NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Ketangguhan Prajurit Wanita


__ADS_3

Takjub dan terkejut, itulah yang sedang dialami pasukan Raja Roma saat ini. Melihat betapa tangkasnya para pasukan wanita dari kerajaan Kagomara, membuat prajurit Roma yang kebanyakan laki laki, dibuat kewalahan oleh pihak lawan mereka. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Benak para prajurit menjadi bertanya tanya sembari memberi perlawanan sekuat tenaga mereka.


Sedari awal hampir semua prajurit dari kerajaan yang dipimpin Raja Roma, sangat meremehkan dan menganggap enteng pasukan dari kerajaan Kagomara. Hanya karena lawan mereka wanita, mereka sangat yakin kalau mereka akan menang dengan mudah. Bahkan ada beberapa prajurit yang memberi usulan kepada Panglima perang agar mengirimkan pasukan kecil saja.


Para prajurit Roma bahkan sudah membayangkan akan menindas pasukan Kagomara jika mereka menang nanti. Mereka akan minta dilayani oleh para wanita yang menjadi pasukan kerajaan Kagomara berikut juga dengan penduduknya. Mereka benar benar telah menyusun rencana dengan matang, apa saja yang akan mereka lakukan pada saat menang perang nanti.


Namun sayang, harapan tinggal harapan. Para prajurit Roma yang awalnya datang dengan penuh kesombongan, kini dibuat tercengang dan kalang kabut dengan kelincahan para pasukan wanita dalam memberi perlawanan. Mereka tidak menyangka akan sesusah itu menaklukan satu saja prajurit wanita.


Selain perlawanan yang dilakukan pasukan wanita dari kagomara sangat menakjubkan, prajurit Raja Roma juga dibuat kewalahan oleh serangan api dari Naga jantan. Kapal kapal besar mereka semuanya terbakar bersama isinya, membuat prajurit Raja Roma kehilangan senjata senjata penting dan kuda kuda mereka. Bahkan tak sedikit juga nyawa yang melayang karena semburan api sang Naga.


Nikki dan Rahul tentu saja ikut mengambil bagian dari peperangan itu. Mereka memilih lawan yang sepertinya memiliki pengaruh besar terhadap pasukan. Terlihat disana, Nikki melawan sang penasehat dari raja Roma, sedangkan Rahul melawan Panglima besarnnya.


Trang! Trang! Trang!"


"Bagaimana, Tuan? Masih ingin mencoba kehebatan kami?" tanya Rahul sangat meremehkan.


"Jangan senang dulu, anda belum tahu kekuatan Raja kami!" balas sang panglima dengan nafas yang menderu. "Hiyyaat!"


Trang! Trang! Trang!


Tanpa panglima ketahui bahwa saat ini Raja mereka, Raja yang sangat dihormati, sudah berada di dalam penjara bersama pasukannya. Meskipun sudah di penjara, Raja Roma masih bisa tersenyum lebar, bahkan tertawa terbahak bahak. Tentu saja itu semua karena Raja Roma yakin pasukannya akan menang dengan mudah dan segera membebaskan mereka.

__ADS_1


"Yang mulia, apa Yang mulia baik baik saja?" tanya sang ajudan nampak begitu khawatir.


Senyum lebar Raja Roma terkembang sempurna. "Tentu saja saya baik baik saha Ajudan. Anda jangan khawatir."


"Tapi luka anda?"


"Jangan khawatir. Luka ini tidak ada apa apanya. Kalian tenang saja, anggap saja luka saya ini sebagai pertanda kalau sebentar lagi saya akan menguasai kerajaan ini dan juga batu bercahaya ungu itu," balas Raja Roma dengan seringainya.


"Tapi, Yang mulia, batu itu terlihat tidak utuh, apa masih berfungsi dengan baik?" tanya Jenderal.


"Tentu saja masih berfungsi, saya yakin Naga laut timur sedang mencarinya bukan? Naga pasti juga akan memburunya. Dari sanalah nantinya kita bisa beregosiasi dengan Naga," jelas Raja Roma.


"Ah benar juga, kenapa saya tidak kepikiran soal Naga? Tapi apa tidak mungkin? Naga memburu pria itu?" ucap Jenderal lagi.


Semua yang mendengarkan ucapan Raja Roma, nampak mengangguk dengan yakin. Bahkan mereka sempat tertawa terbahak bahak karena mereka yakin kemenangan akan menghampiri merekaa sebentar lagi.


Hingga beberapa lama kemudian di medan perang.


Srak!


"Akhh!"

__ADS_1


Srak!


"Akhh!"


Brug!


Panglima pasukan raja Roma tumbang, begitu juga dengan penasehat serta petinggi kerajaan yang ikut ambil bagian dalam perang itu, satu persatu tumbang terkena sabetan pedang dibeberapa bagian tubuhnya.


"Hai pasukan Raja Roma! Menyerahlah kalian! Pemimpin kalian telah aku lumpuhkan! Lihat!" teriak Rahul dengan lantang sembil mengacungkan pedang ke arah Panglima para musuh.


Glek!


Para pasukan yang masih tersisa tentu saja langsung mematung dan terpaksa menghentikan perlawanan. Mau tidak mau mereka bertekuk lutut di hadapan pasukan wanita yang sempat merek remehkan.


"Amankan mereka semua! Ikat kedua tangan dan kakinya!" teriak Nikki.


"Siap!"


Semua langsung melaksakan perintah Nikki. Dengan penuh rasa waspada, pasukan Kagomara mengikat prajurit dengan tali yang telah disiapkan.


"Kerja yang bagus, Tuan tuan," ucap Naga jantan sembari merubah wujudnya menjadi manusia dihadapan para musuh.

__ADS_1


"Semua ini berkat bantuan anda, Tuan Naga," ucap Nikki, dan semuanya tertawa senang dengan kemenangan yang baru mereka raih.


...@@@@@...


__ADS_2