NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Berita Nafata Menyebar


__ADS_3

"Saya, Ratu Jenita dan Putri Nafata sedari tadi menunggu Tuan tuan pulang. Kami nunggu dengan rasa khawatir, karena kami tahu, Tuan tuan akan menemui Naga dari laut timur. Tapi saat kembali, Tuan Tuan malah terlebih dahulu menemui para pelayan. Bukannya menemui kami yang sedari pagi menunggu. Ya kami sadar, mungkin karena mahkota kami sudah Tuan Nikmati, jadi Tuan langsung mencari wanita lain."


"Aduh! Kenapa malah jadi salah paham seperti ini?" keluh Rahul yang terlihat ikut frustasi. Sedangkan Nikki hanya diam terpaku setelah mendengar penjelasan dari Insana. Nikki terduduk dengan pandangan menerawang entah kemana.


Rahul ikutan duduk di sebelah Nikki dan dia membiarkan Insana kembali ke dapur. Namun saat dia sampai di dapur, Insana dikejutkan dengan pembicaraan pelayan yang tadi ikut mengantar.


"Apa tadi saya tidak salah dengar? Putri Nafata ada disini? Putri Nafata bersama pria itu? Astaga!"


"Jadi selama ini, Putri Nafata sembunyi di rumah belakang Istana? Apa dia sudah sembuh dari sihir Raja Roma?"


"Wah! Sepertinya kita harus lapor Ratu Jenita. Kalau Raja Roma tahu, pasti dia akan menyerang kerajaan ini, dan itu bisa bahaya buat kita."


Insana syontak saja syok mendengarnya. Padahal keberadaan Putri Nafata harus dirahasiakan. Tapi kali ini keberadaan Putri Nafata jadi terkuak dan hal itu tidak akan aman lagi jika berita tentang Nafata menyebar. Insana segera saja berjalan cepat, kembali menemui Rahul dan Nikki.


"Kamu kenapa? Kok lari lari gitu?" tanya Rahul begitu melihat Insana datang dengan nafas terengah engah. Nikki yang masih berada di sana juga turut merasa heran melihat Insana yang terlihat panik.


"Gawat, Tuan! Gawat!" seru Insana.


"Apa yang gawat?" tanya Rahul masih dalam posisi duduk.


"Berita tentang keberadaan Putri Nafata bersembunyi disini sudah menyebar."

__ADS_1


"Apa! Bagaimana bisa?" tanya Rahul. Karena begitu terkejut, dia sampai berdiri dari tempat duduknya. Sedangkan Nikki masih dalam posisi yang sama meski dia juga terkejut mendengarnya.


"Karena tadi para pelayan mendengar Tuan Nikki menyebut Nama Putri Nafata, Tuan."


"Apa!" kini Nikki yang memekik.


"Benar, Tuan. Jika berita tentang Putri Nafata menyebar keluar Instana dan Raja Roma mendengarnya. Kami takut pulau ini akan diserang kembali," cicit Insana dengan wajah yang berubah sendu karena merasa takut.


"Astaga!" pekik Nikki kembali. Dia lupa akan fakta itu. Fakta kalau Nafata memang masih belum aman. Rasa khawatirnya pun kini semakin bertambah. Selain Nafata tiba tiba menghilang, berita menyebarnya Nafata juga semakin membuat Nikki merasa khawatir. Sedikit sesal tumbuh dihati Nikki. Jika dia tidak tergoda ajakann Jack untuk menggoda para pelayan, mungkin ini semua tidak terjadi. Nikki hanya bisa terdiam sambil memikirkan putri Nafata yang entah berada di mana sekarang.


Sedangkan Jack, dia baru saja hendak melangkah menuju ke dalam Istana untuk menemui Jenita. Biar bagaimanapun dia harus menjelaskan apa yang dia lakukan disana. Jack dapat menyimpulkan kalau Jenita pasti tidak lagi percaya sama dirinya.


Tok! Tok! Tok!


Tok! Tok! Tok!


Jack mengetuk pintu lagi sambil memanggil Jenita dan hasilnya tetap sama. Tapi Jack tidak menyerah. Dia terus mengetuk pintu berkali kali berharap Jenita terganggu dan akhirnya membukakan pintu untuknya.


Tapi disaat itu juga, dua orang pelayan tergopoh gopoh menghampiri kamar Jenita dengan wajah panik. Jack terpaksa bergeser saat pelayan itu mengetuk pintu dan memanggil ratu mereka.


"Ratu! Ratu! Apa Ratu ada di dalam?"

__ADS_1


"Ada apa?" sahut suara Jenita dari dalam.


Tentu saja hal itu membuat Jack terkejut dan sedikit kecewa. Padahal dia sedari tadi memanggilnya berkali kali tapi Jenita tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Tapi sekarang, saat dua pelayan memanggil, Jenita langsung menyahutnya.


"Ratu di tunggu di ruang utama, ada berita penting yang akan disampaikan olen Ajudan, Ratu."


"Berita apa?" sahut Jenita masih dalam posisi yang sama.


"Kemungkinan tentang Putri Nafata, Ratu."


Jack yang sedari tadi berdiri di sana langsung menoleh dengan wajah terkejut. "Putri Nafata? Memang apa yang terjadi?"


Sebelum dua pelayan menjawab pertanyaan Jack. Pintu kamar terbuka dan tak lama setelahnya Jenita keluar dengan wajah datar dan dingin. "Ada apa dengan Putri Nafata?" tanya Jenita tanpa memandang ke arah Jack.


"Tadi ada yang mendengar Tuan Nikki teriak teriak menyebut nama Putri Nafata, Ratu."


"NIkki berteriak teriak menyebut nama Nafata? Memang apa yang terjadi?" kali ini Jack yang bertanya karena kaget mendengar ma Nikki di sebut.


"Kami kurang tahu, Tuan. Kemungkinan Putri Nafata menghilang lagi."


"Apa!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2