NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Akal Sang Naga


__ADS_3

Yang ingin kami tanyakan, apa ada cara lain?"


"Sebenarnya ada cara lain yang bisa kalian gunakan?"


"Benarkah? Cara seperti apa itu?" tanya Jack antusias.


Wajah Naga jantan menatap lekat ke arah Jack. "Tapi ini terlalu beresiko, apa kalian siap?"


"Terlalu beresiko?" tanya Jack dengan kening berkerut. Semua dibuat penasaran dengan apa yang diucapkan Naga jantan.


"Cara ini akan mengundang banyak kerajaan untuk mendatangi pulau kagomara. Sebenarnya cara apapun yang akan dipakai, itu akan mengundang banyak orang yang tahu. Maka itu, jika kalian siap menerima berbagai serangan pada pulau ini, apa kalian siap?"


Lagi lagi Jack, Nikki dan Rahul menampilkan wajah terkejut mereka. Ketiganya saling tatap dengan pikiran penuh tanya. Apa yang dikatakan Naga memang benar, cara apapun yang mereka pakai akan mengundang berbagai macam reaksi yang tidak terduga. Apa lagi ini ada hubungannya dengan batu bercahaya ungu. Sudah pasti kemungkinan peperangan akan terjadi karena berita ini.


"Dan satu lagi yang harus kalian ingat, disini ada semacam tempat rahasia yang menjadi incaran kerajaan besar. Satu satunya orang yang tahu keberadaan tempat itu, saat ini sedang dicari setiap Raja."

__ADS_1


Rasa terkejut ketiga pemuda semakin bertambah. Mereka tahu betul siapa orang yang dimaksud Naga jantan. Orang itu memang sekarang sedang bersembunyi di kamar salah satu pemuda itu.


"Jadi bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?" tanya Rahul beberapa saat kemudian setelah semuanya terdiam dalam pikiran masing masing.


"Lebih baik, kita pikirkan lagi matang matang. Kasian jika para wanita itu harus berperang mempertahan pulau ini, melawan kerajaan yang memakai tenaga pria. Atau bisa saja, para wanita itu menyerang kita karena mereka juga ingin terbebas dari kutukan itu," ucap Nikki, dan semua membenarkan usulan dan pemikirannya.


Mendengar ucapan Nikki Jack langsung menatap ke arah sang Naga. "Apa anda tidak bisa melenyapkannya dari kekuatan anda? Anda yang menyebar, harusnya anda juga yang punya penangkalnya. Kalau aku tidak salah duga, sepertinya anda memang sengaja melakukannya. Bukan hanya demi batu bercahaya ungu, tapi ada tujuan anda agar para manusia saling serang jika penangkal kutukan itu ditemukan. Bukan begitu, Naga?"


Kening Naga langsung berkerut begitu mendengar kesimpulan dari apa yang Jack pikirkan dari segala pembicaraan yang terjadi. Tapi, rasa terkejut yang Naga tunjukkan tidak berlangsung lama, bibir Naga menyeringai. Tepat dengan apa yang Naga pikirkan, Jack memang pemuda yang cerdas. Apa yang baru saja Jack katakan memang benar, agar manusia saling serang satu sama lain.


Sekarang giliran Jack, Nikki dan Rahul yang terkejut mendengar pengakuan Naga. Tapi apa yang Naga katakan, memang benar adanya. Bukan hanya di dunia ini. Di dunia asal mereka juga seperti itu. Meski semuanya tidak menggunakan senjata dalam penyerangan, tapi ucapan para pemimpin kadang membuat telinga terasa panas dan ingin ngajak perang.


"Dengan kata lain, Anda ingin melenyapkan peradaban manusia tanpa harus bersusah payah? Hahaha ... anda terlalu kekanakan, Naga," ejek Jack terdengar meremehkan. "Hanya karena anda marah pada beberapa manusia, tapi anda mengorbankan semuanya tanpa ampun. Apa. Anda tidak memikirkan dampaknya?"


Naga jantan tersenyum sambil memandang sejenak wajah naga betina yang duduk disebelahnya, lalu kembali mata itu memandang ke arah Jack. "Apa peduli saya! Bukankah sudah sewajarnya saya melakukan hal itu? Memberi hukuman kepada manusia yang sudah mengusik kehidupan saya?" ucap Naga Jantan dengan santainya.

__ADS_1


"Tapi sayangnya, anda tidak memikirkan dengan matang saat menghukum manusia. Anda tidak berpikir panjang kalau orang yang sangat berharga bagi anda, juga merasakan dampaknya."


Deg!


Naga jantan terkesiap. Begitu juga dengan Naga betina dan juga dua teman Jack. Mereka begitu terkejut dengan apa yang Jack ungkapkan. Entah apa maksud dari ucapan Jack barusan, yang pasti mereka penasaran kelanjutan dari pemikiran Jack.


"Apa maksud dari ucapan anda?" kini Naga betina mengeluarkan suaranya.


Jack tersenyum tipis. Sejenak dia terdiam sembari mengatur nafasnya. Semua mata nampak serius menunggu jawaban dari mulut Jack.


"Anda tahu, Anda sangat membutuhkan batu bercahaya ungu. Hanya demi rasa sakit hatinya Anda membuat manusia harus saling serang. Sedangkan anda tahu, batu itu lah yang sedang diperebutkan. Lalu jika semua orang mati, siapa yang akan akan memberikan batu itu? Apa lagi jika batu itu hancur, apa anda siap?"


...@@@@@...


Ikuti juga karya ku yang lain yuk

__ADS_1



__ADS_2