
"Baiklah, saya akan kabulkan permintaan anda!"
"Bagus!"
"Tapi anda harus ikut dengan saya, saya tidak mungkin mengatakan rahasianya di depan semua yang ada di sini, bagaimana?"
Sejenak Jack terdiam membalas tatapan naga yang sama tajamnya. Lalu dia menoleh ke arah Jenita. Wanita itu menggeleng agar Jack menolak tawaran manusia jelmaan Naga tersebut. Jack tersenyum tipis dan kembali melayangkan tatapannya ke arah Naga jantan.
"Baiklah, saya setuju!" ucap Jack, membuat semua orang yang ada disana langsung terbelalak. Begitu juga dengan sang naga. Di balik rasa terkejutnya, dia justu merasa khawatir dengan Jack. Bagaimana bisa dia mau menerima tawaran naga? Punya rencana apa dia? Benak Naga bertanya tanya.
"Tuan!" Pekik Jack spontan menggenggam tangan Jack dengan erat seperti mencegah Jack agar tidak pergi.
Jack memandang tangan Jenita yang menggenggam erat tangannya lalu dengan tangan satunya, Jack menggenggam tangan wanita itu. "Percayalah, semuanya akan baik baik saja," ucap Jack lembut, tapi penuh keyakinan.
"Tidak! Saya harap anda jangan pergi, itu bahaya!" ucap Jenita dengan tatapan khawatir. Namun hal itu justru membuat Jack merasa senang.
"Jangan khawatir, aku akan baik baik saja. Aku secepatnya akan kembali. Tapi jika aku tidak kembali, lakukanlah permintaanku ini," ucap Jack lalu dia berbisik kepada Jenita.
"Tidak, Tuan! Jangan pergi?" Jenita merintih dan memohon. Dia seakan lupa dengan gengsi yang dia pertahankan beberapa hari ini jika bersama Jack.
__ADS_1
"Percayalah! Semuanya akan baik baik aja, Ratuku," Jack perlahan melepas genggaman tangan Jenita meski wanita itu terus menggeleng. Bahkan Jenita sempat menangis, tak rela melepas kepergian pemuda yang telah memikat hatinya.
Jack pun dengan berat hati pergi mengikuti langkah Naga dan mereka menghilang masuk ke dalam hutan. Jenita, panglima dan para pengawal kerajaan yang keseluruhanya wanita hanya bisa menatap kepergian dengan tatapan penuh haru.
Tak lama setelah Jack pergi, Nikki dan Rahul datang. Begitu turun dari kuda, mereka langsung menghampiri Jenita.
"Apa yang terjadi, Ratu? Mana Jack?" tanya Nikki sambil celingukan mencari seseorang yang namanya baru saja dia sebutkan.
"Iya, Jack kemana? Kok nggak ada?" sambung Rahul.
Jenita hanya menatap lesu kedua pemuda itu lalu dia tatapannya beralih ke arah dimana Jack hilang dari pandangan matanya. "Jack pergi bersama Naga dari laut timur," ucap Jenita lemah.
"Apa!" pekik Nikki dan Rahul hampir bersamaan.
"Gimana ceritanya, Ratu?"
Dengan suara berat dan bibir bergetar, Jenita menceritakan semua yang terjadi sebelum Nikki dan Rahul datang. Kedua pemuda itu semakin terkejut mendengarnya. Rasa khawatir langsung menyergap relung hati keduanya.
"Bagaimana bisa dia nekat seperti itu? Coba saja kalau aku tidak telat, aku pasti akan mencegahnya," ucap Nikki dengan kesal dan khawatir.
__ADS_1
"Kenapa dia sangat nekat? Harusnya dia tidak perlu melakukan hal sejauh itu?" Rahul menimpali. Dia pun sama seperti Nikki, kesal tapi khawatir
"Apa dia bilang sesuatu kepada Ratu sebelum dia pergi?" tanya Jenita.
"Dia hanya berpesan, jika sampai hari berganti malam, dia belum kembali, hancurkan batu bercahaya ungu lalu sebar serpihannya ke berbagai penjuru laut," ucap Jenita, lalu dia kembali menangis.
Rasa terkejut Nikki san Rahul semakin bertambah. Tapi sayang, mereka tidak bisa melakukan apa apa untuk membantu Jack. Mereka hanya bisa menahan kesal dalam hati.
Hingga beberapa lama berada di tempat itu, belum ada tanda tanda kembalinya Jack. Padahal matahari sudah berganti posisi di arah barat. Semua yang ada disana tentu saja semakin khawatir.
"Sebaiknya kita pulang, Ratu. Kita tungu Tuan Jack di istana saja. Ini sudah hampir gelap," ucap Panglima memberi saran.
"Tidak! Saya akan menunggunya disini! Saya yakin dia pasti akan kembali," tolak Jenita lantang meski hatinya ragu akan ucapannya sendiri.
"Tapi, Ratu, ini sudah hampir malam."
"Tidak! Kalian, pulanglah dulu! Saya akan tetap berada di sini."
"Tapi, Ratu ..."
__ADS_1
"Patuhi perintah saya! Paham!" Jenita pun murka. Panglima langsung terbungkam dan dia memilih mundur. Nikki dan Rahul pun tak bisa berbuat banyak selain berharap Jack baik baik saja. Hingga datangnya sebuah suara yang mengejutkan mereka semua.
...@@@@@...