
"Akhh ... akhh ..."
Tubuhnya mengejang, tubuhnya bergetar, saat ada beberapa tetes carian kental berwarna putih menyembur dari benda berurat nan kekar kebanggaan seorang pria. Benda itu berkedut, benda itu berdenyut, melepaskan puncak nikmat dari sebuah permainan yang menghasilkan banyak tetesaan keringat. Tubuh itu ambruk, tubuh itu lunglai, dan nafas pemilik tubuh itu terengeh engah.
Di samping tubuh itu juga terdapat tubuh lain dengan nafas yang sama menderunya. Kakinya telentang dengan lubang yang sangat basah karena keringat dan juga lelehan air cinta yang baru disemburkan di dalam lubang itu. Pemilik lubang itu tidak menyangka, kemarahannya pada pria di sampingnya seketika musnah hanya gara gara rasa nikmat yang dia dapatkan dari hubungan ranjang yang baru saja berakhir.
Setelah nafas berangsur normal kembali, pria itu menggeser tubuhnya mendekati wanita. Dia mendaratkan mulutnya ke salah satu pucuk bukit kembar si wanita dan menyesapnya. Si wanita hanya bisa pasrah, dia terlalu menikmati apapun yang dilakukan pria di sebelahnya.
"Jangan gegabah mengumunkan tentang sembuhnya kamu, Ratuku," suara dari si pria akhirnya memecah keheningan yang melanda kamar itu beberapa saat kemudian.
"Kenapa?" tanya Jenita yang hanya bisa memandangj rambut pria yang sedang menikmati puncak bukit kembarnya.
"Apa kamu mau, pulau ini didatangi semua laki laki? Sedangkan kita tidak memilki persiapan apa apa. Yang ada hanya kehancuran yang akan menyerang pulau ini. Apa kamu tidak memikirkan nasib rakyat kamu hanya karena kamu marah kepadaku, Ratuku?" ucap Jack setelah melepaskan pucuk itu dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah ratu Jenita.
__ADS_1
Nampak Jenita langsung terdiam dengan pikiran yang mencerna ucapan pria yang kini mendekapmya sangat erat. Nyaman, cuma itu yang Jenita rasakan saat berada dalam pelukan Jack. Hatinya lebih tenang dan rasa gelisahnya seakan menguap, terganti oleh rasa nyaman yang dia dapatkan dari pria bertato itu.
"Kenapa kamu sangat peduli dengan rakyat disini, Tuan Jack?"
Jack mengulas senyum dan dipandanginya wajah cantik Ratu Jenita. "Karena kamu dan para wanita disini sudah lama menderita. Kalian juga punya hak untuk bahagia. Aku ingin menciptakan kebahagiaan untuk semua wanita di pulau ini."
Jenita masih menatap wajah Jack dengan tatapan yang sangat serius. "Apa sebenarnya rencana kamu, Tuan?"
Jack mengulas senyum. "Mending kita mandi, nanti aku umumkan saa kita berkumpul di aula istana, oke?"
Bukan hanya Jack, Nikki juga berhasil meluluhkan hati Nafata dengan memberikan kenikmatan yang melambungkan jiwa wanita itu. Saat ini, dia dan Nafata juga baru saja menuntaskan hasratnya dan sedang berpeluk mesra dia atas ranjang. Ide Jack memang ampuh. Terbukti, begitu mendapat rasa nikmat, hati wanita yang sedang marah, langsung luluh tanpa ada perdebatan.
Hingga beberapa saat kemudian, seperti yang sudah direncanakan, semua yang ada di lingkungan istana nampak berkumpul di dalam satu ruangan yang sama. Mereka begitu penasaran dengan apa saja yang telah terjadi di dalam istana. Dari munculnya Putri Nafata hingga kabar tentang tiga pemuda yang memiliki batu bercahaya ungu, sungguh membuat semuanya penasaran.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Ratu Jenita terlihat memasuki aula istana, di ikuti Putri Nafata dan tiga pemuda di belakangnya. Semua mata langsung memandang takjub ke arah putri Nafata dihadapan mereka. Tidak ada yang menyangka kalau putri yang dinyatakan hilang dan diduga sudah meningggal, kini berada di hadapan mereka dengan tubuh yang sangat sehat meski ada bekas luka di berapa bagian tubuhnya.
"Apa semuanya sudah berkumpul?" tanya Ratu Jenita begitu menduduki singgasananya. Sedangkan Jenita dan tiga pria, duduk di tempat yang sudah di sediakan, tidak jauh dari kursi singgasana Jenita.
"Sudah, Ratu," jawab Ajudan.
Jenita berdiri dari singgasananya. Seketika suara riuh yang sedari tadi menggema langsung menghilang, dan semua tatapan kini tertuju pada Ratu Jenita.
"Dengarkanlah baik baik rakyatku. Saya akan menyampaikan dua berita yang sangat penting bagi kalian semua. Yang pertama, seperti yang kalian lihat. Saat ini Putri Nafata ada bersama kita dalam keadaan sehat. Aku perintahkan pada kalian ssmua untuk merahasiakan keberadaan Putri Jenita. Jika ada yang membocorkannya, kalian lebih tahu, apa hukuman yang kalian dapat. Mengerti!"
"Mengerti, Ratu!" jawab semuannya dengan kompak.
"Pengumuman yang kedua adalah, tiga pria di hadapan kita telah berhasil menenemukan cara menghilangkan kutukan dari Naga laut timur pada tubuh kita."
__ADS_1
"Apa!" pekik semuanya.
...@@@@@@...