
Ada apa?" tanya Nikki merasa heran dengan apa yang Nafata lakukan.
Dengan sangat kesusahan, Nafata mengeluarkan suara lirih dan terbata. "Ja-ga ba-tu i-ni."
"Apa! Kamu bisa bicara!"
Tok! Tok! Tok!
Sontak saja Nikki dan Nafata terkejut dengan suara ketukan dari pintu kamarnya.
"Nik! Nikki!" teriak Jack dan Rahul dari luar kamar. Nikki pun pamit kepada Nafata untuk membuka pintu. "Ada apa? Kenapa ada suara gaduh?"
"Iya, kayak ada benda terjatuh?" sambung Rahul.
"Masuklah," ucap Nikki dan keduanya masuk ke dalam kamar.
"Dia siapa?" tanya Rahul dengan suara keras menunjuk ke arah wanita yang sedang terbaring di kamar Nikki.
"Hust! Jangan keras keras! Nanti Insana dengar," hardik Nikki.
"Tapi dia siapa? Kenapa ada wanita di kamarmu? Dan kelihatannya dia sedang sakit?" cerca Rahul sambil mendekat ke arah Nafata.
Jack lantas memberi tahukan siapa nama wanita itu. Sontak saja Rahul semakin dibuat terkejut. Berbagai pertanyaan langsung terlontar dari mulut pemuda itu. Dengan santai Jack menjawab apa yang dia ketahui dan jawaban Jack cukup mampu membungkam mulut Rahul.
Nikki melepaskan kalung yang dia pakai dan menunjukkannya pada Nafata. "Apa kamu tahu keistimewaan batu ini?"
__ADS_1
"Apa maksudmu, Nik?" tanya Jack dengan kening berkerut. Tentu saja selain karena terkejut, Jack juga merasa heran dengan apa yang Nikki lakukan.
"Diam dulu! Kalian perhatikan saja!" titah Nikki dan dia kembali menatap Nafata. "Jawab pertanyaanku, apa istimewanya batu ini?"
Mata Nikki bergerak melirik ke arah Rahul dan Jack. Dia ingin menjawab tapi hatinya ragu karena ada dua pria lain yang mungkin bisa jadi penghianat. Nikki yang merasakan keraguan pada diri Nafata langsung bersuara kembali.
"Mereka bukan orang jahat. Mereka adalah teman temanku. Kamu tidak perlu takut," ucap Nikki lembut dengan mata yang terus menatap Nafata agar wanita itu yakin dan percaya kepadanya.
Tak lama kemudian Nafata mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan Nikki. Mata Rahul dan Jack sontak membelalak, lalu mereka sama sama melepas kalung mereka dan menujukkannya pada Nafata.
"Jadi ini batu istimewa?" tanya Rahul antara percaya dan tidak percaya.
"Sa-tu-kan-lah," ucap Nafata lirih dan terbata.
"Maksudnya kita satukan batu kita, coba," ucap Jack. Nikki dan Rahul langsung mengerti dan mereka menyatukan batu batu mereka hingga membentuk bola.
"Tidak ada apa apanya?" tanya Rahul beberapa detik kemudian, lalu dia hendak mengambil batunya yang menjadi satu dalam genggaman Nikki
"Tung-gu," cegah Nafata.
"Kita tunggu aja, Hul, sabar sedikit napa?" ucap Jack, Rahul pun mengalah. Hingga beberapa menit kemudian.
"Eh menyala!" seru Nikki. Bukan hanya pemuda itu yang terkejut melihat batu itu bercahaya, Rahul dan Jack juga mengalami keterkejutan yang sama.
"Bagaimana bisa ini ..." ucap Jack tak bisa meneruskan kata katanya karena terlalu kagum.
__ADS_1
"Le-pas, se-ka-rang!"
"Apa! Lepas?" tanya Nikki menegaskan.
"Udah nurut aja," ucap Jack, dan Nikki segera melepaskan batu itu kembali menjadi tiga bagian dan cahayanya langsung meredup.
"Batu apa ini? Kenapa bisa mengeluarkan cahaya? Apa batu ini sangat istimewa?" Jack tak bisa membendung rasa penasarannya dengan melempar pertanyaan bertubi tubi.
Dengan terbata dan pelan, Nafata pun menjawab, "Itu batu milik naga betina, batu bercahaya ungu."
"Apa!" pekik ketiganya nampak sangat terkejut.
Sementara itu di tempat lain, masih satu kawasan dengan pulau Kagomara. Naga betina terbangun dari tidurnya dan lagi lagi dia merasakan kehadiran batu itu dengan sangat kuat.
"Ada apa, Istriku? Kenapa kamu terbangun?" tanya Naga jantan yang juga ikut terbangun karena merasakan ada goncangan dari istrinya.
"Aku merasakannya lagi, Suamiku. Kali ini aku merasakan lebih kuat data tariknya. Aku yakin batu itu ada di pulau ini suamiku! Aku yakin itu."
"Benarkah? Lalu apa yang terjadi dengan batu itu? Kenapa kekuaataannya timbul tenggelam begitu?"
"Aku tidak tahu, suamiku. Aku juga merasakan keanehan yang sama saat ini."
Naga jantan tampak sedang berpikir, lalu dia menatap naga betina lekat lekat. "Apa mungkin batu cahaya ungu terpecah jadi beberapa bagian?"
Deg!
__ADS_1