengan begitu saya semakin yakin batu itu juga pastinya akan berguna buat saya. Silakan anda mau berbuat sesuka diri anda. Mau kutukan itu dihilangkan atau tidak? Terserah anda. Yang pasti saya hanya mengingatkan, bersiap siaplah, anda akan kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup anda untuk selamanya," ucap Jack dengan tenang, tapi mampu membuat Naga terdiam dan ketar ketir. Biar bagaimanapun, Naga tidak akan pernah siap kehilngan istrinya.
"Mari Ratuku, kita pergi dari sini," sambung Jack sembari menarik tangan Jenita menuju kudanya.
"Tunggu!" cegah Naga.
Langkah kaki Jack langsung berhenti dan dia menoleh ke arah Naga. "Bagaimana?"
"Baiklah, saya akan kabulkan permintaan anda!"
"Bagus!"
__ADS_1
...@@@@@...