
"Pengumuman yang kedua adalah, tiga pria di hadapan kita telah berhasil menenemukan cara menghilangkan kutukan dari Naga laut timur pada tubuh kita."
"Apa!" pekik semuanya. "Bagaimana mungkin, Ratu?" tanya sang ajudan dengan tatapan tidak percaya.
"Tapi itulah adanya, Ajudan. Saya telah mencobanya."
"Bagaimana bisa?"
"Wahh! Kita selamat!"
"Aku juga ingin dihilangkan kutukannya."
Sontak suasana aula istana menjadi riuh oleh suara suara bahagia dan penuh dengan keinginan. Bahkan, jenita sendiri terlihat kewalahan menjawab beberapa pertanyaan maupun permintaan para wanita yang memiliki keinginan yang sama.
Di deretan kursi yang letaknya tidak jauh dari tempat singgana Jenita, juga memandang takjub dengan keriuahan suara yang sama sama ingin dihilangkan dari kutukan.
"Tuan, tolong hilangkan punya saya juga. Saya ingin memiliki seorang anak."
"Tuan, bantu saya juga, agar saya bisa menikah."
__ADS_1
"Tuan, saya harus bayar berapa? Agar Tuan mau membantu saya menghilangkan kutukan ini?"
Dua pemuda yang dilempari pertanyaan dan permintaan, hanya terdiam dengan wajah kebingungan. Padahal disini, para wanita belum kumpul semuanya, tapi Rahul dan Nikki sudah merasa bingung sendiri menghadapinya. Bagaimana jika satu pulau?
Sedangkan satu pemuda diantara mereka, terlihat tenang dengan sesekali menebar senyuman. Tanpa berniat membalas semua pertanyaan dari para wanita yang ada di dana, Jack hanya melempar senyum berkali kali. Sebuah reaksi yang membuat bingung para wanita.
"Tuan Jack, silakan. Katakan, apa rencana anda untuk membantu mereka," ucap Jenita.
Jack yang merasa terpanggil, langsung berdiri dan melangkah menghampiri Jenita. Saat Jack melempar senyum kepada Jenita, wanita itu bukannya membalas dengan senyuman, tapi malah mencebikan bibirnya dan memilih memandang ke arah para wanita yang sedang menunggu Jack bersuara.
Sejenak Jack berdehem untuk menetralkan rasa canggungnya. Seumur hidup, baru kali ini Jack berbicara di depan orang banyak. Tentu saja Jack merasa grogi, suasana hatinya pun mendadak tak nyaman. Tapi tak ada pilihan lain selain Jack memang harus menghadapinya.
Semua para hadir sontak terhenyak mendengar permintaan yang Jack katakan. Begitu juga dengan Jenita. Dia langsung menatap Jack dengan tatapan penuh tanya.
"Kenapa harus mencari laki laki seperti itu?" tanya Jenita.
Jack langsung mengulas senyum. "Bukankah anda semuanya tahu, salah satu ciri laki laki perkasa adalah laki laki yang bisa meniduri banyak wanita? Maka itu jika kalian mencari laki laki yang bersedia menjadi prajurit, sudah bisa dipastikan kalau laki laki itu adalah laki laki perkasa yang siap meniduri banyak wanita. Bukankah itu akan sangat cepat membantu kalian dalam proses menghilangkan kutukan yang ada?"
Semua terdiam, semua berpikir dan mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Jack. Hingga akhirnya semua dapat menyimpulkan, kalau apa yang dikatakan Jack memang masuk akal dan ada benarnya. Sedangkan Jenita terus menatap Jack dengan berbagai pertanyaan yang ingin dia lontarkan.
__ADS_1
"Tapi, Tuan. Bagaimana caranya kami bisa meyakinkan kaum pria kalau anda bisa menyembuhkan para wanita di pulau ini?" tanya salah seorang wanita.
"Gampang. Katakan saja jika Ratu Jenita adalah saksinya," jawab Jack dengan sangat tenang.
"Tapi jika para musuh mendengar berita ini bagaimana. Tuan? Bukankah itu akan sangat membahayakan bagi kami?"
"Cepat atau lambat hal itu pasti akan terjadi. Maka itu gunakan akal kalian, cari cara sehalus mungkin agar para lelaki percaya dan mau bergabung dengan kerajaan kita. Setidaknya jika terjadi penyerangan, kita sudah mempunyai prajurit laki laki," balas Jack lantang dam berapi api.
Dan akhirnya semua tahu, kenapa Jack menyuruh mencari laki laki yang bisa dijadikan prajurit. Semua memang demi pulau ini, pulau yang diincar banyak Raja karena harta rahasianya. Tanpa sepengatuhan Jack, Jenita tersenyum tipis. Dia senang karena Jack benar benar melindungi pulau ini.
"Kalau begitu, apa tidak sebaiknya kita mencari laki laki penduduk asli pulau ini terlebih dahulu? Saya yakin, mereka pasti akan sangat senang daj menyambut kabar baik berita ini," usul sang ajudan.
"Ide yang sangat bagus. Saya setuju. Jika kalian tahu ciri ciri pria penduduk asli pulau ini, carilah," balas Jack semakin lantang dan bersemangat.
"Baiklah, Tuan. Dengan senang hati demi kesembuhan dan kebebasan kami, kami siap melaksanakan perintah Tuan," ucap Panglima tak kalah lantangnya.
"Sipp!"
...@@@@@@...
__ADS_1