
"Kalau aku cuma menghilang satu hari berarti apa yang aku alami selama ini, hanya mimpi? Astaga! Tapi kenapa mimpi itu nampak nyata?"
Jack terlihat sangat frustasi. Dia mengambil ranselnya yang dia bawa saat pergi ke lampung. Kata ibu, ransel itu dibawa pulang ibu dihari kecelakaan. Saat Jack membuka ransel itu, mata Jack membulat sempurna saat melihat isinya.
"Ini kan? Astaga!"
Jack langsung mengambil isi ranselnya yang membuat dirinya terkejut bukan main. Sebuah kantung kain yang berisi beberapa butir berlian dan koin emas hadiah dari Jenita ada di dalam ranselnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Astaga!" Jack mengacak rambutnya sendiri dengan wajah yang semakin terlihat frustasi. "Kalau emas dan berlian ini asli, berarti dunia itu memang ada. Baiklah, besok aku akan menjual koin emas terlebih dahulu. Semoga aja laku di dunia ini," gumam Jack, lalu dia merebahkan tubuhnya dengan pikiran yang berkelana kemana mana. Hingga rasa kantuk menghampirinya, Jack pun akhirnya terlelap juga.
Keesokan harinya, seperti yang telah dia rencanakan, Jack bergegas pergi ke pusat penjualan emas yang ada kotanya. Dengan menggunakan motor sportnya, Jack menuju salah satu toko emas terbesar di kota itu. Dengan sedikit bertanya tanya ke orang sekitar, akhirnya Jack berhasil menemui seorang pengusaha emas.
"Wah! Ini sih emas bagus ini, dari mana kamu dapat barang sebagus ini?" tanya salah satu pemilik toko emas keturunan arab.
"Peninggalan nenek, Pak. Warisan," jawab Jack asal.
Pria pemakai sorban itu pun nampak manggut manggut. "Mau jual berapa kamu?"
"Ya sewajarnya aja, Pak, dengan harga normal yang berlaku sekarang," ucap Jack santai agar tidak di curigai kalau dia sebenarnya tidak tahu harga emas itu berapa. Tapi dia sudah punya bekal saat tadi bertanya kesana kemari, jadi dia memiliki sedikit trik jitu yang bisa dia gunakan.
__ADS_1
Orang arab itu mengambil ponsel dan memilih menu kalkulator, lalu mengetik beberapa angka dan menujukkannnya pada Jack. "Segini, gimana? Soalnya ini nggak ada surat suratnya."
Jack pura pura bersikap biasa saja. Padahal hatinya syok bukan main melihat deretan angka yang menunjukkan nominal berjuta juta. "Baiklah, biar nggak kelamaan, aku setuju aja."
"Oke! Sekarang, kirim nomer rekening kamu."
Jack langsung mengambil buku rekening yang dia bawa lalu menyebutkan apa yang diminta orang keturunan arab itu. Jack tahu, buku rekening itu pasti akan dia butuhkan karena ponsel Jack hilang saa kena musibah. Setelah transaksi berhasil dan saling berjabat tangan, Jack bergegas saja pergi menuju ATM. Begitu uang sudah ada di tangan, Jack langsung membelanjakannya dengan suka suka.
Jack juga tidak lupa mengunjungi teman temannya. Mereka cukup senang dengan kondisi Jack yang baik baik saja. Hingga malam menjelang, Jack baru kembali ke rumahnya.
"Orang baru sembuh, udah keluyuran sampe nggak ingat waktu," sungut sang ibu begitu melihat anaknya pulang.
"Dari mana aja, Jack?" tanya sang Ayah.
"Muter muter ke rumah teman, yah, sekalian beli ponsel baru."
"Kamu punya uang?" tanya Ibu
"Astaga! Ya punya dong! Aku kan rajin menabung," Jawab Jack sembari memeluk ibunya dari samping.
__ADS_1
"Waktu Aa Jack belum ketemu, semua pacar Aa selalu tanya kabar sama aku loh, A," ucap adik Jack.
"Emang pacar Jack ada berapa? Kok semua?" tanya Ayah.
"Yang aku kenal sih ada tujuh belas, Yah," balas adiknya lagi.
"Ya ampun, Jack! Serakah amat!" seru ibu.
"Nggak kok, Bu. Ngarang aja itu bocah kecil!" sungut Jack, sang adik langsung tertawa.
Rasa bahagia, jelas terpancar dari wajah Jack. Dia tidak menyangka bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Jack juga tidak menyangka, dia akan mengalami perjalanan lintas waktu yang sangat menakjubkan. Sungguh itu pengalaman seru yang Jack alami.
Rasa sedih juga kerap kali Jack rasakan saat mengingat nama wanita yang entah bagaimana kabarnya saat ini. Jack juga penasaran, bagaimana kabar Nikki dan Rahul. Sayang sekali, Jack tidak sempat menanyakan alamat ataupun akun sosial media mereka, jadi Jack benar benar kehilangan jejak dua orang itu.
Hingga beberapa hari pun berlalu. Kota tempat tinggal Jack saat ini sedang diterpa hujan lebat. Jack yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya, dikejutkan dengan sesuatu di atas hutan kota. Jack langsung saja melajukan motornya ke arah hutan kota tersebut. Senyum Jack seketika terkembang saat sampai di tengah tengah hutan kota itu.
"Awan gelap berpetir biru, apa kau datang kesini untuk mejemputku?"
...@@@@@@...
__ADS_1