
Setelah menolak ajakan Panglima secara kasar, Jenita langsung diam dengan segala rasa bercampur dalam dada. Nikki dan Rahul pun tidak mampu berbuat banyak selain berharap kalau Jack baik baik saja. Hingga beberapa saat ketika suasana sedang begitu hening, mereka dikejutkan oleh sebuah suara.
"Kalian masih pada disini?"
Sontak saja semua mata langsung terbelalak tak percaya saat mengetahui siapa yang datang menghampiri mereka.
"Jack!" seru Nikki dan Rahul secara bersamaan. Kedunya pun langsung melangkah ke arah pria yang baru saja kembali, entah darimana. Namun langkah mereka terhenti saat tubuh Jack tiba tiba ada yang memeluknya.
"Kenapa anda pergi begitu lama? Kenapa tidak kembali secepatnya? Apa anda terluka? Apa Naga menyiksa anda?"
Senyum Jack terkulum. "Kenapa Ratuku sangat menggemaskan sekali?"
Jenita langsung mendengus sebal. "Saya itu sedang bertanya sama anda! Bukannya di jawab malah bicara omong kosong!"
Sontak saja Jack langsung terkekeh lalu menggelengkan kepalanya beberapa kali. "Ya udah, kita pulang dulu aja yuk, nanti aku ceritakan semuanya di rumah, oke!"
Meski kesal karena pertanyaannya tidak di jawab, Jenita tetap menuruti ajakan pulang Jack. Semua bergegas kembali ke Istana dengan hati yang lebih tenang.
Sementara itu di tempat lain, Naga jantan terlihat sedang duduk termenung dengan menatap kegelapan. Matanya menerawang dengan pikiran tertuju pada pria yang baru saja dia ajak bicara empat mata mengenai cara rahasia untuk menghilangkan kutukan.
__ADS_1
"Suamiku," panggilan lembut sang istri, membuyarkan apapun yang ada dipikiran naga jantan. Dia lantas menoleh ke arah istrinya. "Apa kamu menyesal sudah memberi tahu rahasia pelunturan kutukan itu?"
Naga Jantan langsung tersenyum lalu dia menggeleng. "Tidak, Istriku, aku tidak menyesalinya. Aku hanya kagum pada keberanian anak itu, istriku. Dia begitu pemberani."
"Lalu apa yang sedang kamu pikirkan, Suamiku?"
"Aku tidak menyangka, batu bercahaya ungu jatuh kepada pemuda seperti dia. Dia mengaku kalau dia dan teman temannya bukan berasal dari bumi yang sama dengan kita. Awalnya aku ragu, Istriku. Tapi dari keberanian yang dia pancarkan, akhirnya aku percaya kalau dia mengatakan yang sebenarnya."
Naga betina nampak menganggukan kepala, memahami setiap kata yang terucap dari mulut suaminya. "Lalu, bagaimana dengan nasib batu naga, suamiku? Kenapa kekuatanya sering muncul dan menghilang?"
"Itu karena batu bercahaya terbelah menjadi tiga bagian, Istriku. Tiga bagian itu ada pada pria yang sekarang tinggal di Istana termasuk pria tadi. Dia akan mengembalikan batu itu jika dia sudah berhasil menyembuhkan seluruh wanita yang ada disini."
"Sabar sedikit lagi, Istriku. Semoga pria tadi tidak mengkhianati kepercayaan yang aku berikan."
Naga betina pun mengangguk pasrah.
Sementara itu begitu sampai di istana, Jack langsung di sidang oleh Nikki, Rahul dan tiga wanita di dalam kamar Nikki. Mereka menuntut penjelasan dari Jack saat pria itu pergi dengan jelmaan naga. Dengan santai, Jack pun meceritakan semuanya.
Tidak ada kekerasan fisik dalam pertemuan tersebut. Bahkan di mata Jack, Naga sebenarnya adalah sosok yang baik. Jika manusia tidak mengusik ketenangannya, naga tidak akan pernah mengganggu kehidupan manusia. Jack pun akhirnya tahu alasan naga memberi kutukan.
__ADS_1
"Agar manusia jera dan bisa merasakan apa yang naga rasakan. Tapi sepertinya manusia serakah masih bertindak sewenang wenang dan semaunya sendiri meski sudah ada peringatan," ucap Jack ketika dia di lempar pertanyaan.
"Terus? Apa Naga memberi tahu kamu, cara melunturkan kutukannya?" tanya Rahul.
"Tentu dong, dan kata Naga, sebenarnya kutukan itu seperti racun sihir yang hanya ampuh menyerang perawan. Racun sihir itu, Naga tebar melalui semua bahan makanan."
"Gila!" Lalu cara melunturkannnya gimana?" Rahul kembali bertanya.
"Itu nanti akan kita praktekkan. Yang jelas ini hanya akan menjadi rahasia kita bertiga sebagai laki laki," jawab Jack.
" Kenapa seperti itu? Kami juga harus tahu?" protes Jenita.
"Tidak boleh! Ini perintah Naga! Kaum wanita tinggal bersiap saja di atas ranjang dengan kaki yang terbuka lebar!" ucap Jack tegas. "Dan saya minta pada Insana, tolong kamu siapkan apa yang tertulis di sini."
Insana menerima selembar kulit sapi yang berisi tulisan dari sang naga lalu membacanya. "Baik, akan saya persiapkan," ucap Insana lalu dia pergi.
"Kita para laki laki berkumpul di kamar saya, kita akan melakukan apa yang Naga ajarkan," ucap Jack lagi.
"Wahh! Mantap!" seru Nikki dan Rahul penuh semangat.
__ADS_1
...@@@@@@...