NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Penyusup Dan Penduduk


__ADS_3

"Kutukan naga yang ada di tubuh kamu, sudah luntur belum."


"Ya belumlah, masih nunggu giliran. Mana masih banyak lagi yang belum dilunturkan."


"Ya mending kamu secepatnya dilunturkan. Enak banget loh saat lubang kita dimasukin milik pria. Kita seperti terbang tinggi gitu."


"Wah! Aku mau!"


Obrolan dua wanita yang ada di dalam warung, sontak saja sangat mengejutkan bagi tiga pria yang baru datang dalam mengemban misi khusus itu. Bagi ketiga pria yang sedang menikmati singkong rebus dan kopi tumbuk, obrolan yang baru saja mereka dengar tentu saja merupakan informasi penting. Setidaknya mereka mempunyai titik terang dari rasa penasaran yang mendera mereka.


"Permisi Nona nona, apa saya boleh bertanya?" salah seorang dari tiga pria itu langsung saja berinisiatif melempar pertanyaan pada dua perempuan itu demi mengobati rasa penasaran mereka.


"Iya, mau bertanya tentang apa, Tuan?" jawab salah satu wanita sambil melayangkan tatapan datar.


"Tadi saya sempat pembicaraan anda kalau kutukan dari naga yang ada pada tubuh anda telah luntur. Apa benar?"


Wanita itu mengangguk. "Benar, kenapa?"


Pria itu nampak terkejut. "Kok bisa? Memang apa penyebabnya?"


"Itu karena ..."

__ADS_1


"Tunggu!" seru wanita yang satunya hingga mengehentikan ucapan wanita yang lain. "Anda kan laki laki? Masa anda tidak tahu berita ini?"


Tiga pria itu sontak terkesiap. Mereka seketika waswas, takut dicurigai. "Kami memang tidak tahu, kami saja baru datang di pulau ini."


Kening wanita yang tadi melempar pertanyaan langsung berkerut dengan menatap tajam ke arah tiga pria itu. "Lalu kalian datang ke pulau ini karena apa?"


Lagi lagi tiga pria itu langsung terkejut. Mereka saling tatap sambil mencari alasan kenapa mereka sadang ke pulau ini. Mereka tidak bisa jujur, karena kalau jujur, bisa saja nyawa mereka melayang sia sia.


"Kenapa diam?" desak wanita yang belum melunturkan kutukannya. "Jangan jangan kalian penyusup?"


"Bukan!" sanggah salah satu pria. "Kami ... kami hanya orang yang sedang melintas dan memilih pulau ini untuk sinnggah sejenak," sambungnya. Pra itu dan dua rekannya sedikit merasa lega karena bisa mencari alasan yang cukup tepat disaat mereka terpojok.


"Benarkah?" tanya wanita yang sama.


"Oh ..." hanya itu yang dikatakan wanita itu, lalu dia menatap rekannya yang sudah luntur kutukannya. "Mereka mencurigakan," bisiknya.


"Benar. Dilihat dari penampilannya, sepertinya mereka memang sengaja datang kesini," balas rekannya.


"Baiklah, aku akan ke istana dulu. Kalau nanti mereka sampai masuk istana, berarti benar, mereka pasti bukan orang sembarangan," bisik wanita yang belum melunturkan kutukannya. Dia lalu pergi sesuai rencananya menuju istana.


Tak lama kemudian tiga pria itu juga pergi. Agar tidak dicurigai, mereka membeli beberapa makanan dan memilih jalan lain menuju ke istana.

__ADS_1


Dengan perasaan was was, tiga pria itu sampai di dekat gerbang istana. Mereka kembali dibuat terkejut saat melihat gerbang istana terbuka lebar. Mereka memutuskan berbaur dengan para pria lain untuk menyelinap masuk ke dalam istana.


Ketiga pria itu berhasil masuk mengikuti pria pria lain sesuai yang di arahkan penjaga. Rasa terkejut benar benar terus menyergap diri mereka sepanjang kaki memereka melangkah. Di sana mereka banyak tenda dan dari dalam tenda terdengar suara suara pria dan wanita sedang mengeluarkan suara kenikmatan.


"Jadi benar? Ada pelunturan kutukan Naga?" ucap salah satu dari mereka. "Wahh berita besar ini. Yang mulia harus tahu."


"Benar, sekarang kita cari tahu, apa yang menyebabkan pria pria itu selamat saat bercinta."


"Oke."


Mereka kembali melangkah mengikuti beberapa pria didepan mereka. Namun tiba tiba ada suara seseorang yang menggelegar hingga semua pria yang sedang berjalan menghentikan langkah kakinya.


"Berhenti!" seru suara seseorang. "Kalian para pria yang sedang berjalan, menghadap ke ksini!"


Semua menurutinya, termasuk tiga pria itu. Dengan perasaan yang sangat tenang, mereka memutar badan sesuai perintah. Namun betapa terkejutnya mereka saat melihat wanita yang tadi ketemu di warung berada disana bersama para prajurit kerajaan.


"Nah! Benerkan! Kalian bertiga, peyusup!" seru wanita itu. Sontak semua pria yang ada disana terkejut.


"Apa maksud, Nona?" salah satu pria itu mencoba menyangkal. "Apa kita pernah bertemu?"


"Hahaha ... nggak mau ngaku?" ucap wanita itu dengan santainya. "Baiklah. Sekarang ucapkan, kata kunci apa yang digunakan Ratu Jenita saat mengundang para pria agar datang ke pulau ini. Coba katakan?"

__ADS_1


Deg!


...@@@@@@...


__ADS_2