
"Ada mayat! Ada mayat!" teriak seseorang mengagetkan semua orang yang ada di tapi dermaga. Teriakan yang cukup mengagetkan itu tentu saja menggemparkan dan langsung mengundang rasa penasaran orang orang yang ada disana. Semua mendatangi tempat orang berteriak tadi.
"Lihat! Sepertinya dia korban kapal yang hampir tenggelam kemarin" ucap orang yang tadi berteriak. Beberapa orang langsung mendekat dan mengecek keadaannya.
"Dia masih hidup!" seru salah seorang setelah mengecek nadinya.
"Benar! Masih hidup!" seru yang lainnya.
Semua yang ada disana langsung memberi pertolongan kepada orang itu. Beruntung sebagian dari mereka adalah regu penolong yang masih bertugas mencari korban yang hilang akibat kecelakaan kapal. Orang itu segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dan beberapa orang langsung mencari informasi korban tersebut.
Tak butuh waktu lama, tim penolong berhasil melacak keberadaan keluarga dari orang itu berdasarkan kartu identitas yang masih terselip di saku celananya. Mereka segera saja mengutus orang untuk menghubungi keluarga korban.
"Apa! Jack ditemukan?" ucap seorang wanita dengan wajah nampak begitu terkejut.
"Benar, anak ibu yang bernama Zaky Ardiansyah telah kami temukan. Sekarang dia berada di rumah sakit," ucap seorang polisi yang mendatangi rumah Jack.
"Ahlamdulillah, Jack ketemu," seru sang ibu dengan tangis yang pecah dan juga ayah serta sauadara Jack.
"Terus? Gimana keeadan anak saya, Pak?" tanya Ayah Jack.
"Dia selamat, saat ini anak bapak berada di rumah sakit Lekas sehat."
"Ya Tuhan, Jack masih hidup!" seru sang ibu penuh rasa syukur di sela sela isakannya.
"Baik, Pak, terimakasih atas informasinya. Kami akan segera berangkat menyusul anak kami."
Keluarga Jack pun langsung saja bersiap sekedarnya lalu segera berangkat ke ibu kota karena orang tua Jack berada di bandung. Mereka tidak henti hentinya mengucap syukur atas selamatnya anak mereka dari sebuah musibah.
__ADS_1
Dan waktu terus saja melaju tanpa terasa dan kini hari telah berganti lagi.
"Euggh!" sebuah suara terdengar dan mengejutkan orang orang yang ada di ruangan yang di dominasi warna putih itu.
"Jack! Kamu sadar, Nak?"
Jack kembali melenguh. Ada rasa terkejut saat telinganya menangkap suara seseorang yang sangat dia kenal. Jack pun perlahan membuka matanya
"Ibu!" panggilnya lirih.
"Ya ampun, Jack, hiks ... hiks .." ucap Ibu dengan terisak. "akhirnya kamu sadar juga, Nak."
"Aku dimana, Bu?" tanya Jack dengan suara terbata.
"Kamu di rumah sakit," Ayah Jack menjawab. "Kamu ditemukan dua hari yang lalu."
"Kamu nggak ingat? Kamu habis kecelakaan saat hendak berangkat ke lampung?" tanya Ayah yang juga menampakkan wajah herannya.
"Ingat, Yah. Tapi kan itu udah lama kejadiannya?"
"Lama apanya? Orang baru empat hari yang lalu," jawab Ayah.
"Apa! Empat hari?" seru Jack dengan mata terbelalak.
Ayah menggangguk tapi wajahnya terlihat bingung melihat reaksi anaknya. Begitu juga dengan sang ibu.
"Kenapa? Kamu amnesia?" tanya Ayah lagi.
__ADS_1
"Bu, pinjam ponselnya," pinta Jack tanpa menghiraukan pertanyaan sang ayah.
Ibu yang sudah berhenti menangis langsung saja meminjamkan ponsel pada anaknya. Jack segera saja melihat tanggal yang tertera di layar ponsel.
Mata Jack semakin membuat tak percaya dengan apa yang dia lihat. Ternyata benar, itu baru empat hari dari tanggal Jack naik ke kapal saat dia berangkat ke lampung. Jack sontak saja langsung merasa bingung. Dia merasa sudah menghilang sejak lama, tapi sekarang kenapa disini baru empat hari.
"Kamu tuh ditemukan sehari setelah peristiwa kapal itu, dan kamu sudah dua hari terbaring dirumah sakit dan baru sadar."
"Apa! Aku ditemukan sehari setelah menghilang?"
"Iya, kenapa? Kok kamu kayak terkejut banget?" kini ibu yang bertanya.
Jack langsung salah tingkah. "Hehehe ... ya aneh aja, Bu."
"Aneh apanya?" ucap Ayah. "Yang aneh itu kamu, kayak nggak seneng selamat dari musibah."
"Hehehe ..." Jack hanya cengengesan untuk menutupi perasaannya yang memang diliputi banyak tanda tanya.
Dua hari kemudian, setelah dinyatakan sehat, Jack pun diijinkan pulang. Sesampainya di rumah, Jack memilih lansung beristirahat daripada berlama lama bergabung dengan keluarga besarnya yang sedang berkumpul menyambut kedatangannya.
"Kalau aku cuma menghilang satu hari, berarti apa yang aku alami selama ini, hanya mimpi? Astaga! Tapi kenapa mimpi itu nampak seperti nyata?"
Jack terlihat sangat frustasi. Dia pun mengambil ranselnya yang dia bawa saat hendak pergi ke Lampung. Kata ibu, ransel itu dibawa pulang ibu dihari kecelakaan. Saat Jack membuka ransel itu, mata Jack membulat sempurna saat melihat isinya.
"Ini kan ..."
...@@@@@...
__ADS_1