NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Mengunjungi Naga


__ADS_3

"Apa mereka sudah pergi?"


Sudah, Ratuku."


"Hmm ... baiklah."


Helaan nafas panjang Jenita hembuskan begitu mengetahui kabar kepergian tiga pemuda dari penjaga gerbang. Langkah wanita itu sangat gontai seperti tidak bertenaga. Dia terus menyusuri lorong istana dengan suasana hati yang cukup kacau.


Padahal kepergian Jack tidak akan lama, dan itu juga untuk kepentingan penduduk yang semunya memiliki masalah yang sama. Tapi entah kenapa, Jenita begitu enggan melepas kepergian Jack. Bahkan dia mencoba menahannya untuk pergi dengan mengajaknya melakukan ritual kembali. Tapi Jack dengan halus malah menolaknya.


Bukan hanya Jenita yang merasa gelisah dengan perginya Jack, Dua wanita yang lainnnya juga sedang merasakan hal yang sama di dalam kamar mereka. Sama seperti Jenita, mereka, Nafata dan Insana juga sebenarnya tidak ingin dua pemuda teman Jack itu pergi. Bagi mereka, pria itu sudah menjadi pelindungnya.


Sedangkan tiga pemuda yang sedang dikhawatirkan oleh tiga wanita di Istana, kini sudah hampir sampai di tempat keberadaan sang Naga. Mereka ingin mencoba mengajak sang Naga berbicara tentang apa yang telah mereka rencanakan.


"Selamat datang, Tuan tuan sekalian, selamat datang," sambut Naga jantan yang sudah berdiri di depan rumah yang mereka tinggali selama berada di Pulau ini.

__ADS_1


"Apakah anda sudah mengetahui kalau kami akan datang menemui anda?" tanya Jack dengan kening yang berkerut. Jack jelas merasa heran dengan sambutan Naga yang sepertiinya sudah tahu kalau dia akan datang.


Nikki dan Rahul juga merasakan keterkejutan yang sama. Mereka sudah terkejut dengan penampilan Naga yang bisa menjelma seperti manusia, ditambah dengan sambutan Naga. Mungkin ini adalah salah satu kehebatan yang Naga miliki? Duga Nikki dan Rahul dalam hati mereka.


Sang Naga hanya memberi senyuman penuh arti tanpa ingn menjawabnya lalu menjabat tangan tiga pemuda yang baru turun dari kuda. Apa yang diperkirakan ketiga pemuda memang benar adanya. Naga Jantan akan merasakan kehadiran seseorang dari jarak beberapa puluh meter.


"Bagaimana? Apa ramuan yang saya berikan ada masalah?" tanya Naga begitu mereka duduk di depan sebuah bale depan rumah. Sebelum tiga pemuda menjawab, Naga betina keluar dari dalam dan mendekati mereka.


"Loh! Bukankah anda!" seru Rahul begitu melihat wajah istri sang Naga.


Naga betina tersenyum. "Anda masih mengingat saya?"


"Jadi kalian sebenarnya sudah tahu kalau kami memiliki batu yang anda cari, Tuan Naga?" tanya Jack menarik kesimpulan dari pertemuan Naga betina dengan Rahul. "Dan anda sengaja membuat keributan di pasar warga agar kami menampakan diri, benar?"


Naga Jantan kembali tersenyum. Pria yang baru saja mengeluarkan suaranya memang seperti dugaan Naga jantan. Jack adalah pria yang cerdas dan pemberani. Bahkan Jack berani membawa dua temannya datang ke tempat Naga.

__ADS_1


"Apakah hal itu penting untuk dibahas, Tuan Jack? Bukankah ada hal penting lainnya dari sekedar pertemuan istri saya dengan teman anda?" cerca Naga dengan sikap yang begitu santai.


Jack mengatupkan mulutnya dan menganggukan kepala tiga kali. "Benar, saya malah hampir lupa," ucap Jack dan dia sontak terkekeh. Sedangkan Nikki dan Rahul lebih banyak terdiam dan sesekali ikut mengulas senyum. Begitu juga dengan Naga betina.


"Katakan! Apa masalah anda? Sampai anda rela datang ke tempat saya?" desak Naga jantan.


"Sebenarnya ramuan yang anda berikan, sudah berhasil kami gunakan. Bahkan kami sudah mencobanya kepada tiga wanita, dan yah, seperti yang anda lihat, kami masih hidup," jawab Jack.


"Terus?"


"Yang membuat kami bingung adalah, bagaimana caranya kami menolong wanita lain yang ada di Pulau ini. Kami bertiga tidak mungkin membantu wanita satu pulau diatas ranjang kami. Bisa bisa kami bakalan mati karena kelelahan berhubungan badan demi menolong semua wanita di pulau ini. Belum lagi wanita wanita pendatang yang mengalami nasib yang sama. Yang ingin kami tanyakan, apa ada cara lain?"


Naga nampak terdiam. Namun pikiran naga bekerja dengan mencerna ucapan Jack yang lumayan panjang. "Sebenarnya ada cara lain yang bisa kalian gunakan?"


"Benarkah? Cara seperti apa itu?" tanya Jack antusias.

__ADS_1


Wajah Naga jantan menatap lekat ke arah Jack. "Tapi ini terlalu beresiko, apa kalian siap?"


...@@@@@@...


__ADS_2